Gimana Sih Biar Berhasil Menyusui?

Hai buibuuu…

Postingan aku beberapa minggu lalu, curhatan aku yang geram banget sama seorang seniman yang konon pake ASI buat objek seninya. Keseeeeeel….! Kenapa aku segitu keselnya? Ya karena aku harus ngelewatin perjuangan berat sebelum akhirnya bisa nyusuin Abi sampe sekarang. Makanya, sensi banget pas tau ASI dibuang-buang. Huhu

Nah, kali ini aku mau cerita sedikit tentang perjalanan menyusui yang harus aku lalui. Begitu melahirkan, ASI aku nggak langsung keluar. Tapi, rumah sakit itu support untuk nggak langsung main kasih sufor. Sufor nggak jelek kok, kandungannya pasti sudah sangat dipikirkan matang-matang karena untuk kebutuhan bayi, tapi selagi Tuhan memberikan kesempatan untuk mampu memberikan ASI, aku pikir harus dilakukan semaksimal mungkin. Lagipula, nggak semua bayi bisa cocok dengan sufor, kadang ada bayi yang alergi minum sufor. 

Dulu aku nggak muluk-muluk Buibu, paling nggak 6 bulan ASI eksklusif udah seneng bener. Karena di awal menyusui, aku agak kesulitan buat nyusuin Abi, pake nipple shield lah, Abi bingung puting lah, sampe Abi kesedak dan harus di suction. Cerita lengkapnya ada disini

Perjalanan menyusuiku nggak cuma sampai disitu, aku yang saat itu working mom harus struggle banget untuk tetap menyusui dengan kondisi pekerjaan yang menumpuk dan stress yang cukup tinggi. 

Apa kunci keberhasilan menyusui versi aku?
1. Ibu menyusui harus BAHAGIA!

Sejak menjadi ibu menyusui, aku mencoba selalu menyenangkan diri sendiri. Seperti, makan makanan enak nggak mikirin takut gendut, pumping sambil liat foto Abi, jalan-jalan ke mall kalau mulai suntuk, pergi liburan, sampai pumping sambil ngeliatin online shop lanjut memesannya :p 

2. Support orang sekeliling

Ini yang aku syukuri, dikasih suami, keluarga, sahabat-sahabat yang nggak berenti untuk support aku. Sesungguhnya, salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan menyusui karena kurangnya support dari keluarga. Bentuk support-nya sederhana tapi berarti banget buat aku. Misalnya, suami memenuhi keinginanku makan enak yang lagi aku pengen, keluarga selalu ngajak aku buat refreshing, dan sahabat-sahabat selalu ngajak aku ngerumpi hal-hal seru. Itu menjadi energi positif buat aku.

3. Rajing pumping dan direct breastfeeding

Pumping adalah hal yang nggak boleh terlewatkan. Ketika si bayi nggak nyusu langsung, ibu wajib banget buat pumping. Terlebih, buat working mom yang kudu punya stok ASI. Eh iya, management ASI saat aku bekerja dulu aku tulis disini

Jangan lupa juga buibu, menyuasui bayi secara langsung itu juga perlu banget. Prinsip ASI itu supply-demand. Jadi, ketika ASI disedot bayi, dia akan kembali berproduksi. Nah, kalo bayinya rajin menyedot ASI, otomatis akan terus berproduksi. Kestabilan keluarnya ASI pun akan terjaga.

4. Mengonsumsi makanan sehat

Dulu, aku anti makan sayur. Tapi, setelah hamil dan melahirkan aku berhenti jadi orang egois. Aku mau anakku sehat, aku juga sehat. Aku mau asupan untuk aku dan asupan untuk anakku  melalui ASI terjaga dengan baik. Aku pun mulai mengonsumsi sayur dan rajin makan buah-buahan. Hasilnya, Alhamdulillah ASI aku lancar.

5. Booster ASI

Ada ibu-ibu yang beruntung hanya dengan bahagia, support dari orang terdekat, rajin pumping, rajin nyusuin langsung, dan makan makanan sehat ASI langsung lancar car car… Tapi, ada juga yang harus berusaha mati-matian supaya ASI-nya keluar. Kalau buibu, termasuk yang harus berusaha keras, tandanya usahanya nih yang harus dimaksimalin. Sekarang kan zaman udah modern banget, buibu gampang banget buat akses berbagai informasi. Kita harus aktif banget nih buat cari tau apa aja yang bisa ningkatin produksi ASI. Salah satunya usaha yang dilakukam adalah dengan mengonsumsi booster ASI. Booster ASI ini harus yang aman buat ibu dan bayi. Nah, yang paling aman itu tentu aja yang terbuat dari bahan-bahan herbal dan alami yang nggak ada efek sampingnya. Temenku cerita, bahwa habatusaudah dan fenugreek sangat bagus untuk meningkatkan produksi ASI. Pas banget nih. ASI Booster Tea ternyata mengandung keduanya ditambah dengan bahan herbal alami lainnya. Nah, kalau ada satu booster ASI yang menggabungkan keduanya, kenapa harus mengonsumsinya terpisah, iya kan? Jangan khawatir buibu, ASI Booster Tea ini bener-bener aman karena dibuat dari 100% bahan herbal yang alami.Oiya, meskipun namanya ASI Booster Tea, minuman ini sama sekali nggak mengandung teh loh.

Buat info kontak detailnya, Buibu bisa liat dibawah ini yahhh…

Alhamdulillah, aku mampu juga melewati itu semua. Sekarang Abi berumur hampir 20 bulan. Aku berencana menyapihnya di umur tepat 24 bulan. Semoga aku dapat menyapihnya dengan cinta 🙂 

Buibu, para pejuang ASI, semangat terus yaaaah! 

XOXO,


Buicha & Abidzar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s