My First Experience : Donor ASIP

Hai hai..

image

Beberapa saat yang lalu aku sempet posting kalau aku mau mendonorkan ASIP-ku yang telah aku tabung beberapa bulan terakhir ini. Aku merasa freezer ASI milik Abi semakin penuh dan rasanya nggak mungkin Abi minum semuanya. Mau dibuang? Rasanya sangat sayang, karena ada perjuangan di setiap tetesnya dan aku yakin ada bayi-bayi diluar sana yang membutuhkannya.

Aku baru kepikiran soal donor ASI ini setelah merasa udah nggak ada lagi space untuk meletakan ASIP di freezer. Bahkan, ada sekitar 20kantong lebih (kalau ditotal sekitar 2000ml) yang sudah hampir 6 bulan. Aku terpaksa membuangnya.  Sedih dan menyesal rasanya 😦

Setelah berkonsultasi dengan dokter Utami Roesli yang merupakan konselor laktasi aku dan Abi, beliau pun mendorong aku untuk melakukan donor ASI. Aku pun memutuskan untuk menyebarkannya melalui media sosial instagram dan meninggalkan kontakku disana dengan harapan ibu yang bayi-bayinya membutuhkan ASI dapat menghubungiku. Dokter Utami juga membantuku memberi informasi ke pasiennya yang membutuhkan.

Nggak butuh waktu lama, aku menerima banyak line dari ibu-ibu yang membutuhkan. Ada juga ibu yang bayinya merupakan pasien dokter Utami menghubungiku.

Seperti yang pernah aku bilang, ASI-ku bukan yang melimpah yang bisa sampai beratus-ratus mili sekali pumping ataupun stoknya bisa berkulkas-kulkas. Aku mendapatkan stok banyak hasil menabung, itu lah sebabnya aku bilang setiap tetes hasil perjuangan. Kadang banyak kadang sedikit.

Aku hanya menentukan syarat bahwa yang bisa menerima donorku ini adalah bayi laki-laki. Sebab, menurut agamaku yakni Islam, ketika aku menyusui atau memberi susu kepada seorang bayi tandanya bayi tersebut akan menjadi saudara sepersusuan dan haram bila saudara sepersusuan itu menikah. Karena mereka telah menjadi saudara layaknya saudara kandung. Aku jadi nambah anak nih he he he…

Aku memberi donor ke 5 orang bayi :
-bayi usia 15 hari yang sedang dirawat karena sakit batuk
-bayi usia 11 bulan
-bayi usia 2,5 bulan
-bayi usia 8 bulan
-bayi usia 5 bulan

Semuanya laki-laki. Dan ibu mereka memiliki alasan masing-masing mengapa bayi mereka membutuhkan donor. Mereka juga dari berbagai agama yang berbeda. Meskipun aku muslim, aku nggak saklek harus ngasih donor ke bayi yang seagama denganku. Menolong sesama kan tidak harus melihat latar belakannya karena niatku tulus ingin membantu.

Bagiku ibu-ibu dari bayi ini ibu yang sangat luar biasa. Tidak ada yang salah dengan ibu yang meminta donor ASI. Bagiku mereka malaikat yang berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anak yang begitu mereka cintai.

Aku pernah membaca sebuah tulisan, ada seorang Ibu yang sangat sedih dia di judge buruk karena memberi sufor untuk anaknya. Dia hanya bisa memberi ASI beberapa bulan untuk anaknya, tentu itu bukan kemauan dia. Ketika ASI-nya udah nggak keluar lalu dia harus bagaimana? Anaknya tetap harus dapat nutrisi yang terbaik kan? Berhentilah berpikir sempit dengan judge-judge yang menyakiti hati seorang ibu. Semua ibu butuh support hal-hal yang baik.

Tak ada yang salah dengan ibu yang memberi ASI dengan memompanya lalu memberikannya melalui botol, sendok, atau cup feeder.
Tak ada yang salah dengan ibu yang memberi sufor untuk bayinya.
Tak ada yang salah dengan ibu yang memberikan ASI lalu sufor karena bayinya butuh asupan banyak.
Tak ada yang salah dengan ibu yang mendonorkan ASI-nya untuk bayi lain.
Tak ada yang salah dengan ibu yang membutuhkan donor ASI untuk bayinya.

Yang salah adalah judge-judge negatif yang membuat ibu menjadi sedih dan down 😦

Saat ini, aku sedang menabung lagi. Insya Allah kalau Allah memberi rezeki lagi untuk aku dan Abi, kami mau membantu orang lain lagi.

image

Ketika nanti Abi sudah mulai mengerti, aku akan menceritakan padanya, bahwa sejak kecil Abi belajar berbagi, berbagi susu miliknya untuk saudara-saudara yang membutuhkan.

Semua ibu pasti akan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Semangat untuk semua mommy dimanapun berada! :))

XOXO,

Icha

Advertisements

2 thoughts on “My First Experience : Donor ASIP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s