READING is FUN :)

Belajar membaca sedari dini?  Pasti ada yang comment “ahh emang perlu?” atau “ahh emang udah bisa?” atau “”jangan maksain dong kan kasian masih kecil!”

Eiiittss, tunggu dulu.. Mungkin mommy-mommy harus mampir ke tempat yang satu ini. Namanya, Reading is Fun. Tempat apa sih itu? Sesuai dengan namanya, di tempat ini anak-anak kita akan diajarkan untuk menyukai kegiatan membaca dan belajar membaca dengan cara yang sangat fun.

Weekend kemarin, weekend yang benar-benar produktif nih karena Abidzar  mendapat kesempatan untuk mengikuti trial class yang tentu saja untuk anak yang seusianya. Sekali lagi mom, TANPA PAKSAAN 😀

Begitu masuk ke tempat ini, kita akan melihat banyak sekali buku untuk anak-anak. Dekorasinya juga khas anak-anak dengan banyak mainan. Menarik  dan nyaman sekali untuk anak-anak.

Sejujurnya, selama ini aku jarang sekali mengenalkan buku pada Abi karena pada dasarnya aku sendiri kurang suka membaca. Hmmmm, salah nih aku. Harusnya, budaya membaca buku itu dimulai sedari dini. Sebelum trial class dimulai, aku ajak Abi membaca buku dulu. Ternyata, Abi cukup tertarik dengan buku loh.

Nah, mulai deh trial class-nya. Dalam class trial tersebut Abi hanya berdua dengan bayi yang berusia 15 bulan. Karena masih trial dan tahapan awal banget, anak-anak boleh ditemani. Orang tua bisa sekaligus melihat seperti apa kondisi di dalam kelas dan metode pengajarannya.

Semua materi disampaikan dalam bahasa Inggris yang menurut aku memang sangat penting di era globalisasi sekarang ini *tsaaahh

Kelas dibuka dengan perkenalan dan nyanyi-nyanyi lagu anak-anak berbahasa Inggris. Anak-anak juga sambil memegang alat musik seperti gendang dan bel. Lagu-lagunya pun nggak asing sih karena dirumah aku juga sering mengajarkan lagu anak-anak berbahasa Inggris kaya “Wheels on The Bus” atau “If You’re Happy”. Jadi, begitu Abi mendengar lagu tersebut dinyanyikan, Abi senyum-senyum, hi hi hi..

Liat videonya disini yuk, biar bisa liat suasana di kelasnya 😀

Sesi selanjutnya, anak-anak mulai dikenalkan dengan tulisan namanya, tulisan nama hari, tulisan tanggal, tulisan nama bulan, tulisan tahun, dan tulisan keadaan cuaca. Kalau aku bilang sih ini menstimulasi anak untuk mendengar, melihat lalu pada akhirnya berbicara. Diusia Abi yang menginjak 10 bulan ini, Abi sudah mulai merespon apa yang kita bicarakan, makanya stimulasi  untuk belajar membaca seperti ini sangat penting. Dia juga sudah mulai meniru apa yang dilakukan orang dewasa. Misalnya, kakeknya sering sekali minum di depan dia, lalu bersuara “ahhh…”, Abi pun mulai menirunya. Setelah minum, Abi sering bersuara “ahhh..”, lucunyaa… Makanya, mengajarkan hal-hal untuk mencintai budaya membaca seperti yang dilakukan di Reading is Fun sangat perlu.

Sesi selanjutnya, anak-anak diajarkan satu demi satu kata dengan sebuah card bertuliskan kata tersebut. Misalnya, kata “CLAP”. Ada 3 buah card yang ditunjukan pada anak-anak. Card pertama adalah card yang hanya bertuliskan “CLAP”. Card kedua adalah card yang disampingnya bisa ditarik lalu muncul sebuah gambar orang yang sedang tepuk tangan. Card ketiga adalah card yang begitu dibuka ada beberapa orang yang sedang bertepuk tangan. Lalu dicontohkan “CLAP” itu seperti apa. Beberapa kata lain seperti “ARMS”, “ARMS UP”lawannya “ARMS DOWN”. Selain card itu dibaca, anak-anak juga harus mencontohkan gerakannya.

Lalu diajarkan juga mengenal berbagai warna yang tentunya diberikan contoh warna lalu disebutkan warna apa dan tulisannya. Pengajar yang disapa “Miss” juga menyampaikan materi dan mengajak bernyanyi sambil bersemangat.

Simak lagi videonya yuk..

Ada 4 jenis kelas yang ditawarkan di Reading is Fun. Kelas-kelas ini dibagi berdasarkan usia anak dan ditujukan untuk anak usia 6 bulan hingga 9 tahun.

  • Your Baby Can Read – Playgroup (6-18 bulan)
  • Your Baby Can Read – Nursery (18 bulan-3 tahun)
  • Your Child Can Read (3-5 tahun)
  • Reading Rocket Book Club (4-6 tahun dan 7-9 tahun)

Setelah mengikuti kelas ini, bahkan katanya ada anak 1 tahun sudah bisa baca loh. Wahhh, super keren!

Oiya, nggak harus ikutan kelas kok, kalau hanya sekadar ingin mengajak anak-anak membaca boleh juga karena memang tersedia koleksi buku anak-anak yang cukup banyak.

Namanya anak-anak, pasti ada kalanya mereka boring dan ogah buat nyimak materi atau nggak mau belajar. Itu hal yang lumrah kok Mom. Tugas kita adalah memberi yang terbaik untuk anak tercinta 😀

Kalau mau tau info lengkap tentang Reading is Fun, bisa langsung dateng ke :

Jl. Kerinci III No. 9, Kebayoran, Jaksel

Ph. 021-7221584

Atau bisa cek instagram mereka di @babycanlearn atau @readingisfun_jakarta

Semoga bermanfaat Mommy! 🙂

 

XOXO,

Icha

Advertisements

#JapanTrip PART 2 : TOKYO

Keseruan terus berlanjuuut…

DAY 4 – TOKYO DISNEY SEA

Di Tokyo, kami juga menginap di sebuah apartment yang juga dilengkapi dengan dapur. Jadi, makanan Abi, amaaannn…Apartment kami juga cukup strategis, dekat dengan stasiun dan banyak tempat makan di sekitarnya. Nama daerahnya, Okubo.

Hari pertama di Tokyo, kami langsung mengunjungi TOKYO DISNEY SEA, yang berada di kawasan TOKYO DISNEY RESORT. Disana ada juga TOKYO DISNEYLAND, tapi berhubung kita udah pernah ke DISNEYLAND yang di Hongkong, kita pikir nggak jauh beda lah, makanya TOKYO DISNEY SEA yang jadi pilihan kali ini. Ahhh, selalu jatuh cinta sama semua hal berbau Disney.  Harga tiketnya memang terbilang mahal 7400 yen per orang atau sama dengan sekitar Rp. 880.000,- lumayan mahal kan? Tapi, begitu masuk, hmmm yahhh sangat worth it! Bangunan-bangunannya super keren dan bikin takjub.

TOKYO DISNEY RESORT dibangun disebuah kawasan yang sangat luas, bahkan mereka memiliki kereta sendiri, untuk menuju ke masing-masing tempat. Dari stasiun, kami menaiki kereta Disney tersebut untuk menuju TOKYO DISNEY SEA.

Berhubung bawa si bayik, aku nggak sempet mencoba wahana-wahananya karena antrian tiap wahana juga cukup panjang. Adikku aja yang akhirnya jalan sendirian untuk keliling mencoba wahana disana. Aku, Abi, mama, dan papaku hanya berjalan-jalan, berfoto-foto, dan sesekali memasuki toko souvernir karena barang-barang yang dijual, meskipun cukup mahal tapi sangat menggemaskan. Ini nih sebagian foto kami disana. Totally happy!

Lagi ahh…

Kami juga sempat makan di salah satu resto-nya yaitu Cafe Potofino, makanannya enak dan bentuknya lucu-lucu deh 🙂

 

DAY 5 – TOKYO, HARAJUKU

Kami memulai perjalanan menuju pusat kota Tokyo untuk naik Hato Bus. Buat yang belum tau Hato Bus, Hato Bus adalah bus tingkat yang akan membawa kita berkeliling Tokyo selama kurang lebih 1 jam. Kita akan dijelaskan juga mengenai beberapa tempat di Tokyo.Cuma hari itu tiket Hato Bus sudah habis sehingga bisa beli tiket untuk besok hari. Sayangnya lagi, Abi belum boleh ikutan karena yang boleh ikutan mulai dari toddler 4 tahun ke atas. Hiks! Akhirnya, besok cuma mama, papa dan adikku yang naik Hato Bus.

IMG_2051
Nggak bisa naik, foto di depannya aja deh 😀

Kami berfoto-foto di stasiun Tokyo yang arsitektur bangunannya keren banget. Kaya bangunan kuno gitu tapi klasik dan kokoh.

Lalu, kami melanjutkan naik MRT lagi ke…… HARAJUKU! Yuhuuuu… Ini yang paling ditunggu-tunggu karena it’s shopping time, ha ha ha.. Kami menelusuri Harajuku seharian. Hmmmm, lumayan bikin kalap deh. GAP yang di Jakarta mahalnya ampun-ampunan, disana lagi diskon 50% all item. Terus, kita telusurin jalannya masuk-masuk gitu, ehh ternyata toko sepatu semua dan sepatunya keren-keren. Kalau hoki bisa dapet yang diskonan juga. Aihhh gimana nggak kalap kann…

 

Belum lengkap rasanya kalau ke Jepang nggak makan Sushi. Kami menutup malam dengan makan malam sushi. Nah, Sushi Nova katanya salah satu yang enak di Harajuku, harganya pun nggak lebay. Kita tinggal pesen di komputer yang ada di depan kita lalu Sushi pun akan tiba melalui sushi train. Itu loh sushi-nya berjalan di atas rel gitu. Daaann.. Enakkkkk! Aduh ternyata memang sushi di Jakarta rasanya berubah ya, jadi males makan sushi di Jakarta ha ha ha.. *sombonggg

 

DAY 6 – TOKYO, GINZA, SHIBUYA, HARAJUKU

Karena sudah pesan tiket Hato Bus, kami memulai perjalanan hari ini menuju pusat Tokyo kembali. Mama, papa, dan adikku menaiki Hato Bus selama sekitar sejam. Aku dan Abi hanya berjalan-jalan disekitar tempat tunggunya.

Terus, kami menuju Ginza. Mau liat-liat aja sih kaya apa sih Ginza itu. Ginza itu daerah yang terkenal membuat Tokyo Banana, cemilan kaya bolu pisang yang banyak dijadikan oleh-oleh dari Jepang. Disana, banyak pertokoan dengan brand-brand high class.

IMG_2070

Kami lanjut menuju Shibuya untuk berfoto di Hachicko Statue.

Selanjutnya, kami menuju Harajuku. Again? ya ya ya…. ha ha ha… Harajaku dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Shibuya. Cuma sayangnya. cuaca hari itu gerimis dan agak dingin. Jadi, kami berjalan sambil sibuk memegang kantong belanjaan plus payung. Oiya, kami mengunjungi Tintin Store di Harajaku karena mama dan adikku penggemar berat Tintin.

 

DAY 7 – Back to Jakarta

Yaaaa, liburan cepat banget berlalu. Tau-tau kami sudah harus kembali ke Jakarta. Karena pesawat kami siang, kami sudah harus menuju bandara pagi hari karena perjalanan ke Haneda lumayan jauh dari tempat kami menginap.

Eh iya, ini bagian depan apartmen tempat kami menginap di daerah Okubo.

IMG_2406.JPG

Kalau mau tau kamar dan fasilitasnya, silakan, klik disini

Saat perjalanan menggunakan subway, sempat transit di Akihabara. Sempet foto dari subway 😀

IMG_2409

Tiba di Haneda…

Aku sih betah banget di Jepang, selain udaranya nyaman dan sejuk banget, negaranya bersih. Orang-orangnya juga sangat ramah dan murah senyum. Kaya misalnya, saat Abi teriak-teriak di subway, mereka sama sekali nggak ngerasa keganggu atau marah, mereka malah senyum, kadang ketawa liat tingkah Abi. Lain halnya dengan seorang bule di samping meja kami, saat kami sedang makan. Abi teriak-teriak dan bule tersebut melirik ke arah kami dengan tatapan nggak suka. Aku terpaksa membawa Abi keluar dari tempat makan. Mereka ramah banget sama anak-anak. Nih liat nih, Abi aja sampe senyum-senyum centil pas digodain penjaga toko ha ha ha..

 

Kesulitan aku selama disana adalah aku nggak bisa menyusui Abi di public area. Hmmmm, cerita lengkapnya bisa dilihat disini #JapanTrip Sulitnya Menyusui di Public Area

 

XOXO,

Icha

#JapanTrip PART 1 : OSAKA & Tips Naik Pesawat dengan Bayi

Ibu dan Abi hadir lagi.. Kali ini kami mau cerita keseruan kamu trip minggu lalu. Yeyyyy! Kalau yang udah sempat intip instagram aku, pasti udah tau kami kemana. Yapp, ke Negeri Sakura alias Jepang….

Gimana perjalanan kami? SERUUUUUU…..

Membawa bayi 9 bulan di travelling kali ini, jadi sebuah tantangan tersendiri buat aku. Pertama, kita harus mikirin makannya. Kedua, dia udah mulai nggak bisa diem. Ketiga, kekhawatiran kita takut dia sakit lah, takut dia kecapean lah, takut kepanasan, takut kedinginan, dan ketakutan-ketakutan lainnya. Tapi, ternyata semua dapat terlewati.

DAY 1 – SHINSAIBASHI

Kami take off dari Bandara Soekarno – Hatta tanggal 30 April 2016 jam 21.10, nah otomatis kita harus berangkat jauh lebih awal. Aku pesan Uber jam 18.00, udah nunggu sekitar 20 menit supir Uber-nya ngebatalin gitu aja. Pesan lagi, langsung dapat sekitar jam 18.40 kita sudah berangkat menuju bandara. Ehhh, ada-ada aja, ban mobil Uber yang kita naiki kempes dan harus diganti dengan ban cadangan, yang mana supirnya nggak ngerti apa-apa. Kita udah pasrah banget dengan kemungkinan terburuk ketinggalan pesawat. Masalahnya, itu kita sedang di tol dan nggak memungkinkan pesan taksi via telepon. Beruntung, ada sebuah taksi kosong yang melipir ke tempat kita. Langsung buru-buru pindahin koper dan ngebut ke bandara. Untungnya, nggak terlalu macet. Begitu sampai bandara dan mau check in, ada lagi. Ternyata ketentuan di semua maskapai, masing-masing orang boleh membawa 2 koper yang masing-masing beratnya maksimal 23 kg. Kami hanya membawa 2 koper besar yang satu koper untuk berdua. Beratnya melebihi 23 kg. Kami harus memindahkan sebagian barang kami ke kardus yang di berikan maskapai tersebut. Begitu selesai, kami langsung buru-buru menuju gate karena ternyata sudah boarding. Fuiiihhh..

Perjalanan 7 jam Jakarta – Tokyo (Haneda), alhamdulillah dapat dilalui dengan mulus. Apalagi perjalanannya kan  malem, dimana itu waktu tidur dia. Sempet bangun sekitar sejaman sih, ngajak main, tapi akhirnya tidur lagi. Abi pinter nggak pakai acara rewel apalagi nangis sepanjang perjalanan. Dia kalau ngantuk tidur, kalau laper mimik, kalau mau main dia bangun, emang sih nggak bisa diem, tapi at least dia nggak ganggu penumpang lain dengan tangisan.  Hi hi hi…

Setelah jeda sekitar 1 jam, kami  melanjutkan kembali perjalanan menuju Osaka dengan pesawat. Kami memang memulai Japan Trip ini di Osaka karena adikku stay disana. Baru setelah dari Osaka, kami ke Tokyo. Perjalanan ke Osaka kurang lebih sekitar 1 jam. Di pesawat, Abi sambil disuapi bubur beras merah yang dibawa dari Jakarta. Dia sukses makan dengan lahap. Kali ini juga aman karena saat take off, walaupun dia nggak mau disusuin, dia tetap tenang. Nah, saat landing, dia berhasil bobo dengan pulesnya.

And finally, we meet Abi’s Uncle…. Yipiieeee…!

13151766_10206235242189331_1245304344969839884_n
@Osaka International Airport

Sebelum naik subway menuju apartemen tempat kami menginap, kami mencoba es krim keluarannya Glico. Kita kan taunya kalau di Indonesia Glico ngeluarin snack, yang terkenal adalah Pocky. Disini, kita bisa temukan es krimnya. Enaaaakkkkk.. Abi aja doyan lohhh..

 

Beberapa tips naik pesawat untuk bayi 9 bulan dari aku :

1.) Bawa makanan dan cemilan : ini supaya si bayi nggak kelaperan dan lumayan bisa ngalihin perhatian dia supaya nggak terlalu banyak bergerak kesana kemari.

2.) Bawa mainan : bawa beberapa mainan yang nggak makan tempat, ini juga buat ngalihin perhatian dia supaya nggak terlalu banyak gerak. Kalau aku sih bawa teether karet buat dia gigit-gigit.

3.) Setel Video Anak-anak/kartun : maskapai yang aku naikin bisa setel video, aku setel film-film kartun  karena kan bayi 9 bulan keatas udah mulai ngerti dengan gambar-gambar dan itu lumayan membuat Abi memperhatikan kesana. Walaupun kalau dia udah mulai bosan dia bakal bergerak kesana kemari lagi.

Perjalanan terus berlanjut. Kami langsung menuju daerah tempat kami menginap, yaitu Shinsaibashi. Setelah menaroh koper kami menuju area pertokoan Shinsaibashi. Duuuhhh, banyak yang menggoda nih 😀

Oiya, kami menginap di sebuah apartment yang kami pesan dari Airbnb(www.airbnb.com)  yang sangat recommended broooohhhh.. Nyaman banget buat yang bawa bayi karena feels like home pastinya. Aku happy karena jadinya bisa masak buat makanan Abi.

Di area pertokoan Shinsaibashi, kanan kiri toko yang bikin pengen mampir. Banyak banget toko yang jual pernak-pernik yang bagus-bagus dengan harga bersahabat, pas banget buat oleh-oleh. Di tempat ini, lumayan padet orang, apalagi lagi golden week juga, yang katanya anak-anak sekolah pada libur. Wisatawan juga banyak, sering kita temuin orang-orang yang ngomong dalam bahasa Indonesia. ha ha ha…

Nah, ini nih, katanya belum afdol kalau ke Osaka nggak foto di depan billboardnya Glico :p

13166096_10206240951812068_5073283840495515994_n

Duhh, baru hari pertama masa belanjaan udah banyak sihhh hi hi hi…

DAY 2 – KYOTO

Perjalanan kami hari kedua ini, adalah ke Kyoto. Sebuah kota yang sangat indah menurutku. Oiya, saat perjalanan ke Kyoto ini, papaku kehilangan kameranya. Dia lupa saat ke toilet di sebuah stasiun lalu meletakannya, setelah selesai nggak diambil lagi. Kami udah cukup jauh meninggalkan Shinsaibashi, alhasil aku, Abi, mama dan papaku meneruskan perjalan ke Kyoto, hanya adikku yang akan kembali ke stasiun tersebut lalu untuk mengecek apakah kamera masih ada, lalu baru menyusul ke Kyoto.

Sesampainya di Kyoto sudah cukup siang dan kami sudah cukup lapar. Kami pun berjalan mencari sebuah tempat makan yang cukup populer, yaitu HALAL RAME GION NARITAYA. Seperti namanya, ramen disini memang halal dan rasanya enak. Yang membuat semakin takjub, disediakan juga mushola di dalam tempat makannya. Ternyata, yang punya adalah seorang muslim.

IMG_1937

Setelah, isi perut kami menuju ke sebuah Temple. Namanya, Kiyozumi Dera. Aduhhh, indah banget. Sayangnya, karena aku bawa bayi, aku nggak sempat naik hingga ke atas karena temple tersebut banyak tangga-tangganya. Aku dan Abi menunggu dibawah deh.

Ini beberapa foto kami di Kyoto. Pemandangannya indah dan bangunannya pun indah.

Foto sama Geisha dulu ah..

IMG_2380.JPG

 

DAY 3 – OSAKA to TOKYO

Perjalanan hari ketiga ini, kami akan berangkat lagi ke Tokyo dengan menggunakan pesawat. Kali ini kami mendarat di Narita, dimana Narita ini cukup jauh dari pusat kota Tokyo.

Ini foto di depan apartement kami di Osaka.

Kalau mau liat kaya apa kamarnya, klik disini 

Pertama kali kami masuk, apartmentnya masih dalah keadaan berantakan. Kayanya, setelah penyewa sebelum kami keluar, pemiliknya belum sempat membersihkan. Nah, begitu kami complain, pemiliknya langsung gercep alias gerak cepat untuk datang dan membersihkannya. Sangat recommended!

Oiya, sebelum terbang ke Tokyo, kami punya waktu sekitar 2 jam. Setelah check in, kami memutuskan mengunjungi Rinku hanya satu stasiun dari bandara di Kansai, Osaka. Di Rinku ada sebuah premium outlet yang cukup besar. Sayangnya, karena Abi agak rewel karena ngantuk aku nggak terlalu sempat liat-liat deh hiks hiks.. Aku hanya sempat masuk 1 outlet dan itu pun buru-buru.

IMG_1941
@Stasiun Rinku

Perjalanan kami di Tokyo, di Japan Trip PART 2 yaaa….

 

XOXO,

Icha