Quality Time with Child :)

Anak tinggal kepisah sama bapaknya? Siapa bilang nggak bisa deket. Working mom? Siapa bilang nggak bisa deket sama anak.

LDR atau Long Distance Relationship, ehh Long Distance Marriage deng sekarang, siapa yang pernah atau sedang mengalami? Ayo tunjuk jari! Kalau gitu tos dulu sama aku 😀

Dari pacaran sama Babanya Abi sampai akhirnya menikah dan sekarang punya Abi, aku nyaris nggak pernah tinggal satu kota. Pas pacaran sempet satu kota waktu kami sama-sama di Jatinangor, itu pun suamiku yang satu tahun di atasku udah di penghujung kelulusannya.

Begitu lulus dan kerja pun, suamiku pun harus bekerja berpindah-pindah kota. Sampai hari ini pun, aku dan Abi nggak tinggal sekota sama Babanya Abi. Tuntutan pekerjaan membuat suamiku harus menetap di Batam, sedangkan aku dan Abi tetap stay di Jakarta. Suamiku pulang sebulan sekali.

Banyak yang nanya kenapa sih nggak ikut? Aku dan Abi bukannya nggak mau ikut. Setelah menikah, aku baru banget pindah kantor. Nggak mungkin resign secepat itu. Lalu, aku dinyatakan hamil yang nggak mungkin menetap berdua saja di kota lain karena suamiku sibuk banget.

Begitu Abi lahir, nggak segitu mudahnya langsung memindahkan Abi ke kota yang asing buatku apalagi buat Abi. Aku lebih memikirkan dokter di kota yang baru apakah sama bagusnya dengan dokter Abi sekarang. Lalu, bagaimana dengan lingkungannya? Apakah baik untuk anak bayi? Suamiku sibuk banget disana, lalu apa aktifitas yang bisa kami lakukan disana? Tempat tinggal suamiku sekarang juga belum terlalu nyaman untuk bayi. Ahh, masih terlalu banyak pertimbangannya.

Selain itu, Abi itu cucu pertama dari pihakku maupun suamiku, kebayang nggak kalau Abi pindah lalu jarang pulang, kasian banget nih para kakek dan neneknya Abi pasti bakal kehilangan 😦

Tapi, belakangan ini mulai kepikiran lagi. Abi sudah semakin gede, semakin pinter, dan semakin mengerti dengan apa yang ada di sekelilingnya. Bisa jadi, Abi merasakan kangen ketemu Babanya. Babanya pun begitu, cuma bisa minta dikirimin foto dan video Abi tiap hari.

Januari lalu, saat Babanya pulang, Abi menangis kejer saat Babanya menyapa. Mungkin dia merasa nggak biasa dengan Babanya karena nggak ketemu tiap hari kan. Butuh waktu untuk Abi sampai akhirnya Abi mulai melunak dan dia mulai mau attach sama Babanya. Mau bobo sama Baba, gendong sama Baba, main sama Baba. Bahkan, Abi cenderung somse kalo lagi sama Baba. Ibu jadi nggak laku, lakunya kalau mau mimik aja he he he..

Karena aku mulai membiasakan, kalau Babanya nggak ada dirumah, aku selalu kasi liat foto Babanya dan aku bilang ke Abi, “Ini Baba Abi,Baba lagi kerja cari uang Nak,”.

Terus, sesekali kami sempatkan buat video call. Misalnya Abi lagi ngoceh-ngoceh, begitu video call dan dia liat wajah Babanya dia langsung bengong ngeliatin wajah Babanya yang ada di handphone. Aku jadi antara gemes sama agak-agak mellow gituuu 😀

Nah makin kesini, sepertinya Abi udah mulai bisa memahami kalau Babanya jarang ada di rumah. Dia udah nggak nangis lagi kalo Babanya pulang dan menyapa dia.

Menurutku, itu juga ada peran suamiku sih, dia berusaha banget attach sama Abi kalau pas lagi pulang. Bahkan, dia mau mandiin Abi lohh he he.. Iyaps, supaya Abi tetap lengket sama Babanya walaupun berjauhan adalah setiap pulang Babanya harus banyak interaksi sama Abi dan ikut ngurusin Abi. Bahkan nih, aku suka ngelarang Baba pegang handphone kalau Abi belum bobo. Hi hi hi…

Sama aja kaya pakai baby sitter. Kalau kitanya sibuk sendiri dan jarang attach sama anak kita sekalipun ketemu tiap hari, otomatis anak kita jadi “anak ncus”. Anak itu pinter banget, dia bisa ngerasa mana yang bisa selalu ada buat dia.

Sebagai working mom, aku sadar banget waktu buat Abi jadi nggak terlalu banyak. Aku kerja senin sampai jumat dan berangkat pagi pulang sore. Untungnya sabtu minggu libur, jadi waktu itu deh aku gunakan sebaik-baiknya supaya bisa quality time sama Abi.

Untuk menebus waktu yang hilang itu, setiap udah sampai rumah dan bersih-bersih aku pasti langsung main sama Abi sampai nidurin dia hingga tertidur pulas. Sabtu minggu aku waktu aku pure banget buat Abi. Si ncus bisa istirahat deh 🙂

Sabtu atau minggu biasanya aku ajak Abi jalan-jalan soalnya dia happy berat kalau jalan-jalan, liat mobil-mobil, terus berada di keramaian. Biasanya aku ajak dia ke mall, ke supermarket atau ke tempat uyutnya. Pokoknya sabtu minggu Abi pasti nempel sama aku.

Alhamdulillahnya, Abi tetep nempel tuh sama aku. Nggak apa-apa ncus. Banyak lho yang saking nempelnya sama ncus mau bobo harus sama ncus, maunya digendong ncus, bergantung banget sama ncus. Abi sih selalu mau bobo sama aku, kadang nggak perlu digendong-gendong bobo sendiri. Ahhh, pinter dan baik deh anakku, happy deh!

Anak itu gimana kita ngarahinnya aja. Anak itu selama belum dewasa masih bisa kita handle dan kita arahkan kok. Kita bisa membiasakan hal-hal baik untuk anak kita sedini mungkin, syaratnya utamanya ya itu, kitanya harus bener-bener deket sama dia. Dengan kedekatan itu, penghargaan yang dia berikan terhadap kita akan sangat besar. Penghargaan yang besar itu akan bikin dia sangat berhati-hati dalam bertindak supaya nggak mengecewakan orang tuanya.

Intinya, yang selalu kami yakini kalau sekarang ini kami belom bisa mendapatkan kuantitas pertemuan yang sering, kualitas pertemuannya harus benar-benar baik 🙂

Dan aku akan terus belajar untuk menjadi orang tua yang lebih baik setiap harinya:) Happy parenting life!

XOXO

Icha

Advertisements

Kapan Bayi Bisa Tengkurap Sendiri?

Setiap bayi tumbuh dan berkembang dengan berbeda-beda. Seperti ceritaku sebelumnya, Abi udah mulai mau tumbuh gigi dari usia menjelang 3 bulan.   Orang-orang sampai pada kaget dengan tumbuh gigi yang begitu cepat ini.

Nah, kali ini aku mau membahas soal tengkurap. Kapan bayi moms bisa tengkurap sendiri? Pasti beda-beda jawabannya!

Banyak komen-komen yang sering bermunculan ketika anak sampai usia 4 atau 5 bulan belum bisa tengkurap sendiri. “Kok bayinya blm bisa tengkurap sih?” Hmmm, komen-komen begitu nggak usah didengerin deh.

Sahabatku cerita, dia mengikuti sebuah grup moms yang membicarakan bahwa anaknya yang berusia hampir 4 bulan harus sering dilatih agar bisa tengkurap sendiri. Sahabatku akhirnya melatih dengan cara mengajari bayinya rolling supaya bisa tengkurap sendiri. Dan tau nggak mom, mungkin ada salah urat atau keseleo gitu, bayinya jadi kesakitan dipegang punggungnya bahkan sampai panas hingga 39,5 derajat celcius. Katanya, sepanjang malam nggak mau tidur tanpa digendong. Paginya, bayinya langsung dibawa ke tukang urut bayi dan sembuh. Alhamdulillah..

Memperlakukan anak bayi itu memang mesti ekstra hati-hati deh. Soalnya, katanya anak bayi cepet banget mengalami trauma.

Aku sendiri nggak pernah maksain Abi harus bisa tengkurap sendiri. Aku selalu berpikir bahwa pada masa-masa usia bayi ini Abi sedang berproses untuk tumbuh dan berkembang dan aku membiarkan semua proses itu terjadi secara alamiah.

Abi sering memiringkan badannya sendiri sejak usianya 3 bulan, bahkan terkadang dia jauh lebih nyenyak tidur dengan posisi miring. Lucunya, dari lahir sampai usia 5 bulanan, Abi paling marah kalo disuruh tidur tengkurap. Bisa teriak lalu nangis.

Terkadang di malam hari, Abi suka nggak sadar tidur miring banget sampe nyaris tengkurap.

Dokter Utami sih sering bilang, Abi yang bobot tubuhnya cukup lumayan (baca : cukup berat) memang agak keberatan pantat untuk tengkurap, tapi pasti bisaa!

Yey, hari itu tiba jugaa… Awal Desember, Abi udah bisa tengkurap sendiri, tapi belum bisa balik lagi. Kita harus bantu dia untuk telentang lagi. 19 Desember 2016, usia Abi 4,5 bulan dia udah bener-bener bisa tengkurap dan telentang sendiri. Senangnya bukan main moms 😀

Nah, sekarang umurnya udah 6,5 bulan telentang tengkurapnya udah jago banget deh. Sekarang hobinya guling-gulingan terus dan selalu menguasai kasur. Lucunya lagi, sekarang dia lebih pules kalau tidurnya tengkurap. Hi hi hi…

Jangan selalu berpatok pada umur dan melihat perkembangan anak lain lalu ngebandingin dengan anak kita moms. Setiap hari pasti ada hal baru yang ditunjukan bayi kita. Dia akan melalui tumbuh dan berkembang dengan prosesnya masing-masing. Dan biarlah proses itu terjadi secara alamiah 🙂

image

XOXO

Icha

Serunya MPASI

MPASI Abi sukses banget nihh… Abi selalu makan apa aja yang dikasih dan selalu habis. Di minggu pertama dan kedua Abi 3x makan. Ini nih jenis-jenis makanan yang dimakan Abi :

-Bubur Beras Merah ASIP
-Buah : Alpukat, Pisang, Pepaya, Jeruk
-Sayur : Brokoli, Wortel, Tomat, Kabocha

Ada beberapa makanan yang Abi kurang suka kaya pisang, tomat, wortel, tapi tetap diabisin tuh 😀

Nah, menjelang 6,5 bulan, Abi mulai makan 4x. Tambahannya adalah bubur saring. Cuma, demi efisiensi waktu karena Abi super nggak sabar kalo kelaperan, aku nggak saring buburnya, tapi aku blender. Hi hi hi… Menurut aku sama aja, soalnya kan intinya adalah bayi dikasi makanan yang teksturnya lembut, diblender kan juga lembut.

Eh iya, sebelum aku share tentang bubur saringnya, aku mau share dulu jadwal makan Abi yang sekarang.

06.00 ASI

08.00 Bubur ASI

10.00 Buah

12.00 Bubur Saring

14.00 Jus Sayur

16.00 ASI

Jamnya sih nggak saklek harus jam segitu, kadang kan kalau Abi bobonya lama bisa aja jam makannya jadi geser. Jadi, disesuaikan aja sih sama keadaan Abi saat itu.

Aku mau sharing sedikit tentang bubur saringnya nih. Intinya sih, aku mau kandungan bubur saringnya lengkap ada karbohidrat (dari nasi), protein (dari ayam, ati ayam, ikan, tahu, tempe, daging), vitamin (dari sayur) supaya kebutuhan nutrisi Abi terpenuhi. Setiap harinya, Abi akan makan bubur saring dengan bahan yang berbeda-beda supaya dia makin kenal banyak rasa dan supaya nggak bosan juga.

Pertama yang harus dilakukan adalah membuat kaldunya terlebih dahulu. Sebenarnya sih nggak harus pakai kaldu, pakai air biasanya juga nggak masalah. Cuma aku pakai kaldu supaya gurih dan Abi lahap makannya.

Bahan Kaldu :
-10 buah ceker ayam
-Air sepanci ukuran sedang

Cara membuat Kaldu :
Rebus air sepanci ukuran sedang. Keprek ceker ayam yang sudah disiapkan, lalu masukan dalam rebusan air di panci. Tutup panci dan biarkan hingga sekitar 1 jam. Lalu, angkat.

Oiya, kaldu ini sekalian bikin banyak untuk beberapa kali makan. Nah, supaya kaldunya nggak keluar masuk kulkas, aku takerin di plastik bening untuk sekali masak dan disimpan di freezer supaya awet. Setiap mau masak dikeluarin satu plastik.

Bahan-bahan :
-1 sendok makan munjung beras merah/putih (aku pakai beras merah karena seratnya tinggi)
-Wortel organic (dikira-kira)
-Brokoli organic (dikira-kira)
-1/2 potong ati ayam
-7 sendok sayur air kaldu

image

image

Kali ini aku menggunakan slow cooker supaya lebih mudah. Lagi-lagi efisiensi, kali ini efisiensi tenaga. Kalau membuat bubur sambil diaduk-aduk gitu repot banget. Apalagi, Abi lagi nggak bisa diem banget, guling-gulingan sana sini, otomatis nggak bisa ditinggal dong. Biar bisa sambil ngerjain yang lain juga.

Cara Membuat :
-Masukkan beras, wortel, brokoli, dan hati ayam pada pot slow cooker. Colokan slow cooker dan biarkan hingga sekitar 4 jam. Banyak yang review slow cooker yang aku pakai merknya Takashi ini katanya lampunya akan mati setelah selesai memasak, tapi kok aku nggak ya. Aku sih paling diliat aja kalo udah cukup lembek, cabut slow cookernya.
-Blender bubur yang sudah dimasak di slow cooker tersebut hingga lunak.
-Siap disantap si kecil deh 🙂

Tadaaaa…. Jadi begini deh

image

Ludes lohh sama Abi 😀

Paling yang perlu jadi note, bahan makanan yang agak keras kaya wortel, brokoli itu dimasukan dari awal nyalain slow cooker. Tapi, kalo kaya bayam, tahu teksturnya kan lembek banget, nah sebaiknya dimasukan sejam sebelum kelar masak di slow cooker jadi nggak terlalu benyek hasilnya.

Semangat MPASI moms!!

Growth Spurt? Apa Sih Itu?

Abi’s First Teeth :D

Dari lahir, Abi itu nggak doyan begadang alias jarang-jarang bangun malem. Pernah pas baru beberapa hari pulang ke rumah, dia bobo sampai 5 jam. Aku ngeri kan jadinya dan was-was kenapa nih anak kok nggak bangun minta mimi susu. Ternyata, memang dasar anaknya yang kuat bobo aja nihhh…

Dari lahir, Abi juga jarang banget nangis. Nggak pernah nangis lama-lama. Paling standar lah, nangis kalau haus, lapar, ngantuk, dan kepanasan. Luar biasa memang anakku… Dari hamil sampai lahir nggak pernah ngerepotin emaknya. Tau aja, kalau Babanya jauh 😀

Tapi suatu ketika, Abi yang nggak doyan begadang dan jarang nangis mendadak rewel banget. Malem bangun tiap dua jam dan maunya nyusu terus. Asli deh, rewelnya beberapa kali lipat dan bikin aku jadi serba salah. Waktu itu malah belum dapet pengasuh, stress lah Ibu Abi.

Nangis terus, mana maunya digendong mulu. Sedangkan, berat badannya lumayan lohhh… Abi di umur 3 bulan itu beratnya 6,5 kilo. Hmmmm, lumayan kalau ngegendong-gendong dia. Udah gitu, malem bangun-bangun terus. Maunya nempel teruuuuss…

Sampe suatu hari nih, pas Abi lagi nangis dengan suara menggelegarnya itu plus mulutnya nganga gede, neneknya Abi nemuin kalau ada bayangan putih di gusi bagian bawah. Yaps, Abi mau tumbuh gigi. Pantesaannnnn…..!

Kadang orang dewasa aja kalau mau tumbuh gigi ada yang kesakitan, bahkan ada yang demam, ada yang gusinya gatel, macem-macem deh. Orang dewasa sih mending masih bisa nahan sakitnya, kalau nggak tahan bisa minum air garam atau paracetamol. Ini anak bayi 3 bulan yang mau tumbuh gigi, kasian banget ngeliatnya 😦 Abi jadi cranky banget. Untungnya, nggak pakai acara sakit atau demam. Dan kondisi seperti itu juga nggak bertahan lama-lama banget, hanya sekitar 2 mingguan.

Oiya, karena mau tumbuh gigi, air liur yang keluar dari mulut Abi juga jadi berlebih. Gusi yang giginya mau tumbuh itu juga mungkin terasa gatel, jadi Abi maunya gigit-gigit sesuatu dan semua benda dimasukan ke mulutnya. Jadi, aku sering kasih dia teether.

abi teeth 2.jpg

Nah, menyiasatinya aku lakukan 2 hal kalau Abi nangis terus :

1.) Menyusui : kegiatan menyusui itu ternyata bisa menenangkan bayi. Bayi bisa ngerasain kehangatan ibunya. Setidaknya, mampu meredakan kegelisahan bayi karena kondisi yang nggak nyaman.

2.) Skin to Skin : ini adalah salah satu cara yang aku gunain untuk menenangkan Abi. Skin to skin itu kondisi dimana kulit Ibu dan kulit bayi bersentuhan. Lebih bagus kalau Ibu dan bayi sama-sama tidak mengenakan baju atau baju yang super tipis. Biasanya aku letakkan Abi di dada dan aku dekap dia. Dia akan merasakan dekapan hangat ibunya.

Menjelang usia 6 bulan, gigi Abi benar-benar udah keliatan keluar.

abi teeth

Nah, mulai belajar gigit-gigit nih. Semua yang masuk ke mulutnya berusaha dia gigit. Bahkan, saat direct breastfeeding denganku dia mulai menggigit putingku. Padahal, selama ini Abi nggak pernah menggigit putingku loh.

Sesakit apapun Abi menggigit putingku, aku nggak boleh teriak karena aku nggak mau Abi berpikir bahwa tindakannya menyakiti aku dan akhirnya dia nggak mau menyusu langsung. Menyiasatinya, kalau Abi sudah mulai menggigit aku akan mengajaknya bicara, “Eh anak pinter Ibu miminya yang pinter yuk…” atau “Abi sayang nggak gigit-gigit ya, Nak..” Sambil aku elus-elus kepalanya dan aku ciumin. Dan Abi pun mulai mengerti. Dia sudah mulai jarang menggigit.

Banyak yang bilang sih mungkin aku sering mengonsumsi kalsium, jadi gigi Abi tumbuh lebih cepat. Tapi, kalau menurut aku sih memang perkembangan anak beda-beda aja. Ada yang cepat tumbuh gigi, ada yang cepat bisa jalan, ada yang cepat bisa merangkak dan sebagainya.

Buat aku, perkembangan Abi sekecil apapun selalu menarik untuk diikuti dan selalu membahagiakan 🙂

XOXO,

Icha

 

[REVIEW] Avent Comfort Single Electric Breastpump

Kali ini aku mau review salah satu sahabat setiaku selama 6 bulan terakhir ini, Avent Comfort Single Electric. Yups, aku bakal ngebahas breastpump yang selalu menemani kegiatan pumping aku, hi hi hi…

20151216_144030

Pas hamil smester akhir, breastpump memang belum jadi prioritas barang yang aku beli untuk persiapan kelahiran si baby. Sampai akhirnya pas lahiran, aku mulai kepikiran buat punya breastpump. Soalnya nih, memerah menggunakan tangan lumayan melelahkan ya 😦

Di RSIA tempat aku lahiran, dipinjemin pompa elektrik merk Medela. Buat aku pribadi sih, Medela ini memang cukup banyak memerahnya, tapi agak sakit sih buat aku. Payudara aku jadi agak perih gitu. Cocok-cocokan kali yaaa… Toh, banyak juga teman-teman aku yang cocok pake Medela.

Aku pun mulai cek-cek breastpump merk lain. Nah, beruntung sahabat suamiku ada yang menghadiahi kami breastpump Avent Philips yang manual. Awal-awal sih, masih oke-oke aja pumping pakai manual, soalnya kan waktu itu susu yang keluar belum terlalu banyak.

Tapi, lama kelamaan aku berpikir sepertinya butuh juga yang elektrik. Sebab, selain efisien waktu bisa efisien tenaga juga. Biar bisa pumping sambil kerja di depan laptop atau sambil main handphone *lah

Awalnya, aku liat review blogger Andra Alodita yang menggunakan breastpump electric Avent Philips. Nah, aku coba cek-cek review di tempat lain, sejauh ini reviewnya positif sih. Buat aku sih yang terpenting breastpump ini nyaman digunakan karena kan digunakan untuk payudara, kalau sakit kan nyiksa banget.

Akhirnya, Tanpa pikir panjang Babanya Abi langsung menjatuhkan pilihan ke Avent Comfort Single Electric. Kenapa yang single bukan yang double? Karena harganya sihhh he he he…*jujur banget.Yang single aja harganya udah Rp. 1.9xx.xxx, lumayan booookk..

Begitu barangnya tiba, langsung di-trial dan memang nyaman ibu-ibu! Aku cucok dehh… Ini beberapa kelebihan breastpump ini menurut aku :

  1. Cupnya dilapisi karet yang lembut dan elastis gitu supaya payudara ibu nyaman. Udah gitu, saat menyedot sama sekali nggak sakit lho.
  2. Cara kerjanya ada dua tahapan. Pertama, saat dinyalakan ada mode untuk massage payudara, mode ini bertujuan menstimulasi payudara agar air susunya mengalir.Kedua, mode untuk penyedotan, di mode ini ada 3 jenis kekuatannya mau sangat pelan, sedang, hingga agak kencang. Buat aku sih, yang agak kencang pun  tidak menyakiti payudara alias nyaman banget.
  3. Bagian-bagian alat pumping ini (terutama bagian botolnya) bisa dilepas, jadi mudah banget kalau mau dicuci.
  4. Breastpump ini ringan banget, jadi nggak ngerepotin kalau mau bawa kemana-mana.
  5. Nggak cuma pakai listrik, breastpump ini juga bisa menggunakan baterai A4 sebanyak 4 buah. Jadi, kalau nggak nemuin aliran listrik, kita masih dapat pumping deh.

Cuma kelemahannya nih dibagian kepala botolnya ada karet yang fungsinya untuk memberikan tekanan untuk menyedot dari payudara ke botol, namanya Valve Natural. Kalau mencucinya nggak hati-hati bisa sobek nih. Kalau Valve Natural ini sobek, udah pasti nggak ada power buat nyedot. Aku udah pernah nih, untung spare part ini mudah ditemukan, jadi begitu sobek bisa langsung diganti.

Buat moms yang mau trial dulu, sekarang banyak sih rental-rental breastpump gitu. Kalau aku sih memang niat beli baru karena buat investasi sekalian sampai nanti adik-adiknya Abi. he he he

Selamat memilih breastpump moms! 🙂

XOXO,

Icha

Pilih Mbak Pengasuh atau Baby Sitter?

Icha