Kenapa Bayi Menjadi Kuning?

Setelah 5hari 4malam di rumah sakit, akhirnya Ibu dan Abi boleh pulang, horeee! Dokter Anak bilang, bilirubin Abi saat itu masih terbilang aman, yaitu 9,6 mg/dL. Memang sedikit kuning di beberapa bagian, tapi dokter bilang itu hal yang wajar.

IMG-20150805-WA0012

Di rumah, sebenernya aku tiap hari selalu menjemur Abi. Jemurnya di stroller dan bajunya juga nggak aku buka. Jemurnya pun nggak pernah lama-lama karena Abi nangis kalau dijemur lama-lama. Yaa, jadi nggak maksimal gitu…

Di usia ke-9 hari aku agak ngerasa bawah mata dan bola mata Abi agak kuning. Tapi aku coba lihat perkembangannya beberapa hari ke depan, siapa tahu dengan pemberian ASI eksklusif kuningnya hilang.

Hari ke-11 dibarengin dengan puputnya pusar Abi, kuningnya semakin parah. Bahkan, hampir ke seluruh tubuhnya. Terutama di badan, punggung, bawah mata, dan bola mata. Ditambah dia kelihatan agak lemas. Setahuku, bayi mengalami kuning beberapa 2-3 hari setelah kelahirannya, ini Abi sudah di hari ke 11. Hari itu juga, Abi langsung kubawa ke UGD RSIA tempat dia dilahirkan karena aku mikirnya rekam medis Abi sudah jelas ada disana. Begitu di UGD, dokter jaga langsung meminta persetujuanku agar Abi dapat diambil darah untuk tes bilirubin. Melihat anak diambil darah bener-bener nggak tega, untungnya anakku nggak nangis. Hasil pemeriksaan menyatakan bilirubin Abi menjadi 16 mg/dL. Abi harus langsung di fototerapi. Aku pun ikut menginap karena harus memberikan ASI eksklusif.

Aku bertanya pada dokter apa penyebab bayi mengalami kuning. Dokter anak Abi bilang kalau asupan ASI Abi masih kurang. “Dalam 11 hari kenaikan berat badannya hanya sekitar 40 ons,” ujar dokter. Abi memang agak sedikit kesulitan menyusui. Dia bisa menyusui hanya dengan nipple shield (penyambung puting).  Soal menyusui ini aku ceritakan di postingan yang berbeda ya :)) Apa itu yang membuatnya kekurangan asupan ASI? Sejujurnya aku bingung karena saat Abi menyusu aku mendengar suara glek glek glek, apa ternyata itu masih belum maksimal?

Tapi, dokter lain bilang, bayi menjadi kuning karena kurang dijemur. Itu mungkin juga. Di rumah, sebenernya aku tiap hari selalu menjemur Abi. Jemurnya di stroller dan bajunya nggak aku buka. Jemurnya pun nggak pernah lama-lama karena Abi nangis kalau dijemur lama-lama.

Bilirubin ini seharusnya di proses oleh hati kemudian akan terbuang bersama feses. Namun, hati pada bayi new born memang belum berfungsi sempurna. Makanya, kasus sakit kuning pada bayi seperti ini adalah hal yang sering terjadi.

Abi pun di fototerapi selama 24 jam dengan sinar biru. Supaya penyinara. Efektif aku memompa ASI dan Abi diberikan minum melalui dot. Sebenernya, bayi mengalami kuning adalah hal biasa dan dapat ditangani, tapi aku sebagai Ibu apalagi Ibu baru cukup panik dan agak sedih melihat anakku harus disinar.

Setelah 24 jam, Alhamdulillah bilirubin Abi turun dan diperbolehkan pulang ke rumah. Entah mana yang benar sakit kuning ini disebabkan apa, yang pasti aku bertekad untuk rajin menjemurnya dengan benar, seluruh bajunya harus dibuka supaya kena matahari jam 7-8 pagi dengan sempurna. Aku pun bertekad memberikan ASI semaksimal-maksimalnya. Dan nggak berhenti menyemangati diriku sendiri, ganbatte!!

20150816_073516.jpg

XOXO,

Icha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s