#MedanTrip Seruuuu…

Baru sempet nulis lagi karena ternyata jadi ibu rumah tangga cukup menyita waktu. Apalagi, sekarang si unyil udah hampir 15 bulan, lagi aktif-aktifnya dan super nggak mau diem. Nggak boleh lewat dari pengawasan karena bisa ada-ada aja 😁

Di postingan kali ini, aku mau share sedikit tentang perjalanan aku dan Abi ke Medan dan Danau Toba. Seseru apa perjalanan kami? Simak terus yaaaa…

Awal Oktober kemarin, aku dan Abi bersama 5 orang sahabatku berangkat ke Medan untuk menghadiri pernikahan sahabat kami, sekalian jalan-jalan dong pastinya. Baba yang super sibuk nggak bisa cutiiiii… Ini ketiga kalinya aku menginjakkan kaki di Medan, dan pertama kalinya untuk Abi. Di perjalanan kali ini aku nekat nggak bawa apa-apa untuk makan Abi, jadi Bismillah aja, semoga di Medan makanannya bersahabat. Alhamdulillahnya ternyata makanannya bersahabat kok untuk lidah Abi. Hehe… Emang dasar anaknya doyan makan segala macem juga sih…

Day 1 (Wisata Kuliner Medan)

Fligt kami jam 05.50 dong, alhasil jam 4 kurang aku dan Abi harus segera berangkat ke bandara. Dari malem, aku udah pakaikan baju pergi untuk Abi jadi pagi-pagi buta Abi udah tinggal diangkat deh. Nggak lupa aku siapin roti-rotian buat dia sarapan karena dia bisa super cranky kalo laper *kaya emaknya

Di pesawat, dia sama sekali nggak tidur dong. Untungnya nggak rewel sih, maunya turun-turun dan main di koridor. Nah, kalau dia mulai bete dan agak-agak ngamuk karena mau dipasang safety belt terpaksa ngeluarin senjata andalan (tab buat nonton video nyanyi-nyanyi). Ibu Icha dan Baba Ary nggak mau idealis yang anti gadget. Yang penting, kami batesin sih penggunaan gadgetnya, nggak boleh terlalu sering, terus didampingin, dan nggak boleh terlalu dekat nontonya. Kalau udah nonton video nyanyi kaya if you’re happy, wheels on the bus, one little finger, dan lain-lain, Abi tenang 😅 Perjalanan di pesawat pun aman terkendali karena Abi juga sambil ngunyah bekal roti yang aku bawa. *HAMDALLAH

Sampelah kami di Kuala Namu….

Dan memilih menggunakan kereta untuk menuju Kota Medan. Keretanya bagus banget loh. Cuma sayang agak mahal. Satu orang harus membayar Rp. 100ribu untuk sekali perjalanan. Kita sih penasaran aja pengen cobain, meskipun sebenernya bakal lebih murah kalau naik taksi. Tapi kapan lagi kannnn…

Abi yang bangun pagi-pagi buta dan nggak tidur di pesawat akhirnya tepar dong.. 

Nah, sesampainya di Medan kami udah kelaperan banget dan langsung menuju Lontong Medan Kak Lin. Enak banget sih… Di sini, Abi makan nasi lemak yang juga enak. Anaknya doyan, cuma karena porsinya banyak, dia nggak abis. Berhubung megang anak bocah yang lagi aktif-aktifnya, aku nggak sempet foto-fotoin deh. He he..

Kegiatan hari pertama kami habiskan dengan wisata kuliner yang enak-enak dan tentunya bikin timbangan naik beberapa kilo *aduuuuh

Mie Ayam Y & Y, nggak ngerti lagi enaknyaaa…Foto by @namalia
Duren Ucok, duuhh kebayang teruuus..
Macehat, kedai kopi yang wajib dikunjungin. Avocado nya ituuuu..Avocado, dikasi es krim cokelat, bubuk milo, susu kental manis, meises, dikasi kopi juga tp karena ga suka ga aku pakein. Ini juaaraaa! Abi aja doyan banget.

Day 2 – Day 3 (Nikahan Batak dan Danau Toba Trip)

Pagi ini dibuka dengan sarapan Soto Sinar Pagi dan Soto Kesawan. Kita pesen by gojek dua-duanya karena kita harus siap-siap dandan buat ke nikahan sahabat kita. 

Soto Sinar Pagi : enakkkkkkk parahhhh, sampe-sampe aku makanin kuah sama nasi doang saking endessssnyaaa. Nah, selain soto dia jual sop daging juga, jadi Abi sarapan sop daging deh. Yummy!

Soto Kesawan : buat aku sih biasa aja rasanya, nggak spesial jd kalau ditanya mau repeat pesen nggak? Hmmm kayanya nggak 🙂

Kami pun tiba di Nikahan Batak..

Selfie with bride and groom

Sayangnya nggak sempat foto sama pengantin di pelaminan karena lagi ada acara adat yang salamannya nggak berhenti-berhenti. Hiks!

Dari tempat nikahan, kami melanjutkan perjalanan ke Danau Toba. Kurang lebih 6-7jam perjalanan karena kami sempat berhenti untuk ganti baju, solat, dan makan. Sampai di hotel udah malem. Kami ke Danau Toba tanpa sewa supir loh, jadi yang cowok-cowok aja gantian nyetir. 

Alhamdulillah sepanjang perjalanan dengan jarak dan waktu tempuh yang cukup panjang Abi nggak rewel karena diajak bercanda sama onty-onty dan om-om, terus dikasi cemilan juga haha.. 

Besok paginya baru kami benar-benar bisa menikmati Danau Toba. Indah bangettt..

Foto by @adisatryo

Sehabis menikmati makan siang dengan pemandangan Danau Toba, kami pun harus kembali ke Medan. Ngejar waktu karena banyak titipan oleh-oleh.

Suatu hari kita akan kembali kesini lagi ya, Bi…. 💙💙💙

Sampai di kota Medan, seneng banget disamperin sahabat dari SMA yang ikut suaminya dinas di sana. Aaahhh happy banget krn udah bbrp taun nggak ketemu.

Kami menutup malem dengan makan di Seafood Wajir yang enak sih, tapi nggak begitu istimewa. Dilanjutkan dengan ke Ucok Durian buat dibungkus bawa pulang ke Jakarta. 

Enaknya di Ucok Durian itu, untuk yang dibungkus itu kita pilih sendiri. Kita cobain yang sesuai dengan selera kita. Nyobainnya aja kenyang loh 😜 Sayangnya, kemarin itu lagi nggak begitu musim duren jadi durennya dagingnya agak tipis. Padahal, dulu aku pernah makan duren di Ucok dagingnya tebel banget. 

Day 4 (Pulang ke Jakarta)

Kami pun harus kembali ke jakarta untuk kembali ke rutinitas.
Sedikit tips dari aku untuk bepergian dengan anak usia diatas 1 tahun  atau yang sedang aktif-aktifnya :

1. Siapkan banyak kaos di tas karena mudah keringetan atau kotor kena makanan.

2. Siapkan cemilan dan mainan supaya tidak bosan. Cemilan kaya roti atau biskuit wajib ada tuhh…

3. Buat yang sudah bisa berjalan, sebaiknya nggak usah membawa stroller karena selain makan tempat di mobil, anak yang sudah bisa berjalan sering tidak mau menggunakan stroller, kecuali stroller yang ringan, tidak makan tempat, dan mudah dilipat.Abi sih memang selalu membawa stroller Pockit Chocolatte andalan. (Review-nya menyusul yaaah)

4. Jangan lupa bawa gendongan. Sekalipun sudah bisa jalan, gendongan tetap wajib dibawa karena kalau sudah mulai ngantuk, biasanya anak tetap minta di gendong. Untuk travelling, biasanya aku selalu bawa gendongan ergo baby andalan. 

5. Anak di atas setahun sih sudah bisa dikasi garam dan gula, kalau aku sih belum ngasih gula ke Abi. Kita tinggal memilihkan makanan yang relatif aman untuk anak dan tidak pedas. Misalnya, di resto seafood kita bisa pilihkan menu ikan,  rata-rata di restoran ada menu sop, atau menu nasi dengan lauk. Kalau ada jus juga bisa kita kasih tinggal minta tanpa gula.

6. Bawa/beli buah-buahan yang mudah dikonsumsi kaya pisang atau kiwi. Di Parapat, kita sempet beli buah mangga khas sana. Abi doyan banget, bukanya gampang bisa dikupas pake tangan. Cuma karena airnya lumayan byk jd Abi hrs copot kaos kalo mau makan 😂

Sampai jumpa Medannnnn.. Horaaaasss!

Advertisements

[EVENT] Kafe BCA III “OK : Generasi Baru Kekuatan Ekonomi Indonesia”

“Kita Harus Membuat Hal-hal Kecil yang Tidak Terlupakan”

-Steve Jobs

 

Setuju banget sama Om Steve Jobs ini. Kita sebagai generasi muda harus banget bikin sesuatu yang melekat diingatan masyarakat. Di Indonesia ini tuh, banyak banget anak muda yang kreatif. Terbukti dari bermunculannya industri-industri kreatif yang dipelopori anak muda yang perkembangannya sangat melesat. Usahanya unik-unik dan bikin kita berkomentar “kepikiran ya bikin usaha itu”.

Badan Pusat Statistik (BPS) menghimpun data, bahwa pertumbuhan sektor ekonomi kreatif ini mencapai 5,76 persen atau diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, yakni sebesar 5,74 persen. Dengan nilai tambah sebesar Rp. 641,8 triliun.

Dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) 2015-2019 juga disebutkan bahwa, akselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif adalah salah satu indikator pertumbuhan ekonomi negara. Nah, karena sebagai salah satu faktor pertumbuhan ekonomi negara,  Orang Kreatif (OK) baiknya difasilitasi agar semakin berkembang untuk berinovasi dalam usahanya.

Berangkat dari hal itu, BCA ngadain sebuah Talkshow berjudul “OK : Generasi Baru Kekuatan Ekonomi Indonesia”. Sebagai newbie di dunia usaha, aku ngerasa perlu banget nambah ilmu. Nah, pas banget diundang ke acara ini dan menerima input-input dari pembicara yang kompeten banget. Ada Pengamat Pariwisata dan Industri Kreatif di Pusat Studi Pariwisata UGM Erda Rindrasih, Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya APINDO Solihin Sofian, Pengamat Ekonomi Cyrillus Harinowo, CEO Kratoon Channel Andi Martin, Ketua Bandung Creativity City Forum (BCCF) Fiki C. Satari, dan GM BCA Learning Service Lena Setiawati.

Tujuan talkshow ini, buat menyambut event yang dibuat BCA Learning Service, yaitu Indonesia Knowledge Forum (IKF) Vdengan tema Moving Our Nation to the Next Level : “Optimizing Knowledge and Creativity to Ride the Wave of New Generation in Accelerating Indonesia Economy”. Tentu saja IKF ini merupakan sebuah wadah untuk memfasilitasi orang-orang di industri kreatif untuk mengembangkan diri.

IKF sendiri telah diadakan di Ritz Carlton Pacific Place Hotel Jakarta, tanggal 6-7 Oktober yang lalu. Wah, pembicaranya pun sangat menarik dan tentu saja menginspirasi. Setelah dibuka oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong, IKF V secara resmi ditutup oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahyayang memberikan inspiring closing speechdengan tema “Optimizing Knowledge and Creativity of New Generation”. Selain itu,para peserta juga telah mendengarkan kisah inspiratif dari mereka yang sudah mendulang sukses, seperti Chairman MatahariMall.com Emirsyah Satar, Founder Yayasan Surya Institute Yohanes Surya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kepala Eksekutif Lembaga Penjaminan Simpanan Fauzi Ichsan, CEO Tokopedia William Tanuwijaya, Indiepreuner Panji Pragiwaksono, dan 12 pembicara inspirasional lainnya. Two tumbs up! 👍👍