Jadi Ibu Rumah Tangga, Nggak Masalah! :)

Hai All….

Bulan ini sangat nggak produktif nulis nih karena lumayan sibuk ngurus Abi. He he he…

Finally, setelah pemikiran yang puanjaaanggg…. Diskusi sama suami dengan pertimbangan ini itu, aku berhasil membuat sebuah keputusan besar, RESIGN dari kantor. Ini bukan hal yang mudah buat aku, soalnya dari awal bahkan sebelum lulus kuliah, aku udah terbiasa kerja. Keputusan ini aku buat karena berbagai pertimbangan. Pertama, kondisi kantor  dengan lingkungan yang lebih sering justru bikin aku stress, pekerjaan yang menumpuk nggak kelar-kelar bahkan sampai akhir pekan, waktu buat Abi yang semakin sedikit karena di rumah pun tetap harus kerja, dan ini poin yang paling utama nih, nggak terlalu percaya ngasih ke ncus-nya Abi untuk megang Abi.

Abi kan udah semakin gede, dia udah semakin ngerti, diajarin sekali bisa cepat nangkep, bahaya banget kalau membiarkan dia di tangan orang lain yang aku nggak yakin bisa bikin dia makin berkembang. Sebenernya sih lebih kepada setiap orang tua kan punya pola pengasuhan sendiri buat anak-anaknya, aku maunya si ncus mengikuti apa yang aku sudah atur, tapi kenyataannya dia sering  membantah dan nggak mau dengerin aku. Hmmmm, mungkin dia ngerasa aku baru anak kemarin sore, sedangkan dia udah sangat berpengalaman.

Misalnya gini, aku concern banget terhadap sebuah “kebiasaan”. Aku mau Abi tau bahwa makan itu harus duduk di kursinya. Kalau neneknya Abi di rumah sih, sesekali didudukin, tapi kalau nggak Abi makan sambil digendong-gendong. Efeknya adalah saat aku dirumah dan mendudukan Abi di kursi makannya, Abi seringkali nggak mau makan. Begitu digendong baru mau makan. Saat aku bilang ke dia kenapa nggak didudukan, dia selalu bilang biar cepat dan biar nggak berantakan. Heiiii, aku lebih pilih berantakan sih, supaya Abi belajar proses makan seperti apa dan bagaimana.

Hal lainnya, Abi jarang banget dibiarkan bermain di karpet  kamar atau di lantai. Dia lebih senang menggendong terus-menerus.  Padahal, menurut aku usia jelang setaun kemarin itu adalah waktunya anak mengeksplor apa yang ada di sekitarnya. Aku senang melihat Abi merangkak kesana kemari, lalu memegang segala macem. Apa sih yang ditakutin? Takut kotor? Bisa dibersihkan. Takut jatuh? Bisa diawasi. Takut pegang segala macam? Bisa diberitahu lalu dialihkan yang lain. Apalagi yang ditakutkan?

Banyak hal-hal lain yang aku nggak sepaham dan ujung-ujungnya bikin aku gondok sendiri. Di “golden age” Abi ini, aku ingin dia menjadi anak yang tumbuh dengan baik, mampu mengeksplor segala hal, tahu segala hal, dan menjadi lebih baik segala-galanya. Makanya akhir Juli lalu  aku putuskan, aku sendiri yang akan melakukan yang terbaik untuk Abi. Pertengahan Agustus kemarin, aku pulangkan ncus-nya Abi ke yayasannya. 

Ternyata, menjadi ibu rumah tangga sangat menyenangkan. Kalau sebelumnya, banyak hal yang aku harus lewatkan karena sebagian besar waktuku habis di kantor dan jalanan yang macet, kini waktuku habis untuk bersama Abi. Alhamdulillah, nggak ada satu momen pun yang terlewatkan. Melihatnya bisa berjalan, melihatnya kesana-kemari, melihatnya sudah mulai mengerti yang kita lakukan, bahkan melihatnya susah makan sekalipun menjadi momen-momen yang begitu berharga.

Memang sih, aku nggak bisa bilang jadi ibu rumah tangga itu gancil. He he he… Kaya misalnya, aku nggak biasa ke dapur, lalu harus nyiapin makanan buat Abi. Atau, Abi yang benar-benar nggak bisa ditinggal karena nggak bisa diem, kalau nggak ada orang di rumah, aku nggak bisa melakukan hal lain seharian. Tapi, itu bukan sebuah kendala yang berarti lah kalau bisa 24 jam bareng Abi. Itu lah bagusnya, aku jadi belajar untuk semakin menjadi ibu yang baik untuk Abi, kan?

Mungkin kalau berpikir pundi-pundi jadi berkurang,  ya memang iya. Tapi ternyata, Allah sudah menyiapkan rezeki yang lain. Sekarang ini aku nggak benar-benar nggak kerja. Kalau Abi lagi tidur aku bisa mengerjakan beberapa pekerjaan freelance-ku atau menulis blog.

Buat mommy-mommy yang mau memutuskan ingin berhenti bekerja, nggak perlu merasa khawatir. Hidup kita memang akan jauh berubah, tapi kebahagiaannya sama sekali nggak ternilai 🙂
Buat mommy-mommy yang masih tetap bekerja pun, nggak masalah. Kita yang paling tau yang terbaik buat diri kita, anak kita, dan keluarga kita. Jadi, just do it!

Bahagianya Ibu dapat melihat perkembanganmu dari hari ke hari. I Love You, Abidzar 😘

XOXO,

Icha

TERUNTUK ABIDZAR :)

Abidzar anakku tersayang,

Rasanya baru kemarin…..

Ibu mendengar tangisanmu yang menggelegar di ruang operasi..

Ibu melihatmu makin semok karena kuat minum ASI…

Ibu melihatmu belajar mengangkat kepala..

Ibu melihatmu mulai tertarik dengan benda-benda yang ada di sekitar..

Ibu melihatmu belajar tengkurap dan telentang sendiri…

Ibu melihatmu berusaha memasukan tangan dan semua benda ke dalam mulut mungilmu..

Ibu menyuapi solid food untuk pertama kali..

Ibu mengenalkanmu beragam rasa makanan selain rasa ASI..

Ibu melihatmu belajar duduk sendiri..

Ibu mendengar teriakan dan celotehan-celotehan bahasa bayimu..

Ibu melihatmu mulai merangkak kemana-mana..

Ibu melihatmu belajar menggapai semua benda yang ada di sekitarmu..

Ibu melihatmu belajar berdiri..

Ibu melihatmu merembet berpegangan dinding..

Ternyata, memang sudah sampai di waktu ini. Dimana kamu semakin BESAR, bukan lagi bayi mungil Ibu. Usiamu terus bertambah.

Rasanya begitu bahagia Nak, melihatmu tumbuh, berkembang, dan sehat.

Ibu dan Baba menyadari, kami orang tua yang jauh dari kata SEMPURNA.
Hingga hari ini Ibu dan Baba masih terus belajar menjadi orang tua yang bisa kelak kamu selalu banggakan.

Kami belajar membuatmu memiliki akhlak yang baik.
Kami belajar membuatmu menjadi seseorang yang santun.
Kami belajar membuatmu menjadi sosok yang tangguh dan mandiri. Kami belajar membuatmu peduli pada sekelilingmu.
Kami belajar membuatmu menghargai sesama.
Kami belajar membuatmu DEKAT DENGAN HAL-HAL BAIK.

Abidzar-ku,
TERUSLAH BELAJAR. Eksplorlah semua yang ada di dunia ini. Kamu harus tahu, bahwa hidup tidak selamanya manis. Terkadang, ketika ujian dan cobaan datang, kamu akan merasakan hal-hal pahit dan menyedihkan. Tapi, tetaplah KUAT. Tetaplah yakin, bahwa Allah SWT selalu akan menjaga dan melindungimu. Ibu dan Baba juga akan selalu berdiri dibelakangmu untuk mendukungmu dan akan selalu menyayangimu.

Anakku sayang,
Ini adalah hari yang sangat mengharukan sekaligus membahagiakan untuk Ibu.

Sekarang ini, Ibu melihatmu sedang belajar untuk bisa berjalan.. Ibu melihatmu berupaya keras untuk mulai melangkahkan kakimu..

Ayo Nak, melangkahlah sejauh mungkin, namun tinggalkan jejak-jejak kebaikan. Melompatlah setinggi mungkin, tinggikan kemampuan dalam dirimu, namun janganlah tinggikan hatimu terhadap orang lain. Berenanglah hingga ke dasar laut, rendahkanlah hatimu, namun jangan sekalipun kamu merendahkan dirimu sendiri.

Ibu berikan kado istimewa, Ibu akan ada 24 jam untukmu 🙂

Selamat Ulang Tahun yang ke-1 anakku sayang, ABIDZAR PRANAJA DANINDRA.

image

Ibu selalu menyayangimu.
-2 Agustus 2016