One Day Bintan Trip! :)

Belakangan ini blog aku kebanyakan diisi tulisan seputar jalan-jalan, hihihi gapapa yaaah? 

Kali ini, aku mau share perjalanan aku dan Abi ke Bintan. Kebetulan kakeknya Abi datang berkunjung, sayangnya Babanya Abi nggak bisa ikutan karena harus dinas ke Jakarta *so sad* Jadi, perjalanan ke Bintan kami hanya bertiga deh.

Dari Pelabuhan Telaga Bungur Batam kami naik speedboat selama kurang lebih 15menit. Masuk ke pelabuhannga kita dikenakan tiket masuk Rp. 10.000,- terus di dalam kapal awalnya ditagih Rp. 90.000,- untuk 2 orang karena Abi nggak bayar. Tapi ternyata, diberi kembalian Rp.20.000,- artinya tiket hanya Rp. 80.000,- nggak tau berapa harga persisnya karena kami nggak diberikan tiketnya. Sesampainya di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjung Uban, kami sudah dijemput untuk menuju Bintan. Perjalanan dari Tanjung Uban ke Bintan sekitar 30 menit menggunakan mobil. Aksesnya lumayan susah ya buibuuu, jadi ada kendaraan adalah syarat utama buat kesini.
Di tengah perjalanan kami sempat mampir untuk foto di patung Penyu Raksasa di daerah Sebong. Konon, patung penyu ini merupakan bangunan keramat untuk orang Cina di daerah sana. Patung penyu ini berseberangan dengan sebuah Vihara.

Kami pun melanjutkan perjalanan, tibalah kami di Bintan Resort yang luas dan bersih. Terawat banget! Cuma memang nggak terlalu rame, entah karena akses menuju sana agak sulit atau kurang promosi. Padahal, tempat ini kerennnnn. 

Kami sempat sarapan sebentar di Pasar Oleh-oleh yang termasuk di dalam Bintan Resort ini. Baru kemudian menuju Lagoi Beach. Anak bayi happy banget main pasir, lari-larian, bahkan sampai guling-gulingan. Pantainya bersih banget dan enaknya ga terlalu rame orang walaupun itu hari minggu. Pantai itu letaknya di belakangan Plaza Bintan.

Puas bermair pasir dan berujung kulit yang gosong, kami penasaran mau liat Treasure Bay, yang katanya kolam berenang terpanjang di Asia Tenggara. Daaaaannn, keren banget buibuuuu! Asliiii kerennn! Sayangnya, karena panas terik banget aku mutusin nggak nyemplung hihihi… Padahal, si anak bayi pengen banget. Duuuh, maaf ya Bi panasnya itu nggak ku-ku….

Photo from google

Pasti awal liat kalo nggak merhatiin bener-bener ngiranya ini pantai. Padahal ini adalah kolam berenang lho. Tapi memang, airnya agak asin karena merupakan air dari pantai. Terus lapisan bawahnya adalah fiber. Pasirnya tetep ada tapi dibagian luar, yang sama sekali nggak bersentuhan dengan air kolamnya. Terus di sekitar kolam dibuat lintasan buat orang yang mau jalan-jalan, jongging, ataupun mengendarai motor listrik yang disewakan disana. 

Tiket masuknya Rp. 100.000,- per orang, anak 4-12 tahun Rp. 70.000,- per anak. Menurut aku harganya sedeng lah ya dengan suguhan pemandangan yang keren begini. Kalau mau main berbagai permainan air ada juga, tapi itu diluar harga tiket, jadi kita harus bayar lagi.  Di sana kan ada hotelnya juga, nah buat pengunjung hotel katanya masuk kolam ini gratis.

Di samping kolam berenang, ada wahana buat bermain off road.

Kalau laper, nggak usah khawatir di sana ada beberapa gerai yang menjual beraneka makanan juga. 

Masalah keamanan, tenang aja disana banyak life guard yang bertugas di segala penjuru kolam πŸ™‚ 

Kebersihannya juga terjaga banget karena tiap sebentar dibersihkan oleh petugas.

Nahhh, buat buibuuk yang bawa bayi, tenang sajaaaah! Tempat ini bisa menyenangkan bagi semua orang termasuk bayik. Mereka menyediakan kolam karet yang cukup luas buat bayi-bayi..Duhhh gemes!

Info lengkap Treasure Bay bisa klik disini

Sekarang ini, banyak kok travel-travel yang menyediakan jasa untuk berkunjung ke Bintan. Tentu itu sangat memudahkan buat arrange liburan ke Bintan, soalnya memang agak sulit dicapai kalau nggak ada kendaraan.

Eh iyaaa, btw banyak yang sering nanya nih gimana cara aku bawa Abi jalan-jalan kesana kemari. Hihi.. Kali ini aku mau ngasih sedikit tips bawa bayi, terlebih naik kapal πŸ˜€

  • Kenakan baju yang super nyaman, ini berlaku buat buibu juga yaah… Jangan pakai baju yang ribet-ribet buibu karena kita bakal gendong bayi kesana kesini. Kalau buat jalan-jalan aku udah lama dadah dadah sama rok ha ha ha..
  • Bawa topi buat bayi untuk ngelindungin kepalanya dari angin, panas, atau rintik hujan. Topi itu selalu ada di tas Abi karena penting banget.
  • Nggak usah bawa banyak barang, kalau nggak nginep apalagi. Cukup bawa satu backpack yang berisi perlengkapan bayi. Barang paling penting adalah botol minum, cemilan, dan tisu basah. Si bayi yang lagi eksplor pegang ini itu perlu rajin dibersihin tangannya.
  • Kalau memungkinkan bawa stroller mending bawa stroller, kalau pun nggak paling nggak bawa gendongan, apalagi untuk bayi yang belum bisa jalan.
  • Terakhir, dibawa hepi ajaaa… Sekalipun Abi kaya ulet keket nggak bisa diem, aku menikmati kegiatan jalan-jalan sama dia. Jadi, nggak ada perasaan ribet ataupun bete.

Jalan-jalan kemana lagi kita, Bi? Hi hi hi….
XOXO,

Buicha & Abidzar

Advertisements

Yuk, Jalan-jalan ke Batam! *update*

Sudah hampir sebulan aku dan Abi tinggal di Batam. Kalau kemarin-kemarin ditanya di Batam ada apa, aku selalu jawab “kayanya nggak ada apa-apa deh, kalau mau nyebrang aja ke Singapur,” hahahaha.. Nah, tapi sekarang aku udah bisa ngasih sedikit rekomendasi, apa aja yang bisa dikunjungin di Batam. Sebagian berhubungan dengan urusan perut sih alias kulineran. Cihuuuuy….. Eh iya, kalau nggak ada fotonya maafin yaaa, tandanya udh keburu hap hap masuk perut, hi hi.. Maklum akike bukan food blogger, he he he… Nanti kalau repeat makan di sana lagi, di update deh 😘

1. Seafood 

Nah, ada beberapa tempat seafood yang layak banget dikunjungin. Pertama, Barelang Seafood. Sambil makan seafood kita disuguhkan pemandangan Jembatan Barelang (ikon Kota Batam), ciamiiiiik! Secara makanan, yahh boleh lah aku kasih 3 bintang 😁 (skala 1-5 yahhh)

Kedua, Love Seafood. Kalau buat aku ini enaaakk, apalagi ayam bawangnya (lah nggak nyambung, lagi ngomongin seafood tiba-tiba komennya menu ayam, hahaha) Tapi, seriusan deh ayam bawangnya emang juaraaaa… Menu seafood yang lainnya juga enak. Aku kasih bintang 4 untuk love seafood.

Ketiga, Citra Utama 88. Ini juga di daerah Barelang. Tempatnya sih memang nggak sekece Barelang Seafood, tapi menurut aku makanannya lebih enak. Kepiting saos padangnya, hmmmm super nagihhhh! Aku kasih bintang 4 buat menu disini.

Keempat, Rezeki Seafood. Akhirnya, aku cobain juga. Buat aku sih rasanya lumayan lah bukan yang enak banget, nah harganya nih yang agak pricey. Tapi, memang daging kepitingnya lumayan tebel. Untuk resto ini aku kasih 3 bintang yaaahh…

Kelima, Golden Prawn. Ini nih yang paling terkenal. Tapi, buat aku rasanya kurang yahuuud..Untuk yang agak pricey, tapi agak kurang worth it yaaah.. Cuma balik lagi ke masalah selera sih, orang Batam banyak yang rekomendasiin Golden Prawn kok. Untuk resto ini aku kasih 2,5 bintang.

Ke resto seafood jangan lupa cobain gonggong atau siput. Ini khasnya Batam.

Ini yang namanya gonggong

2. Jembatan Barelang

Tadi aku sempet singgung sedikit soal Jembatan Barelang. Ini adalah sebuah jembatan yang merupakan ikon kota Batam. Sama lah kaya Suramadu di Madura atau Jembatan Sungai Musi di Palembang. Banyak banget warga Batam yang menjadikan jembatan Barelang ini tempat nongkrong. Makanya banyak banget yang berjualan snack dan minum, sama jagung bakar. Yummy! Sayangnya, banyak ditemukan sampah di sepanjang jembatan ini. Yuk dong, kita jaga sama-sama, mau nongkrong atau foto-foto boleh aja, tapi sampahnya jangan dibuang sembarangan 

3. Vio-vio Beach

Untuk menuju Pantai Vio-vio, kita tinggal lurus aja dari Barelang. Lumayan jauh sih, cuma nggak berasa karena nggak macet. Kita akan disuguhkan pemandangan kanan-kiri bukit. Makanya, nggak nyangka banget kalau ternyata di belakang bukit ada sebuah pantai yang baguuuus dan cukup ramai. Untuk masuk ke Pantai Vio-vio masing-masing orang dikenakan tiket Rp. 10.000,- murah kan? Cuma sayangnya, pantai ini juga mulai banyak sampah deh. hiks!

4. Morning Bakery

Orang Batam ngerekomendasiin tempat ini buat tempat sarapan atau nongkrong. Ternyata memang enakkkk.. kue dan rotinya oke punyaaa! Tempat ini bahkan udah buka dari jam 6 pagi. Eiitts, nggak cuma aneka kue dan roti, Morning Bakery juga menjual aneka makanan berat. Kemarin sempet nyobain nasi goreng telur asin, endessss! Minumannya juga endes shaaay! Sebagai pencinta teh tarik aku kasih tempat ini bintang 4 πŸ˜‰πŸ˜‰

5. Martabak HAR

Ini pas banget buat pencinta makanan India. Di Batam ada juga kok makanan India kaya Nasi Briyani yang lumayan enak. Tetep kalah sih sama Zam Zam Resto di Singapore, tapi lumayan kok. Martabak Beefnya enak, tapi Martabak HAR-nya sendiri kurang mantep kalo kata aku. Untuk resto ini aku kasih 3 bintang 😁

6. Sop Ikan

Nah, sop ikan juga jadi salah satu makanan khas yang wajib dikunjungin di Batam. Aku coba Sop Ikan Windsor. Selain sop ikan, Sop Ikan Windsor ini juga khas dengan Ikan Asam Pedas, yang rasanya pedas, asam, gurih, dan segar kalau aku bilang karena ada potongan nanasnya. Terus makannya bareng tumis toge dan telur dadar. Hmmmmm, yummy! Tempat makan ini aku kasih bintang 4 πŸ˜‹ Terus, akhirnya aku juga cobain Sop Ikan Yongkee. Enak juga sih, cuma dia hanya jual sop aja nggak ada ikan asam pedasnya. Aku sukanya sop campur, jadi nggak cuma ikan aja isinya, tapi ada juga cumi dan udangnya. Untuk Yongkee, aku kasih nilai 3,5 lahh hehehe

7. Sop Duren Tok Ngah

Di Batam, kalau mau makan duren itu lumayan mahal. Nah, kalo lagi kepingin banget nge-duren ya pilihannya sop duren aja dehhh… Salah satu yang favorit di Batam Sop Duren Tok Ngah ini. Cuma buat aku durennya kurang kentel alias kurang strong durennya hihihi.. Nah, tempat ini juga jual somay gonggong juga. Buat tempat ini aku kasih 3 bintang deh.

8. Turi Beach, Nongsa

Sebenernya, di daerah Nongsa ini ada beberapa pantai cuma hampir semuanya private beach gitu. Nah, yang aku kunjungin itu Turi Beach. Dia pantai yang khusus buat pengunjung hotel. Pantainya masih sangat bersih, maklum ya ini bukan pantai umum. Enak juga nih next time nginep disini.

9. Parfum 

Batam memang terkenal surganya parfum. Banyak parfum ori yang dijual dengan harga miring, miring banget malah πŸ˜‚ Banyak sih tempat-tempat jual parfum, cuma langganan Baba Ary namanya Virina di daerah Nagoya (ruko-ruko sebelah Hotel Goodway Batam). Saking udah ikribnya, bisa nanya parfum dan harganya via WA ha ha ha…

Oleh-oleh dari Batam :

  •  Batik Gonggong : Batik dengan motif gonggong (siput) atau Jembatan Barelang
  • Kek Pisang : Ada bermacam-macam rasa olahan cake pisang mulai dari cake pisang dikasi cokelat, keju, selai blueberry, dan lain-lain.
  • Cake Buah Naga : kalau cake pisang mungkin udah sering dengar ya, nah kalau ini cake yang terbuat dari buah naga. Toppingnya juga beragam, ada cokelat, selai strawberry, keju, dan lain-lain. Rasanya, unik sih dan aku suka. Biasanya, aku sukanya kalau dimakan dingin-dingin dari kulkas gituπŸ˜‹
  • Luti Gedang : Ini tuh kaya panada khas Makassar, jadi kaya roti goreng yang didalemnya dikasih isi abon yang agak pedas. Kalau yang suka panada pasti doyan deh. Cemilan gurih gitu.

    Nah, tertarik ke Batam?😊😊😊
    XOXO,


    Icha 

    [Review] StollerΒ 

    Menurut aku, pembelian paling berguna hingga hari ini adalah STROLLER. Ha ha ha.. Bahkan, pas masih bayi Abi bisa aja bobo cuma digoyang-goyang di stroller.

    Aku mau cerita soal stroller yang Abi gunain nih. Jadi, waktu aku masih hamil, aku paling semangat nyari stroller. Pengen banget yang keren-keren tapi kok harganya nggak bersahabat. Padahal, kalau jelang lahiran kan kebutuhan beli ini beli itu juga banyak. Jadi, mesti jeli banget nih , nyari stroller yang harganya nggak overbudget, tapi tetep nggak mengesampingkan kualitas.

    Akhirnya, pilihan jatuh ke Joie Brisk Travel System warna merah. Kenapa warna merah? Karena, merah warna yang universal, jadi bisa dipakai nanti buat adik-adiknya Abi, kalau adiknya perempuan πŸ˜‰

    Di Mothercare, harganya sekitar Rp.3,8 juta tanpa carseat. Kalau aku beli di Fany Baby Shop di ITC Kuningan lantai 4. Harganya Rp. 2,5 juta saja udah plus carseat. Yey!

    (+) Side

    • Stroller mudah di buka tutup. Bahkan aku bisa buka stroller sendiri sekali pun lagi gendong Abi. Kita cukup menginjak pedal di bagian belakang stroller dan stroller pun langsung kebuka. Nutupnya juga nggak susah, kita tinggal tarik tuas di pegangan stroller sebelah kanan, sambil dorong strollernya ke bagian depan. 
    • Bangkunya luas. Jadi, Abi yang badannya cukup semok leluasa di stroller.
    • Senderannya cukup empuk dan bisa rebah banget. Jadi, kalau dia tidur bisa lebih nyaman. Makanya, bisa dipakai mulai dari newborn.
    • Kokoh banget.

    (-) Side

    • Lumayan berat (beratnya sekitar 8,6 kg)
    • Agak makan tempat kalau ditaruh di bagasi mobil, bahkan ada beberapa sedan yang nggak cukup bagasinya. Nggak bisa dibawa ke cabin pesawat pula.
    • Carseatnya kecil banget. Abi pas bayi banget nggak berani aku taruh di carseat, takut ada apa-apa sama tulang belakangnya. Baru berani sekitar 5 bulanan, ehh ternyata udah sempit carseatnya. Ternyata, carseat-nya memang cuma sampai usia 6 bulan. 

        Detailnya bisa diliat di sini :

        https://youtu.be/jz7L8IUk0zI

        Ini nih pas Abi pake stroller Joie-nya :

        Posisi tidur
        Posisi setengah duduk
        Posisi duduk

        Kalau ini pas pakai carseatnya :

        Nah terus, seiring keinginan Ibunya yang mau jalan-jalan kesana kemari, udah mulai butuh stroller yang lebih praktis dibawa. Eh, tiba-tiba ngeliat diskonan di IG @birdsandbeesbaby 

        Photo : IG @birdsandbeesbaby

        Langsung deh kasih kode ke Baba dan langsung dapet approval buat beli. Memang waktu itu pas banget mau trip ke Jepang. Sangat sangat worth it to buy banget buat beli Cocolatte Pockit CI 689 ini! Sebenernya, aku pengen banget warna turquoise, tapi ternyata sold out, daripada nggak dapet, warna kuning pun oke lah..

        (+) Side 

        • Super ringan, yaiyalah cuma 4,4 kg ajaaa 
        • Kalau dilipet jadinya mungil loh cuma 38 x 19 x 33 cm. Karena mungil, enak banget bisa masuk cabin pesawat, bisa taruh kolong tempat duduk kereta, atau kolong tempat duduk bus. Bahkan, kalau aku lagi bawa koper gede buat trip, aku masukin dulu strollernya ke koper, nanti begitu sampai baru dibuka strollernya.
        • Beda sama Cocolatte pockit yg sebelumnya yang tipe 688, tipe ini bagian punggungnya itu berjaring-jaring, jadi sirkulasi udara buat punggung si baby tetep lancaaar..
        • Ada tas backpacknya loooh.. Jadi kalau mau dibawa-bawa gampang dan nggak kotor.
        • Keliatannya kaya ringkih gitu. Ya wajar sih, namanya stroller yang bisa dilipet-lipet jadi besi-besi penyangganya slim dan rodanya kecil. Cuma tenang aja, kuat nahan beban sampai 20kg booook!πŸ˜‰

        (-) Side

        • Nggak bisa diubah-ubah sandarannya. Kasiannya kalau si baby ketiduran di stroller, nah sandarannya nggak bisa jadi rebah. Jadi, dia akan tidur tetep dengan posisi tegak. Ehh, tapi sekarang muncul yang edisi “Recline”, nggak boleh tuker nih? 😜
        Photo : IG @birdsandbeesbaby
        • Nutupnya sampe jadi kecil nggak begitu gampang. Kalau sambil gendong bayi nggak bisa, kita tetap butuh bantuan orang lain.
        • Baru bisa digunakan saat bayi usia 6 bulan (udah mulai bisa duduk) karena posisi strollernya duduk.

        Tapi, so far aku cukup puas sih dengan Cocolatte CI 689 karena sangat fleksibel buat dibawa-bawa kalo lagi travelling.

        Ini nih Abi pake pas jalan-jalan…

        @Singapore
        @Medan
        @Batam
        @Osaka
        @Kyoto
        @Tokyo

        Cara buka tutup Cocolatte CI 689 ini bisa diliat disini nih :

        https://youtu.be/gprLn0VNK7M

        Jadi, kalau aku mau pergi berdua Abi dan perlu bawa stroller, aku bakal bawa Joie karena buka-tutupnya gampang, bisa sambil gendong Abi. Nah, tapi kalau mau travelling aku bakal bawa Cocolatte Pockit, tapi harus ada orang lain karena buka tutupnya nggak begitu gampang.

        Selamat memilih stroller, Buibuk!😁😁

        XOXO,

        Icha

        One Day #SingaporeTrip

        Finally, disela kesibukan Baba-nya Abi, dia bisa nyempetin waktu buat “very short trip” ke Singapur. Yeyyyy! Ini aja Ibu Abi udah happy banget, ha ha ha…

        Well, karena kami dari Batam yang jaraknya cukup deket menuju Singapur kami ke Singapur naik kapal ferry. Perjalanannya sekitar 1 jam dan hampir setiap jam ada keberangkatan. Horeee, Abi udh pernah coba semua alat transportasi. Jam 06.00 kami menuju pelabuhan di Batam Centre Point International Ferry Terminal. Kami memilih keberangkatan jam 07.00 waktu Batam.

        We are readyyyyy…..

        Oiya, kami memilih Kapal Ferry “Majestic” dan sudah membeli tiket sehari sebelumnya di Mega Mall Batam Centre. Jadi ada money changer merangkap travel yang menjual tiket kapal ferry. Masing-masing orang dikenakan Rp. 280.000,- per tiket untuk pulang pergi, murah kan? Abi juga dikenakan tiket harga normal (nggak ada perbedaan harga tiket dewasa dan anak-anak). Anak-anak yang nggak kena tiket adalah usia 3 bulan ke bawah. Untung sudah membeli tiket sebelumnya, karena ternyata di counter Majestic di pelabuhan harga tiketnya jauh lebih mahal. Jadi kalau mau coba ke Singapur, beli tiket di travel agen di Mega Mall Batam Centre yaaah…

        Pengalaman baru naik kapal πŸ™‚

        Sampailah kami di Harbour Front, pelabuhannya Singapura. Harbour Front ini satu kawasan dengan sebuah mall yaitu Vivo City. Buat yang niat ke Singapur cuma untuk belanja, aku rasa di Vivo City aja udah cukup karena lengkap banget, hampir semua brand ada. Mau cari popcorn Garrets dan oleh-oleh cokelat pun ada πŸ˜‰

        Sampai Harbour Front, kami pun mengantri imigrasi. Lamaaaaaa.. Nggak tau kenapa, menurut aku imigrasinya super lama loh, kita ngantri hampir 1 1/2 jam sendiri, buang-buang waktu banget. Abi pun sampe rewel. Begitu beres, kita nggak mau buang waktu nih, langsung ke MRT untuk menuju Singapore Botanic Garden (SBG)
        Singapur punya banyak taman yang cantik-cantik. Salah satunya, SBG ini. SGB merupakan taman tertua di Singapur loh. Taman ini didirikan tahun 1859, didesain oleh Lawrence Niven dengan inspirasi taman dengan Inggris style gitu. Didirikan diatas tanah seluas 60 hektar dan memiliki lebih dari 750 ribu spesies tanaman. Nggak heran kan kalau UNESCO menobatkan taman ini menjadi salah satu warisan budaya. 

        Pengunjung bisa berolahraga, bermain bersama keluarga, sekadar bersantai, mempelajari beraneka flora, bahkan piknik di SGB.
        Butuh waktu seharian sih buat ngiterin keseluruhan taman ini. Soalnya, SBG ini luas banget dan punya berbagai jenis taman ada National Orchid Garden, Themed Gardens (Ginger Garden, Healing Garden, Fragrant Garden, Foliage Garden, dan Evolution Garden), dan Jacob Ballas Children’s Garden.

        Untuk masuk ke semua area, cuma National Orchid Garden yang kena biaya tiket, buat orang dewasa S$ 5 dan anak-anak di bawah 12 tahun S$ 1 (Kemarin sih kursnya, S$ = Rp. 9.400,-)

        Berhubung aku waktunya sempit, jadi fokusnya berkunjung ke taman yang khusus buat anak-anak, yaitu Jacob Ballas Children’s Garden. Anak-anak bisa bermain sambil belajar mencintai alam. Bahkan, ada area untuk bermain air loh. Next, kalau kesini lagi Abi harus puas main sih ini.. 

        Bagian depan Jacob Ballas Children’s Garden
        Area bermain air
        Ada rumah pohonnya 😁

        Jembatan gantung

        Buat yang kelaperan, nggak usah khawatir karena di setiap taman ada kafenya. Karena kami sampai pas banget makan siang, Abi pun makan dulu.. Kalau harga makanannya, tau sendiri kan di Singapur nggak ada yang murah😁

        SBG buka mulai dari jam 05.00 sampai 00.00, mantep kan..  Menuju ke SBG juga terbilang gampang. Naik MRT aja, bisa turun di Botanic Garden atau Orchad station. Ssssttt, SGB ini deket Orchad Road, jadi abis panas-panasan di taman bisa cusss ngadem ke mall di Orchad hi hi hi..

        Perjalanan berikutnya ke Bugis Street. Tadinya, mau cobain makan di Zam-zam cuma udah jalan ngikutin peta nggak nemu. Zzzzzz… Akhirnya, ujung-ujungnya makan MCD (capek dehhh…) Di Bugis, kita cuci mata aja sih, ehh Baba belanja dikit deng di Bugis Junction ha ha ha.. 

        Kita pun ngelanjutin perjalanan ke Garden By The Bay. Kita turun di Bay Front station. Nah, buat ke gate-nya Garden By The Bay kita naik shuttle seharga S$ 3 per orang. Sayangnya, hujan cukup gede dan bikin kami nggak bisa jalan-jalan. So sad 😭

        Kami memutuskan nggak masuk ke wahana kaya Flower Dome dan Cloud Forest karena sayang banget harga tiketnya nggak murah, sedangkan kita nggak bisa lama-lama karena ngejar kapal ferry balik ke Batam. Akhirnya, kita cuma duduk-duduk sebentar nemenin Abi makan kentang goreng deh.

        Naik shuttle menuju gate Garden By The Bay

        Gloomy day in Garden By The Bay

        Kami nggak lama di Garden By The Bay karena nggak bisa jalan-jalan juga kan. Kami pun memutuskan menuju ke Harbour Front, disana bisa jalan-jalan sebentar di Vivo City, belanja cokelat, dan popcorn Garrets sambil menunggu kapal menuju Batam. Oiya, kapal terakhir menuju Batam jam 21.00 waktu Singapur. Kami mengambil keberangkatan jam 20.00 supaya nggak terlalu malam sampai Batam lagi.

        Kita juga bisa naik ferry dari Batam menuju Malaysia lohh… Nah, next pengennya Johor Baru dan Malaka nih πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰ *lempar kode ke Baba*


        XOXO,

        Icha

        #MedanTrip Seruuuu…

        Baru sempet nulis lagi karena ternyata jadi ibu rumah tangga cukup menyita waktu. Apalagi, sekarang si unyil udah hampir 15 bulan, lagi aktif-aktifnya dan super nggak mau diem. Nggak boleh lewat dari pengawasan karena bisa ada-ada aja 😁

        Di postingan kali ini, aku mau share sedikit tentang perjalanan aku dan Abi ke Medan dan Danau Toba. Seseru apa perjalanan kami? Simak terus yaaaa…

        Awal Oktober kemarin, aku dan Abi bersama 5 orang sahabatku berangkat ke Medan untuk menghadiri pernikahan sahabat kami, sekalian jalan-jalan dong pastinya. Baba yang super sibuk nggak bisa cutiiiii… Ini ketiga kalinya aku menginjakkan kaki di Medan, dan pertama kalinya untuk Abi. Di perjalanan kali ini aku nekat nggak bawa apa-apa untuk makan Abi, jadi Bismillah aja, semoga di Medan makanannya bersahabat. Alhamdulillahnya ternyata makanannya bersahabat kok untuk lidah Abi. Hehe… Emang dasar anaknya doyan makan segala macem juga sih…

        Day 1 (Wisata Kuliner Medan)

        Fligt kami jam 05.50 dong, alhasil jam 4 kurang aku dan Abi harus segera berangkat ke bandara. Dari malem, aku udah pakaikan baju pergi untuk Abi jadi pagi-pagi buta Abi udah tinggal diangkat deh. Nggak lupa aku siapin roti-rotian buat dia sarapan karena dia bisa super cranky kalo laper *kaya emaknya

        Di pesawat, dia sama sekali nggak tidur dong. Untungnya nggak rewel sih, maunya turun-turun dan main di koridor. Nah, kalau dia mulai bete dan agak-agak ngamuk karena mau dipasang safety belt terpaksa ngeluarin senjata andalan (tab buat nonton video nyanyi-nyanyi). Ibu Icha dan Baba Ary nggak mau idealis yang anti gadget. Yang penting, kami batesin sih penggunaan gadgetnya, nggak boleh terlalu sering, terus didampingin, dan nggak boleh terlalu dekat nontonya. Kalau udah nonton video nyanyi kaya if you’re happy, wheels on the bus, one little finger, dan lain-lain, Abi tenang πŸ˜… Perjalanan di pesawat pun aman terkendali karena Abi juga sambil ngunyah bekal roti yang aku bawa. *HAMDALLAH

        Sampelah kami di Kuala Namu….

        Dan memilih menggunakan kereta untuk menuju Kota Medan. Keretanya bagus banget loh. Cuma sayang agak mahal. Satu orang harus membayar Rp. 100ribu untuk sekali perjalanan. Kita sih penasaran aja pengen cobain, meskipun sebenernya bakal lebih murah kalau naik taksi. Tapi kapan lagi kannnn…

        Abi yang bangun pagi-pagi buta dan nggak tidur di pesawat akhirnya tepar dong.. 

        Nah, sesampainya di Medan kami udah kelaperan banget dan langsung menuju Lontong Medan Kak Lin. Enak banget sih… Di sini, Abi makan nasi lemak yang juga enak. Anaknya doyan, cuma karena porsinya banyak, dia nggak abis. Berhubung megang anak bocah yang lagi aktif-aktifnya, aku nggak sempet foto-fotoin deh. He he..

        Kegiatan hari pertama kami habiskan dengan wisata kuliner yang enak-enak dan tentunya bikin timbangan naik beberapa kilo *aduuuuh

        Mie Ayam Y & Y, nggak ngerti lagi enaknyaaa…Foto by @namalia
        Duren Ucok, duuhh kebayang teruuus..
        Macehat, kedai kopi yang wajib dikunjungin. Avocado nya ituuuu..Avocado, dikasi es krim cokelat, bubuk milo, susu kental manis, meises, dikasi kopi juga tp karena ga suka ga aku pakein. Ini juaaraaa! Abi aja doyan banget.

        Day 2 – Day 3 (Nikahan Batak dan Danau Toba Trip)

        Pagi ini dibuka dengan sarapan Soto Sinar Pagi dan Soto Kesawan. Kita pesen by gojek dua-duanya karena kita harus siap-siap dandan buat ke nikahan sahabat kita. 

        Soto Sinar Pagi : enakkkkkkk parahhhh, sampe-sampe aku makanin kuah sama nasi doang saking endessssnyaaa. Nah, selain soto dia jual sop daging juga, jadi Abi sarapan sop daging deh. Yummy!

        Soto Kesawan : buat aku sih biasa aja rasanya, nggak spesial jd kalau ditanya mau repeat pesen nggak? Hmmm kayanya nggak πŸ™‚

        Kami pun tiba di Nikahan Batak..

        Selfie with bride and groom

        Sayangnya nggak sempat foto sama pengantin di pelaminan karena lagi ada acara adat yang salamannya nggak berhenti-berhenti. Hiks!

        Dari tempat nikahan, kami melanjutkan perjalanan ke Danau Toba. Kurang lebih 6-7jam perjalanan karena kami sempat berhenti untuk ganti baju, solat, dan makan. Sampai di hotel udah malem. Kami ke Danau Toba tanpa sewa supir loh, jadi yang cowok-cowok aja gantian nyetir. 

        Alhamdulillah sepanjang perjalanan dengan jarak dan waktu tempuh yang cukup panjang Abi nggak rewel karena diajak bercanda sama onty-onty dan om-om, terus dikasi cemilan juga haha.. 

        Besok paginya baru kami benar-benar bisa menikmati Danau Toba. Indah bangettt..

        Foto by @adisatryo

        Sehabis menikmati makan siang dengan pemandangan Danau Toba, kami pun harus kembali ke Medan. Ngejar waktu karena banyak titipan oleh-oleh.

        Suatu hari kita akan kembali kesini lagi ya, Bi…. πŸ’™πŸ’™πŸ’™

        Sampai di kota Medan, seneng banget disamperin sahabat dari SMA yang ikut suaminya dinas di sana. Aaahhh happy banget krn udah bbrp taun nggak ketemu.

        Kami menutup malem dengan makan di Seafood Wajir yang enak sih, tapi nggak begitu istimewa. Dilanjutkan dengan ke Ucok Durian buat dibungkus bawa pulang ke Jakarta. 

        Enaknya di Ucok Durian itu, untuk yang dibungkus itu kita pilih sendiri. Kita cobain yang sesuai dengan selera kita. Nyobainnya aja kenyang loh 😜 Sayangnya, kemarin itu lagi nggak begitu musim duren jadi durennya dagingnya agak tipis. Padahal, dulu aku pernah makan duren di Ucok dagingnya tebel banget. 

        Day 4 (Pulang ke Jakarta)

        Kami pun harus kembali ke jakarta untuk kembali ke rutinitas.
        Sedikit tips dari aku untuk bepergian dengan anak usia diatas 1 tahun  atau yang sedang aktif-aktifnya :

        1. Siapkan banyak kaos di tas karena mudah keringetan atau kotor kena makanan.

        2. Siapkan cemilan dan mainan supaya tidak bosan. Cemilan kaya roti atau biskuit wajib ada tuhh…

        3. Buat yang sudah bisa berjalan, sebaiknya nggak usah membawa stroller karena selain makan tempat di mobil, anak yang sudah bisa berjalan sering tidak mau menggunakan stroller, kecuali stroller yang ringan, tidak makan tempat, dan mudah dilipat.Abi sih memang selalu membawa stroller Pockit Chocolatte andalan. (Review-nya menyusul yaaah)

        4. Jangan lupa bawa gendongan. Sekalipun sudah bisa jalan, gendongan tetap wajib dibawa karena kalau sudah mulai ngantuk, biasanya anak tetap minta di gendong. Untuk travelling, biasanya aku selalu bawa gendongan ergo baby andalan. 

        5. Anak di atas setahun sih sudah bisa dikasi garam dan gula, kalau aku sih belum ngasih gula ke Abi. Kita tinggal memilihkan makanan yang relatif aman untuk anak dan tidak pedas. Misalnya, di resto seafood kita bisa pilihkan menu ikan,  rata-rata di restoran ada menu sop, atau menu nasi dengan lauk. Kalau ada jus juga bisa kita kasih tinggal minta tanpa gula.

        6. Bawa/beli buah-buahan yang mudah dikonsumsi kaya pisang atau kiwi. Di Parapat, kita sempet beli buah mangga khas sana. Abi doyan banget, bukanya gampang bisa dikupas pake tangan. Cuma karena airnya lumayan byk jd Abi hrs copot kaos kalo mau makan πŸ˜‚

        Sampai jumpa Medannnnn.. Horaaaasss!

        #JapanTrip PART 2 : TOKYO

        Keseruan terus berlanjuuut…

        DAY 4 – TOKYO DISNEY SEA

        Di Tokyo, kami juga menginap di sebuah apartment yang juga dilengkapi dengan dapur. Jadi, makanan Abi, amaaannn…Apartment kami juga cukup strategis, dekat dengan stasiun dan banyak tempat makan di sekitarnya. Nama daerahnya, Okubo.

        Hari pertama di Tokyo, kami langsung mengunjungi TOKYO DISNEY SEA, yang berada di kawasan TOKYO DISNEY RESORT. Disana ada juga TOKYO DISNEYLAND, tapi berhubung kita udah pernah ke DISNEYLAND yang di Hongkong, kita pikir nggak jauh beda lah, makanya TOKYO DISNEY SEA yang jadi pilihan kali ini. Ahhh, selalu jatuh cinta sama semua hal berbau Disney.  Harga tiketnya memang terbilang mahal 7400 yen per orang atau sama dengan sekitar Rp. 880.000,- lumayan mahal kan? Tapi, begitu masuk, hmmm yahhh sangat worth it! Bangunan-bangunannya super keren dan bikin takjub.

        TOKYO DISNEY RESORT dibangun disebuah kawasan yang sangat luas, bahkan mereka memiliki kereta sendiri, untuk menuju ke masing-masing tempat. Dari stasiun, kami menaiki kereta Disney tersebut untuk menuju TOKYO DISNEY SEA.

        Berhubung bawa si bayik, aku nggak sempet mencoba wahana-wahananya karena antrian tiap wahana juga cukup panjang. Adikku aja yang akhirnya jalan sendirian untuk keliling mencoba wahana disana. Aku, Abi, mama, dan papaku hanya berjalan-jalan, berfoto-foto, dan sesekali memasuki toko souvernir karena barang-barang yang dijual, meskipun cukup mahal tapi sangat menggemaskan. Ini nih sebagian foto kami disana. Totally happy!

        Lagi ahh…

        Kami juga sempat makan di salah satu resto-nya yaitu Cafe Potofino, makanannya enak dan bentuknya lucu-lucu deh πŸ™‚

         

        DAY 5 – TOKYO, HARAJUKU

        Kami memulai perjalanan menuju pusat kota Tokyo untuk naik Hato Bus. Buat yang belum tau Hato Bus, Hato Bus adalah bus tingkat yang akan membawa kita berkeliling Tokyo selama kurang lebih 1 jam. Kita akan dijelaskan juga mengenai beberapa tempat di Tokyo.Cuma hari itu tiket Hato Bus sudah habis sehingga bisa beli tiket untuk besok hari. Sayangnya lagi, Abi belum boleh ikutan karena yang boleh ikutan mulai dari toddler 4 tahun ke atas. Hiks! Akhirnya, besok cuma mama, papa dan adikku yang naik Hato Bus.

        IMG_2051
        Nggak bisa naik, foto di depannya aja deh πŸ˜€

        Kami berfoto-foto di stasiun Tokyo yang arsitektur bangunannya keren banget. Kaya bangunan kuno gitu tapi klasik dan kokoh.

        Lalu, kami melanjutkan naik MRT lagi ke…… HARAJUKU! Yuhuuuu… Ini yang paling ditunggu-tunggu karena it’s shopping time, ha ha ha.. Kami menelusuri Harajuku seharian. Hmmmm, lumayan bikin kalap deh. GAP yang di Jakarta mahalnya ampun-ampunan, disana lagi diskon 50% all item. Terus, kita telusurin jalannya masuk-masuk gitu, ehh ternyata toko sepatu semua dan sepatunya keren-keren. Kalau hoki bisa dapet yang diskonan juga. Aihhh gimana nggak kalap kann…

         

        Belum lengkap rasanya kalau ke Jepang nggak makan Sushi. Kami menutup malam dengan makan malam sushi. Nah, Sushi Nova katanya salah satu yang enak di Harajuku, harganya pun nggak lebay. Kita tinggal pesen di komputer yang ada di depan kita lalu Sushi pun akan tiba melalui sushi train. Itu loh sushi-nya berjalan di atas rel gitu. Daaann.. Enakkkkk! Aduh ternyata memang sushi di Jakarta rasanya berubah ya, jadi males makan sushi di Jakarta ha ha ha.. *sombonggg

         

        DAY 6 – TOKYO, GINZA, SHIBUYA, HARAJUKU

        Karena sudah pesan tiket Hato Bus, kami memulai perjalanan hari ini menuju pusat Tokyo kembali. Mama, papa, dan adikku menaiki Hato Bus selama sekitar sejam. Aku dan Abi hanya berjalan-jalan disekitar tempat tunggunya.

        Terus, kami menuju Ginza. Mau liat-liat aja sih kaya apa sih Ginza itu. Ginza itu daerah yang terkenal membuat Tokyo Banana, cemilan kaya bolu pisang yang banyak dijadikan oleh-oleh dari Jepang. Disana, banyak pertokoan dengan brand-brand high class.

        IMG_2070

        Kami lanjut menuju Shibuya untuk berfoto di Hachicko Statue.

        Selanjutnya, kami menuju Harajuku. Again? ya ya ya…. ha ha ha… Harajaku dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Shibuya. Cuma sayangnya. cuaca hari itu gerimis dan agak dingin. Jadi, kami berjalan sambil sibuk memegang kantong belanjaan plus payung. Oiya, kami mengunjungi Tintin Store di Harajaku karena mama dan adikku penggemar berat Tintin.

         

        DAY 7 – Back to Jakarta

        Yaaaa, liburan cepat banget berlalu. Tau-tau kami sudah harus kembali ke Jakarta. Karena pesawat kami siang, kami sudah harus menuju bandara pagi hari karena perjalanan ke Haneda lumayan jauh dari tempat kami menginap.

        Eh iya, ini bagian depan apartmen tempat kami menginap di daerah Okubo.

        IMG_2406.JPG

        Kalau mau tau kamar dan fasilitasnya, silakan, klik disini

        Saat perjalanan menggunakan subway, sempat transit di Akihabara. Sempet foto dari subway πŸ˜€

        IMG_2409

        Tiba di Haneda…

        Aku sih betah banget di Jepang, selain udaranya nyaman dan sejuk banget, negaranya bersih. Orang-orangnya juga sangat ramah dan murah senyum. Kaya misalnya, saat Abi teriak-teriak di subway, mereka sama sekali nggak ngerasa keganggu atau marah, mereka malah senyum, kadang ketawa liat tingkah Abi. Lain halnya dengan seorang bule di samping meja kami, saat kami sedang makan. Abi teriak-teriak dan bule tersebut melirik ke arah kami dengan tatapan nggak suka. Aku terpaksa membawa Abi keluar dari tempat makan. Mereka ramah banget sama anak-anak. Nih liat nih, Abi aja sampe senyum-senyum centil pas digodain penjaga toko ha ha ha..

         

        Kesulitan aku selama disana adalah aku nggak bisa menyusui Abi di public area. Hmmmm, cerita lengkapnya bisa dilihat disini #JapanTrip Sulitnya Menyusui di Public Area

         

        XOXO,

        Icha

        #JapanTrip PART 1 : OSAKA & Tips Naik Pesawat dengan Bayi

        Ibu dan Abi hadir lagi.. Kali ini kami mau cerita keseruan kamu trip minggu lalu. Yeyyyy! Kalau yang udah sempat intip instagram aku, pasti udah tau kami kemana. Yapp, ke Negeri Sakura alias Jepang….

        Gimana perjalanan kami? SERUUUUUU…..

        Membawa bayi 9 bulan di travelling kali ini, jadi sebuah tantangan tersendiri buat aku. Pertama, kita harus mikirin makannya. Kedua, dia udah mulai nggak bisa diem. Ketiga, kekhawatiran kita takut dia sakit lah, takut dia kecapean lah, takut kepanasan, takut kedinginan, dan ketakutan-ketakutan lainnya. Tapi, ternyata semua dapat terlewati.

        DAY 1 – SHINSAIBASHI

        Kami take off dari Bandara Soekarno – Hatta tanggal 30 April 2016 jam 21.10, nah otomatis kita harus berangkat jauh lebih awal. Aku pesan Uber jam 18.00, udah nunggu sekitar 20 menit supir Uber-nya ngebatalin gitu aja. Pesan lagi, langsung dapat sekitar jam 18.40 kita sudah berangkat menuju bandara. Ehhh, ada-ada aja, ban mobil Uber yang kita naiki kempes dan harus diganti dengan ban cadangan, yang mana supirnya nggak ngerti apa-apa. Kita udah pasrah banget dengan kemungkinan terburuk ketinggalan pesawat. Masalahnya, itu kita sedang di tol dan nggak memungkinkan pesan taksi via telepon. Beruntung, ada sebuah taksi kosong yang melipir ke tempat kita. Langsung buru-buru pindahin koper dan ngebut ke bandara. Untungnya, nggak terlalu macet. Begitu sampai bandara dan mau check in, ada lagi. Ternyata ketentuan di semua maskapai, masing-masing orang boleh membawa 2 koper yang masing-masing beratnya maksimal 23 kg. Kami hanya membawa 2 koper besar yang satu koper untuk berdua. Beratnya melebihi 23 kg. Kami harus memindahkan sebagian barang kami ke kardus yang di berikan maskapai tersebut. Begitu selesai, kami langsung buru-buru menuju gate karena ternyata sudah boarding. Fuiiihhh..

        Perjalanan 7 jam Jakarta – Tokyo (Haneda), alhamdulillah dapat dilalui dengan mulus. Apalagi perjalanannya kan  malem, dimana itu waktu tidur dia. Sempet bangun sekitar sejaman sih, ngajak main, tapi akhirnya tidur lagi. Abi pinter nggak pakai acara rewel apalagi nangis sepanjang perjalanan. Dia kalau ngantuk tidur, kalau laper mimik, kalau mau main dia bangun, emang sih nggak bisa diem, tapi at least dia nggak ganggu penumpang lain dengan tangisan.  Hi hi hi…

        Setelah jeda sekitar 1 jam, kami  melanjutkan kembali perjalanan menuju Osaka dengan pesawat. Kami memang memulai Japan Trip ini di Osaka karena adikku stay disana. Baru setelah dari Osaka, kami ke Tokyo. Perjalanan ke Osaka kurang lebih sekitar 1 jam. Di pesawat, Abi sambil disuapi bubur beras merah yang dibawa dari Jakarta. Dia sukses makan dengan lahap. Kali ini juga aman karena saat take off, walaupun dia nggak mau disusuin, dia tetap tenang. Nah, saat landing, dia berhasil bobo dengan pulesnya.

        And finally, we meet Abi’s Uncle…. Yipiieeee…!

        13151766_10206235242189331_1245304344969839884_n
        @Osaka International Airport

        Sebelum naik subway menuju apartemen tempat kami menginap, kami mencoba es krim keluarannya Glico. Kita kan taunya kalau di Indonesia Glico ngeluarin snack, yang terkenal adalah Pocky. Disini, kita bisa temukan es krimnya. Enaaaakkkkk.. Abi aja doyan lohhh..

         

        Beberapa tips naik pesawat untuk bayi 9 bulan dari aku :

        1.) Bawa makanan dan cemilan : ini supaya si bayi nggak kelaperan dan lumayan bisa ngalihin perhatian dia supaya nggak terlalu banyak bergerak kesana kemari.

        2.) Bawa mainan : bawa beberapa mainan yang nggak makan tempat, ini juga buat ngalihin perhatian dia supaya nggak terlalu banyak gerak. Kalau aku sih bawa teether karet buat dia gigit-gigit.

        3.) Setel Video Anak-anak/kartun : maskapai yang aku naikin bisa setel video, aku setel film-film kartun  karena kan bayi 9 bulan keatas udah mulai ngerti dengan gambar-gambar dan itu lumayan membuat Abi memperhatikan kesana. Walaupun kalau dia udah mulai bosan dia bakal bergerak kesana kemari lagi.

        Perjalanan terus berlanjut. Kami langsung menuju daerah tempat kami menginap, yaitu Shinsaibashi. Setelah menaroh koper kami menuju area pertokoan Shinsaibashi. Duuuhhh, banyak yang menggoda nih πŸ˜€

        Oiya, kami menginap di sebuah apartment yang kami pesan dari Airbnb(www.airbnb.com)  yang sangat recommended broooohhhh.. Nyaman banget buat yang bawa bayi karena feels like home pastinya. Aku happy karena jadinya bisa masak buat makanan Abi.

        Di area pertokoan Shinsaibashi, kanan kiri toko yang bikin pengen mampir. Banyak banget toko yang jual pernak-pernik yang bagus-bagus dengan harga bersahabat, pas banget buat oleh-oleh. Di tempat ini, lumayan padet orang, apalagi lagi golden week juga, yang katanya anak-anak sekolah pada libur. Wisatawan juga banyak, sering kita temuin orang-orang yang ngomong dalam bahasa Indonesia. ha ha ha…

        Nah, ini nih, katanya belum afdol kalau ke Osaka nggak foto di depan billboardnya Glico :p

        13166096_10206240951812068_5073283840495515994_n

        Duhh, baru hari pertama masa belanjaan udah banyak sihhh hi hi hi…

        DAY 2 – KYOTO

        Perjalanan kami hari kedua ini, adalah ke Kyoto. Sebuah kota yang sangat indah menurutku. Oiya, saat perjalanan ke Kyoto ini, papaku kehilangan kameranya. Dia lupa saat ke toilet di sebuah stasiun lalu meletakannya, setelah selesai nggak diambil lagi. Kami udah cukup jauh meninggalkan Shinsaibashi, alhasil aku, Abi, mama dan papaku meneruskan perjalan ke Kyoto, hanya adikku yang akan kembali ke stasiun tersebut lalu untuk mengecek apakah kamera masih ada, lalu baru menyusul ke Kyoto.

        Sesampainya di Kyoto sudah cukup siang dan kami sudah cukup lapar. Kami pun berjalan mencari sebuah tempat makan yang cukup populer, yaitu HALAL RAME GION NARITAYA. Seperti namanya, ramen disini memang halal dan rasanya enak. Yang membuat semakin takjub, disediakan juga mushola di dalam tempat makannya. Ternyata, yang punya adalah seorang muslim.

        IMG_1937

        Setelah, isi perut kami menuju ke sebuah Temple. Namanya, Kiyozumi Dera. Aduhhh, indah banget. Sayangnya, karena aku bawa bayi, aku nggak sempat naik hingga ke atas karena temple tersebut banyak tangga-tangganya. Aku dan Abi menunggu dibawah deh.

        Ini beberapa foto kami di Kyoto. Pemandangannya indah dan bangunannya pun indah.

        Foto sama Geisha dulu ah..

        IMG_2380.JPG

         

        DAY 3 – OSAKA to TOKYO

        Perjalanan hari ketiga ini, kami akan berangkat lagi ke Tokyo dengan menggunakan pesawat. Kali ini kami mendarat di Narita, dimana Narita ini cukup jauh dari pusat kota Tokyo.

        Ini foto di depan apartement kami di Osaka.

        Kalau mau liat kaya apa kamarnya, klik disini 

        Pertama kali kami masuk, apartmentnya masih dalah keadaan berantakan. Kayanya, setelah penyewa sebelum kami keluar, pemiliknya belum sempat membersihkan. Nah, begitu kami complain, pemiliknya langsung gercep alias gerak cepat untuk datang dan membersihkannya. Sangat recommended!

        Oiya, sebelum terbang ke Tokyo, kami punya waktu sekitar 2 jam. Setelah check in, kami memutuskan mengunjungi Rinku hanya satu stasiun dari bandara di Kansai, Osaka. Di Rinku ada sebuah premium outlet yang cukup besar. Sayangnya, karena Abi agak rewel karena ngantuk aku nggak terlalu sempat liat-liat deh hiks hiks.. Aku hanya sempat masuk 1 outlet dan itu pun buru-buru.

        IMG_1941
        @Stasiun Rinku

        Perjalanan kami di Tokyo, di Japan Trip PART 2 yaaa….

         

        XOXO,

        Icha