Bronchiolitis Pada Bayi

Setelah 7 bulan kemarin Abi nggak pernah sekalipun sakit, kali ini dia kena batuk pilek. Huhuhu…

Duhh, kena batuk pilek kita yang dewasa gini aja rasanya nggak nyaman, bobo nggak enak, bete deh pokoknya. Nggak kebayang kalo anak bayi yang batpil, huhu kasian banget 😦

Alhamdulillahnya, Abi bukan tipikal anak yang rewel. Sekalipun dia kena batpil dia tetep jadi anak soleh dan super anteng kebanggaan Ibu.

Beberapa hari lalu, kata ncusnya Abi, Abi bersin-bersin beberapa kali terus agak meler. Padahal, dirumah nggak ada yang kena flu. Nah aku keingetan, weekend kemarin main ke rumah omnya Abi, dia baru sembuh flu. Nah, Abi ditidurin dikamarnya yang spreinya belum diganti. Aku yang salah nih, nggak hati-hati banget. Maafin Ibu ya, Nak…

Sebelum semakin parah batpilnya, aku bawa Abi buat massage yang memang khusus buat batpil di mom n jo. Lumayan juga nih harganya Rp. 215.000,- buat sekali treatment dan kurang lebih sekitar 30menit. Awal-awal Abi santai, cuma lama-lama dia nangis dan cranky, mungkin juga karena ngantuk. Cuma abis massage dia langsung tidur pules.

image
Ekspresi bete di massage

Sekitar semingguan Abi sakit batpil aku nggak bawa dia ke dokter. Tapi, aku intens komunikasi sama dokter anaknya dan sahabatku yang dokter. Beberapa hal yang aku lakukan untuk Abi di rumah :
1.) Abi dikasih minum air putih lebih banyak dari biasanya
2.) Abi dikasih ASI lebih banyak dari biasanya
3.) Kalau tidur ditengkurepin atau dimiringin supaya dahaknya naik
4.) Jemur Abi di matahari pagi
5.) Porsi makan agak dikurangin sedikit, takutnya kalau terlalu kenyang dia eneg, batuk-batuk terus muntah
6.) Balur vicks dada dan punggungnya supaya lebih hangat

Setelah aku baca berbagai macam artikel, memang ternyata wajar bayi diatas 6 bulan kena flu. Soalnya, 6 bulan ke belakang kan dia hanya mengonsumsi ASI yang mana bikin daya tahan tubuhnya sangat baik, sehingga nggak pernah sakit. Nah, 6 bulan keatas dia udah mulai makan kan, jadi yg dikonsumsi bukan ASI saja.

Hari ke-9 Abi kena batpil, pileknya sih udah lumayan, tapi batuknya masih grok grok. Kasian kalo udah batuk gitu. Walaupun kalau tidur dia tetep pules sih. Tapi,tiba-tiba aku dapet kabar dari orang rumah kalau suhu badan Abi agak hangat dan dia agak lemes, maunya tidur aja.

Nggak pikir panjang langsung aku bawa ke dokter Utami Roesli. Siang itu jadwalnya dokter Utami untuk kelas laktasi, aku minta tolong banget sama dokter Utami supaya aku bisa disisipin karena Abi nggak mungkin nunggu-nunggu sampai besok. Dokter yang super duper baik itu pun bersedia. Alhamdulillah, makasih ya Allah.

Dokter Utami menduga Abi kena bronchiolitis. Nggak pernah sekalipun aku dengar nama penyakit itu. Dia pun meminta supaya Abi di rontgen paru untuk membuktikan diagnosanya. Dia bilang bahwa kemungkinan besar ada infeksi virus, namun sejauh mana infeksinya itu yang harus segera ditangani.

Setelah menunggu kurang lebih sejam, hasil menunjukan bahwa Abi benar-benar kena bronchiolitis. Ada dua pilihan, rawat jalan dengan minum obat oral atau langsung digempur dengan infus. Dokter Utami sih mengembalikan semua pilihan di aku. Aku mutusin buat dirawat dan digempur dengan infus karena hari itu Abi keliatan makin lemas. Nggak nafsu makan, minum pun nggak begitu banyak. Diapersnya aja nggak diganti beberapa jam masih terasa enteng. Yaaa, Abi dehidrasi 😦

Begitu Abi masuk ruang perawatan, hal pertama yang dilakukan adalah diambil darah. Kasian banget ditusuk sana sini sulit menemukan pembuluh darah Abi karena Abi ternyata mewarisi pembuluh darah Ibunya yang tipis-tipis dan sulit ditemuin. Setelah beberapa kali ditusuk baru nemu dan itu Abi udah pake acara kejer luar biasa.

image

Begitu mau ditusuk buat pasang infus, suster bilang dikasi jeda aja dulu karena nyari pembuluh darahnya lumayan susah. Akhirnya, Abi di nebulizer yang tujuannya buat memperlancar pernafasannya dan supaya dahak-dahaknya mencair, lalu keluar melalui feses.

image

Setelah itu, kembali Abi dicoba untuk pasang infus. Tusukannya berkali-kali, bukan salah suster juga sih, mereka udah try do the best, udah hati-hati banget tapi ya memang pembuluh darah Abi tipis, kecil, dan nggak keliatan. Abi nangisnya udah kejer banget, sulit ditenangkan. Pasti sakit ya, Nak.. Hancur banget ya hati ternyata ngeliat anak digituin. Dannnn… Akhirnya berhasil ditemuin, Alhamdulillah…

Nah, apa sih bronchiolitis itu?
Dokter Utami ngejelasin secara garis besar kalau bronchiolitis itu terjadinya infeksi virus di paru-paru. Abi tertular virus flu dari orang dewasa, mungkin kalau nularnya sesama orang dewasa jadinya flu biasa, cuma kalau nularnya ke bayi jadi lumayan berat ya. Dokter Utami ini bilang virus ini ternyata ga mati hanya dengan ASI bisa karena 2 hal :
1.) Ibunya Abi nggak pernah sakit ini, sehingga nggak punya antibodi terhadap penyakit ini di dalam air susunya.
2.) Air susu ibunya Abi punya antibodi terhadap penyakit ini hanya saja virusnya terlalu kuat nggak cukup dilawan pakai ASI.

Aku browsing-browsing tentang penyakit ini. Jadi, virus menginfeksi saluran udara terkecil yang bercabang dari bronkus (tabung pernapasan utama) di dalam paru-paru bayi. Infeksi ini menyebabkan saluran tersebut meradang dan lendir pun mengumpul di saluran ini, ini yang bikin pernapasan terganggu. Salah satu virus yang bisa menginfeksi saluran ini adalah virus penyebab influenza.

Penangan di rumah sakit selain diberi infus untuk mengatasi dehidrasinya, Abi juga diberikan antibiotik melalui selang infus.

Karena panas Abi naik turun, maka diberikan obat penurun panas. Lalu, diberikan juga obat batuk.

Untuk dahaknya selain di nebulizer, Abi juga diberi fisioterapi. Dada dan punggungnya ditepuk-tepuk sama terapisnya. Ternyata Abi doyan banget, sampe ketiduran. Abis fisioterapi dia pules bobonya. He he he…

Sekarang udah hari ke-3 Abi di rumah sakit, doain cepet sembuh yaaa.. Ibunya nulis blog sambil ngeliat dia yang lagi bobo pules 😀

image

Ayo cepet sembuh, Abidzar… Biar kita cepet pulang ke rumah sayang…

XOXO,

Icha

My First Experience : Donor ASIP

Hai hai..

image

Beberapa saat yang lalu aku sempet posting kalau aku mau mendonorkan ASIP-ku yang telah aku tabung beberapa bulan terakhir ini. Aku merasa freezer ASI milik Abi semakin penuh dan rasanya nggak mungkin Abi minum semuanya. Mau dibuang? Rasanya sangat sayang, karena ada perjuangan di setiap tetesnya dan aku yakin ada bayi-bayi diluar sana yang membutuhkannya.

Aku baru kepikiran soal donor ASI ini setelah merasa udah nggak ada lagi space untuk meletakan ASIP di freezer. Bahkan, ada sekitar 20kantong lebih (kalau ditotal sekitar 2000ml) yang sudah hampir 6 bulan. Aku terpaksa membuangnya.  Sedih dan menyesal rasanya 😦

Setelah berkonsultasi dengan dokter Utami Roesli yang merupakan konselor laktasi aku dan Abi, beliau pun mendorong aku untuk melakukan donor ASI. Aku pun memutuskan untuk menyebarkannya melalui media sosial instagram dan meninggalkan kontakku disana dengan harapan ibu yang bayi-bayinya membutuhkan ASI dapat menghubungiku. Dokter Utami juga membantuku memberi informasi ke pasiennya yang membutuhkan.

Nggak butuh waktu lama, aku menerima banyak line dari ibu-ibu yang membutuhkan. Ada juga ibu yang bayinya merupakan pasien dokter Utami menghubungiku.

Seperti yang pernah aku bilang, ASI-ku bukan yang melimpah yang bisa sampai beratus-ratus mili sekali pumping ataupun stoknya bisa berkulkas-kulkas. Aku mendapatkan stok banyak hasil menabung, itu lah sebabnya aku bilang setiap tetes hasil perjuangan. Kadang banyak kadang sedikit.

Aku hanya menentukan syarat bahwa yang bisa menerima donorku ini adalah bayi laki-laki. Sebab, menurut agamaku yakni Islam, ketika aku menyusui atau memberi susu kepada seorang bayi tandanya bayi tersebut akan menjadi saudara sepersusuan dan haram bila saudara sepersusuan itu menikah. Karena mereka telah menjadi saudara layaknya saudara kandung. Aku jadi nambah anak nih he he he…

Aku memberi donor ke 5 orang bayi :
-bayi usia 15 hari yang sedang dirawat karena sakit batuk
-bayi usia 11 bulan
-bayi usia 2,5 bulan
-bayi usia 8 bulan
-bayi usia 5 bulan

Semuanya laki-laki. Dan ibu mereka memiliki alasan masing-masing mengapa bayi mereka membutuhkan donor. Mereka juga dari berbagai agama yang berbeda. Meskipun aku muslim, aku nggak saklek harus ngasih donor ke bayi yang seagama denganku. Menolong sesama kan tidak harus melihat latar belakannya karena niatku tulus ingin membantu.

Bagiku ibu-ibu dari bayi ini ibu yang sangat luar biasa. Tidak ada yang salah dengan ibu yang meminta donor ASI. Bagiku mereka malaikat yang berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anak yang begitu mereka cintai.

Aku pernah membaca sebuah tulisan, ada seorang Ibu yang sangat sedih dia di judge buruk karena memberi sufor untuk anaknya. Dia hanya bisa memberi ASI beberapa bulan untuk anaknya, tentu itu bukan kemauan dia. Ketika ASI-nya udah nggak keluar lalu dia harus bagaimana? Anaknya tetap harus dapat nutrisi yang terbaik kan? Berhentilah berpikir sempit dengan judge-judge yang menyakiti hati seorang ibu. Semua ibu butuh support hal-hal yang baik.

Tak ada yang salah dengan ibu yang memberi ASI dengan memompanya lalu memberikannya melalui botol, sendok, atau cup feeder.
Tak ada yang salah dengan ibu yang memberi sufor untuk bayinya.
Tak ada yang salah dengan ibu yang memberikan ASI lalu sufor karena bayinya butuh asupan banyak.
Tak ada yang salah dengan ibu yang mendonorkan ASI-nya untuk bayi lain.
Tak ada yang salah dengan ibu yang membutuhkan donor ASI untuk bayinya.

Yang salah adalah judge-judge negatif yang membuat ibu menjadi sedih dan down 😦

Saat ini, aku sedang menabung lagi. Insya Allah kalau Allah memberi rezeki lagi untuk aku dan Abi, kami mau membantu orang lain lagi.

image

Ketika nanti Abi sudah mulai mengerti, aku akan menceritakan padanya, bahwa sejak kecil Abi belajar berbagi, berbagi susu miliknya untuk saudara-saudara yang membutuhkan.

Semua ibu pasti akan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Semangat untuk semua mommy dimanapun berada! :))

XOXO,

Icha

Toilet Training Sedari Dini

Hello….

Seneng banget deh, tanggal 2 Maret kemarin Abi tepat 7 bulan… Nggak berasa, waktu berjalan sangat sangat cepet.

Di usia 7 bulan ini, Abi udah makin pinter. Ekspresi emosional di diri dia udah mulai muncul kaya marah, kesel, ceria, ketawa girang, dan ekspresi-ekspresi lainnya. Uuuuhh, lucuk banget!

Makanya, aku mau mulai ngajarin kebiasaan baik nih ke dia, yaitu TOILET TRAINING. Apa sih toilet training itu dan gimana sih cara melakukannya? Aku sharing sedikit ya 🙂

Jadi, toilet training itu mengajarkan anak kita untuk Buang Air Besar (BAB) atau Buang Air Kecil (BAK) di toilet, bukan di pampersnya. Kalau untuk anak seusia Abi sih, BAK masih di pampers lah ya, soalnya kan BAK-nya cukup sering dan nggak ada tanda yang spesifik kalau mau BAK hihihi..

Awal mulanya nih, diumur Abi ke 6 bulan lebih, neneknya Abi iseng ngedudukin Abi di closet pas Abi lagi ngeden, dannnn… Sukses lho! Abi berhasil BAB di closet.

Setelah itu, aku langsung membeli soft potty seat buat Abi. Kaya gini nihh :

image
Maap yaa di-sensor hi hi hi…

Aku memilih nggak menggunakan potty training. Soalnya, agak rempong kalau harus ngebersihin potty training setiap kali Abi BAB. Nah, kalau soft potty seat ini kan jauh lebih praktis dan mudah membersihkannya.

Berikut-berikutnya, setiap Abi mulai ngeden, aku langsung angkut dia ke toilet dan Alhamdulillahnya selalu sukses. Happy berat 😀

Ini udah hampir 2 minggu Abi toilet training, anaknya malah kaya lebih plong gitu kalau BAB di closet ha ha ha… Sejauh ini sih, dia jarang banget BAB di pampers.

Lucunya, Abi itu kaya udah punya alarm sendiri. Jam biologisnya udah kaya kita yang orang dewasa. Dia bakal bangun jam 5 atau stngah 6 pagi dan langsung pasang ancang-ancang buat ngeden. Langsung deh cussss ke toilet. Jadi, pagi-pagi perutnya udah kosong dan siap nerima makanan lagi deh.

Saat Abi sedang duduk di closet aku selalu memberitahu dia kalau mau BAB dan BAK itu memang harus dilakukan di closet. Aku memang secara rutin mendudukan dia di closet walaupun dia sedang belum ingin BAB. Nggak lupa aku puji-puji dia meskipun dia nggak BAB di closet.

Mungkin bakal banyak yang komen “Aduh kasian Abi ah, masih kekecilan.” Disini yang perlu di-note aku nggak pernah maksain Abi harus BAB di toilet. Aku hanya memberitahu dia bahwa BAB itu di toilet, selanjutnya aku berusaha membiasakan dia untuk BAB di toilet. Harapannya sih jika dia udah bisa ngomong dia akan terbiasa meminta ke toilet kalau mau BAB maupun BAK 😀

Bukannya membiasakan hal baik perlu dimulai sedari dini? :))

image
Dan ini Abi dengan muka kocaknya 🙂

Buat mommy yang mau mencoba toilet training buat baby kesayangannya, good luck! Pasti kita bisa mengajarkan hal baik sedari anak kita masih sangat kecil…

XOXO

Icha