#JapanTrip PART 1 : OSAKA & Tips Naik Pesawat dengan Bayi

Ibu dan Abi hadir lagi.. Kali ini kami mau cerita keseruan kamu trip minggu lalu. Yeyyyy! Kalau yang udah sempat intip instagram aku, pasti udah tau kami kemana. Yapp, ke Negeri Sakura alias Jepang….

Gimana perjalanan kami? SERUUUUUU…..

Membawa bayi 9 bulan di travelling kali ini, jadi sebuah tantangan tersendiri buat aku. Pertama, kita harus mikirin makannya. Kedua, dia udah mulai nggak bisa diem. Ketiga, kekhawatiran kita takut dia sakit lah, takut dia kecapean lah, takut kepanasan, takut kedinginan, dan ketakutan-ketakutan lainnya. Tapi, ternyata semua dapat terlewati.

DAY 1 – SHINSAIBASHI

Kami take off dari Bandara Soekarno – Hatta tanggal 30 April 2016 jam 21.10, nah otomatis kita harus berangkat jauh lebih awal. Aku pesan Uber jam 18.00, udah nunggu sekitar 20 menit supir Uber-nya ngebatalin gitu aja. Pesan lagi, langsung dapat sekitar jam 18.40 kita sudah berangkat menuju bandara. Ehhh, ada-ada aja, ban mobil Uber yang kita naiki kempes dan harus diganti dengan ban cadangan, yang mana supirnya nggak ngerti apa-apa. Kita udah pasrah banget dengan kemungkinan terburuk ketinggalan pesawat. Masalahnya, itu kita sedang di tol dan nggak memungkinkan pesan taksi via telepon. Beruntung, ada sebuah taksi kosong yang melipir ke tempat kita. Langsung buru-buru pindahin koper dan ngebut ke bandara. Untungnya, nggak terlalu macet. Begitu sampai bandara dan mau check in, ada lagi. Ternyata ketentuan di semua maskapai, masing-masing orang boleh membawa 2 koper yang masing-masing beratnya maksimal 23 kg. Kami hanya membawa 2 koper besar yang satu koper untuk berdua. Beratnya melebihi 23 kg. Kami harus memindahkan sebagian barang kami ke kardus yang di berikan maskapai tersebut. Begitu selesai, kami langsung buru-buru menuju gate karena ternyata sudah boarding. Fuiiihhh..

Perjalanan 7 jam Jakarta – Tokyo (Haneda), alhamdulillah dapat dilalui dengan mulus. Apalagi perjalanannya kan  malem, dimana itu waktu tidur dia. Sempet bangun sekitar sejaman sih, ngajak main, tapi akhirnya tidur lagi. Abi pinter nggak pakai acara rewel apalagi nangis sepanjang perjalanan. Dia kalau ngantuk tidur, kalau laper mimik, kalau mau main dia bangun, emang sih nggak bisa diem, tapi at least dia nggak ganggu penumpang lain dengan tangisan.  Hi hi hi…

Setelah jeda sekitar 1 jam, kami  melanjutkan kembali perjalanan menuju Osaka dengan pesawat. Kami memang memulai Japan Trip ini di Osaka karena adikku stay disana. Baru setelah dari Osaka, kami ke Tokyo. Perjalanan ke Osaka kurang lebih sekitar 1 jam. Di pesawat, Abi sambil disuapi bubur beras merah yang dibawa dari Jakarta. Dia sukses makan dengan lahap. Kali ini juga aman karena saat take off, walaupun dia nggak mau disusuin, dia tetap tenang. Nah, saat landing, dia berhasil bobo dengan pulesnya.

And finally, we meet Abi’s Uncle…. Yipiieeee…!

13151766_10206235242189331_1245304344969839884_n
@Osaka International Airport

Sebelum naik subway menuju apartemen tempat kami menginap, kami mencoba es krim keluarannya Glico. Kita kan taunya kalau di Indonesia Glico ngeluarin snack, yang terkenal adalah Pocky. Disini, kita bisa temukan es krimnya. Enaaaakkkkk.. Abi aja doyan lohhh..

 

Beberapa tips naik pesawat untuk bayi 9 bulan dari aku :

1.) Bawa makanan dan cemilan : ini supaya si bayi nggak kelaperan dan lumayan bisa ngalihin perhatian dia supaya nggak terlalu banyak bergerak kesana kemari.

2.) Bawa mainan : bawa beberapa mainan yang nggak makan tempat, ini juga buat ngalihin perhatian dia supaya nggak terlalu banyak gerak. Kalau aku sih bawa teether karet buat dia gigit-gigit.

3.) Setel Video Anak-anak/kartun : maskapai yang aku naikin bisa setel video, aku setel film-film kartun  karena kan bayi 9 bulan keatas udah mulai ngerti dengan gambar-gambar dan itu lumayan membuat Abi memperhatikan kesana. Walaupun kalau dia udah mulai bosan dia bakal bergerak kesana kemari lagi.

Perjalanan terus berlanjut. Kami langsung menuju daerah tempat kami menginap, yaitu Shinsaibashi. Setelah menaroh koper kami menuju area pertokoan Shinsaibashi. Duuuhhh, banyak yang menggoda nih πŸ˜€

Oiya, kami menginap di sebuah apartment yang kami pesan dari Airbnb(www.airbnb.com)  yang sangat recommended broooohhhh.. Nyaman banget buat yang bawa bayi karena feels like home pastinya. Aku happy karena jadinya bisa masak buat makanan Abi.

Di area pertokoan Shinsaibashi, kanan kiri toko yang bikin pengen mampir. Banyak banget toko yang jual pernak-pernik yang bagus-bagus dengan harga bersahabat, pas banget buat oleh-oleh. Di tempat ini, lumayan padet orang, apalagi lagi golden week juga, yang katanya anak-anak sekolah pada libur. Wisatawan juga banyak, sering kita temuin orang-orang yang ngomong dalam bahasa Indonesia. ha ha ha…

Nah, ini nih, katanya belum afdol kalau ke Osaka nggak foto di depan billboardnya Glico :p

13166096_10206240951812068_5073283840495515994_n

Duhh, baru hari pertama masa belanjaan udah banyak sihhh hi hi hi…

DAY 2 – KYOTO

Perjalanan kami hari kedua ini, adalah ke Kyoto. Sebuah kota yang sangat indah menurutku. Oiya, saat perjalanan ke Kyoto ini, papaku kehilangan kameranya. Dia lupa saat ke toilet di sebuah stasiun lalu meletakannya, setelah selesai nggak diambil lagi. Kami udah cukup jauh meninggalkan Shinsaibashi, alhasil aku, Abi, mama dan papaku meneruskan perjalan ke Kyoto, hanya adikku yang akan kembali ke stasiun tersebut lalu untuk mengecek apakah kamera masih ada, lalu baru menyusul ke Kyoto.

Sesampainya di Kyoto sudah cukup siang dan kami sudah cukup lapar. Kami pun berjalan mencari sebuah tempat makan yang cukup populer, yaitu HALAL RAME GION NARITAYA. Seperti namanya, ramen disini memang halal dan rasanya enak. Yang membuat semakin takjub, disediakan juga mushola di dalam tempat makannya. Ternyata, yang punya adalah seorang muslim.

IMG_1937

Setelah, isi perut kami menuju ke sebuah Temple. Namanya, Kiyozumi Dera. Aduhhh, indah banget. Sayangnya, karena aku bawa bayi, aku nggak sempat naik hingga ke atas karena temple tersebut banyak tangga-tangganya. Aku dan Abi menunggu dibawah deh.

Ini beberapa foto kami di Kyoto. Pemandangannya indah dan bangunannya pun indah.

Foto sama Geisha dulu ah..

IMG_2380.JPG

 

DAY 3 – OSAKA to TOKYO

Perjalanan hari ketiga ini, kami akan berangkat lagi ke Tokyo dengan menggunakan pesawat. Kali ini kami mendarat di Narita, dimana Narita ini cukup jauh dari pusat kota Tokyo.

Ini foto di depan apartement kami di Osaka.

Kalau mau liat kaya apa kamarnya, klik disini 

Pertama kali kami masuk, apartmentnya masih dalah keadaan berantakan. Kayanya, setelah penyewa sebelum kami keluar, pemiliknya belum sempat membersihkan. Nah, begitu kami complain, pemiliknya langsung gercep alias gerak cepat untuk datang dan membersihkannya. Sangat recommended!

Oiya, sebelum terbang ke Tokyo, kami punya waktu sekitar 2 jam. Setelah check in, kami memutuskan mengunjungi Rinku hanya satu stasiun dari bandara di Kansai, Osaka. Di Rinku ada sebuah premium outlet yang cukup besar. Sayangnya, karena Abi agak rewel karena ngantuk aku nggak terlalu sempat liat-liat deh hiks hiks.. Aku hanya sempat masuk 1 outlet dan itu pun buru-buru.

IMG_1941
@Stasiun Rinku

Perjalanan kami di Tokyo, di Japan Trip PART 2 yaaa….

 

XOXO,

Icha

Advertisements

2 thoughts on “#JapanTrip PART 1 : OSAKA & Tips Naik Pesawat dengan Bayi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s