Kasih Ibu Sepanjang Masa 💕💕

Inget banget, awal melahirkan, aku masih kaku banget, kadang nggak tau harus ngelakuin apa dalam urusan ngerawat anakku. Namanya Ibu baru yang masih belum ngerti apa-apa, aku merasa terbantu banget dengan nyokap yang care banget dan ngajarin aku banyak sekali hal. Beruntungnya lagi, nyokap yang cukup melek teknologi, nggak memaksa aku mengikuti apa yang ibunya dulu terapkan. Dia selalu bilang ,”Dulu sih begini, tapi sekarang gimana ya?”. Dia juga nggak pernah berhenti belajar dan mencari informasi dari berbagai sumber supaya update cara merawat anak masa kini.

Semenjak menikah dan punya anak, ternyata ketergantungan aku sama nyokap nggak berakhir ya😁

Semenjak menjadi istri, otomatis aku harus belajar banyak hal, bahkan hal yang sebelumnya belum pernah aku lakuin. Salah satunya, belajar masak. Jaman aku abege, aku sering banget disuru nyokap belajar masak. “Nanti kalau punya suami gimana kalau nggak bisa masak?”, itu kata nyokap. Aku sih selalu ngejawab iya-iya aja, tanpa ada bukti nyata kalau aku mau belajar masak.

Lalu, setelah nikah, punya anak, dan sekarang harus ikut suami penempatan di luar kota, masak adalah salah satu kegiatan yang wajib banget aku lakuin. Suami sama sekali nggak maksa aku harus bisa masak. Tapi, aku sendiri  yang mikir, “Masa, suami dan anakku beli makan di luar terus?”. Makanan di luar kan nggak tau masaknya gimana, belum kalau banyak msg-nya. Ngeriiiii! Makanya, aku berusaha banget belajar masak. Dari mulai masak yang rasanya abstrak, sampe Alhamdulillah sekarang rasanya udah lebih bisa diterima sama suami. Karena tinggal beda kota sama nyokap, otomatis aku nggak bisa belajar masak langsung sama beliau. Alhasil, aku telepon untuk minta resep atau minta diajarin step by step masaknya.

Hmmm, memang ya kasih Ibu itu sepanjaaaanggg masa! Nggak pernah tuh complain sekalipun aku ngerepotin mulu.

Sekalipun aku udah jadi istri orang gini, apa-apa masih ‘ngadu’ ke nyokap, dari mulai urusan rumah sampai urusan anak, orang pertama yang bakal aku curhatin ya nyokap lah. Buat aku, nyokap itu selalu punya jawaban dan pemecahan buat masalah-masalah. Walaupun, pada akhirnya nyokap bakal bilang, “Yaaa, itu terserah kamu”. Ada yang masih bergantung sama nyokap kaya aku Buibuu? 😂😂

Aku pun semakin belajar, bahwa memang kodratnya anak itu akan bergantung pada Ibunya. Contohnya, hal kecil yang biasa dilakukan anakku Abi saat waktunya tidur, dia akan sibuk mencari rambutku untuk dipegang sampai akhirnya dia tertidur. Pernah aku tinggal dia untuk mengikuti sebuah acara di Jogja, aku titipkan dia sama nyokap (lagi-lagi nyokap;)), katanya sepanjang siang perhatiannya teralihkan karena sibuk bermain sekalipun sesekali masih menanyakan aku. Begitu malam tiba, dia gelisah dan sulit tidur, lalu sibuk mencari-cari rambut. Hehehe…

Ternyata, aku pun juga nggak bisa berhenti mikirin Abi, meskipun aku sedang menikmati ‘me time’. Dia lagi ngapain, dia mau makan apa nggak, dia nyariin aku atau nggak, duhhh pokoknya Abi teruuus 😂 Malah suami, jarang kepikiran 😝😝😝 Gitu ya ternyata rasanya jadi Ibu. Apalagi kaya aku gini yang udah jadi full time mom, 24 jam Abi sama aku, kemanapun aku pergi selalu aku bawa-bawa. Kekhawatiran yang tidak pernah berakhir gitu deh 😂😂 Aku rasa, nyokap juga ngerasa begitu, sekalipun sekarang aku udah menikah dan punya anak, kekhawatirannya terhadapku nggak pernah berhenti.

Kekhawatiran Ibu itu karena rasa cinta yang SANGAT besar terhadap anaknya. Kaya aku satu setengah tahun yang lalu, ketika aku merasa pengasuh anakku tidak sesuai dengan harapan, aku meruntuhkan seluruh ego-ku. Dulu, aku bisa beli apapun yang aku mau, belanja ini itu sesuka hati pakai uangku sendiri. Tapi akhirnya, Aku putuskan berhenti menjadi working mom, lalu berkomitmen mengasuh anakku sendiri tanpa bantuan pengasuh. Yaaa, karierku sekarang ini memang terhenti. Ah, tapi melihat perkembangan Abi dari hari ke hari langsung dengan kedua mataku, mengajari banyak hal langsung dengan seluruh kemampuanku, adalah hal yang tidak dapat dinilai bahkan dengan nominal uang.

Karena rumah adalah sekolah pertama bagi anak. Pernyataan yang sangat tepat buatku. Bagiku, pembentukan karakter seorang anak dan perkembangan anak dimulai dari rumah. Ibu lah yang berperan penting untuk membuat ‘sekolah pertama’ itu berjalan baik. Lalu, saat anak mulai bersekolah di sekolah formal, apakah tugas Ibu berhenti? Oooo tentu tidak! Ibu tidak akan pernah berhenti untuk mengedukasi buah hatinya. Misalnya, mengajari anak untuk mampu beradaptasi dengan dunia luar. Itu dia, jadi Ibu itu ternyata pekerjaan yang nggak ada waktunya karena waktunya itu sepanjang masa.

Semenjak jadi full time mom, aku mulai mengurangi penggunaan gadget untuk diriku sendiri (Abi tidak bermain gadget sama sekali), melakukan banyak aktifitas seperti bermain lego, membaca buku, bermain belanja-belanjaan, dan aktifitas-aktifitas yang dapat merangsang tumbuh kembangnya. Dengan keintiman yang aku bangun ini, aku semakin merasa Abi sangat membutuhkanku. Ada kalanya, dia sibuk mencari perhatian. Misalnya,bdengan memanggil-manggil aku yang sedang sibuk di dapur, lalu jika aku masih sibuk dengan kegiatanku dia akan menangis, bahkan bisa menangis heboh. Atau jika terbangun, lalu aku tidak ada didekatnya dia akan menangis sambil teriak memanggilku dan tidak akan berhenti sampai aku datang. Duhhh, nikmat bener jadi Ibu. Ketika kamu merasa sangat dibutuhkan, rasanya nggak bisa digambarkan dengan kata-kata.

Aku sering mengajaknya untuk pergi dan bermain di luar berinteraksi dengan sekitar untuk merangsang motorik dan kemampuan bicaranya. Aku mendorong dia juga untuk dapat bergaul dengan teman sebaya, serta berinteraksi baik dengan orang yang lebih tua ataupun yang lebih muda. Semakin sering aku membawanya ke luar, semakin terasah pula kemampuan berbicaranya dan semakin baik pula adaptasinya dengan lingkungan luar.

image

image

image

Aku sering dibuat terharu dengan kalimat-kalimat yang dia ucapkan. Alhamdulillah, di usia 2 tahun 4 bulan ini dia sudah dapat berbicara dengan cukup jelas. Dia memiliki sebuah cita-cita, yakni ingin ke rumah Allah, Ka’bah. Anak  2 tahun punya cita-cita seperti itu, rasanya aku ingin menangis terharu. Sampai-sampai dia punya tabungan, lalu kutanya untuk apa tabungan itu, dia menjawab, “Untuk ke Rumah Allah, Ka’bah”. Bangganya Ibu sama kamu, Nak. Mungkin dulu waktu Ibu seumur kamu, cita-cita Ibu sebatas ingin punya boneka barbie selemari atau sebatas ingin makan es krim segentong😂 Bahkan, di usianya sekarang ini dia sudah bisa menjawab pertanyaan siapa presiden Indonesia, dia akan langsung menjawab, “Bapak Jokowi”.

Banyak yang suka nanya, gimana caranya bikin Abi jadi ceria, seneng ngomong, responsif, dan gampang bersosialisasi. Aku sebenernya juga bingung loh kalau ditanya. Hanya saja, mungkin karena aku memperlakukan Abi layaknya seorang teman, aku ajak bermain dan aku ajak bicara banyak hal. Lalu, aku memperlakukan dia bukan lagi seperti anak bayi, aku tegur kalau dia salah dan aku apresiasi kalau dia melakukan hal-hal yang hebat. Aku berusaha mengajarinya banyak hal tanpa memaksanya dan berusaha memberikan hal-hal positif. Aku berusaha meberikan dia contoh, bukan hanya sekadar ucapan. Yang aku yakini, kalau kita ingin anak baik, kita lah yang harus terlebih dahulu menjadi orang yang lebih baik. Tanpa aku sadari, apa yang telah aku lakukan terhadap Abi membuatnya menjadi sosok yang membanggakan, paling tidak untuk aku dan suamiku❤

Bicara soal mengungkapkan cinta terhadap Abi. Duhhh, jangan tanya deh ya secinta apa aku sama dia, pastinya semua Ibu tau gimana rasa cinta sama anak itu. Aku cinta pada seseorang yang sejak dia belum muncul ke dunia pun aku sudah merasakan bahagia, merasa ingin segera memeluk dan menciumnya, dan merasa aku harus menjaganya dengan segenap jiwa ragaku. Saat dia dikandungan, caraku mencintainya adalah dengan menjaga diriku agar kandunganku baik, makan dan minum yang sehat-sehat agar bayi dikandunganku sehat, dan selalu berhati-hati agar tidak membahayakan makhluk kecil di perut. Begitu dia lahir, bentuk ungkapan cintaku terhadap Abi adalah aku berusaha memberikan yang TERBAIK untuk semua hal dihidupnya hingga hari ini.

Semakin dia besar, dia semakin mengerti, bahwa Ibunya cinta banget sama dia. Aku suka bilang, “I love you, Abidzar,” lalu dia menjawab “love you too…” Aaaaaa gemas, bikin meleleh. Sekarang ini, ngungkapin cinta ke dia nggak harus dengan memberikan dia mainan atau mengajaknya jalan-jalan saja, walaupun orang tua cari uang mati-matian ya emang buat siapa lagi, selain buat bahagiain anak. Tapi menurutku,  memberinya waktu yang berkualitas merupakan ungkapan cinta yang tidak ternilai. Makanya, aku selalu menyediakan waktu untuk mengajak dia bermain bersama, menggubris setiap omongannya, memperhatikan asupannya, memeluknya saat dia bersedih, menciumnya saat dia melakukan hal yang keren, dan membuat dia merasa orang tuanya, terlebih Ibunya selalu ada di sampingnya 🙂

Sejujurnya, aku merasa masih jauh dari kata sempurna, kadang kala aku masih merasa belum cukup sabar mengasuh Abi. Kadang masih suka marah, suka kesel, suka melotot karena keaktifannya yang suka luar biasa 😂 Tapi, setelah aku feeling guilty, aku bakal peluk dia dan minta maaf. Ekspresinya yang polos sambil bilang, “Gapapa Bu…” Bikin aku meleleh banget dan jadi pengen nangis. Duuuuh, kok Ibu masih nggak sabar sih sama kamu. Padahal, Ibu harusnya bersyukur lho punya kamu, banyak Ibu-ibu di luar sana yang berharap anaknya tumbuh aktif, Ibu udah dikasi anak aktif yang Alhamdulillah perkembangannya baik, kok masih nggak sabar juga:'( Namanya juga manusia ya, tempatnya salah dan khilaf.

Eh iya, aku punya dua buah cerita.

Cerita 1:
Seorang temenku pernah cerita. Dia hanya hidup berdua dengan Ibunya karena saat Bapaknya tau, temenku memiliki keterbatasan, Bapaknya malu dan enggan mengakui dia sebagai anak. Tegaaaaa! Ibunya tetep berdiri tegak, merangkul anaknya yang tersakiti, sambil terus berjuang menghidupi anaknya, bekerja apapun yang bisa dikerjakan sejauh itu halal. Kini, sekalipun anaknya masih dalam keterbatasan, dia sedikit-sedikit mampu membantu Ibunya untuk urusan keuangan karena dia diajarkan untuk menjadi mandiri. Dia mengeluarkan segala kemampuannya untuk paling tidak bisa membiayai hidupnya sendiri.

Cerita 2 :
Kisah lainnya, temenku sejak kecil Bapaknya sudah meninggal dunia. Dia hidup hanya dengan Ibu dan adiknya. Ibunya bekerja keras, sehingga mampu mengantarkan kedua anaknya menjadi sarjana.Bahkan, anaknya bekerja sambil kuliah untuk meringankan beban Ibunya.

Dari dua cerita di atas, aku berpikir bahwa Ibu itu selalu punya kekuatan lebih untuk tetap berdiri tegak sekalipun badai kehidupan menghantamnya sangat keras. Ibu selalu punya kekuatan yang entah dari mana, untuk bangkit lagi setelah jatuh, lalu menarik anaknya bangkit. Coba kalau Bapak yang harus struggling, cari uang sambil membesarkan anak-anak, aku tidak terlalu yakin Bapak-bapak mampu. Hmmn, soalnya Ibu-ibu itu biasanya mampu multitasking, sedangkan kaum Bapak nih, biasanya agak sulit multitasking, bener nggak yaaa? 🙂

Dari cerita-cerita itu, aku juga belajar, bahwa aku harus mampu membuat Abi menjadi sosok yang mandiri dan mampu struggling dengan dunia yang keras ini. Karena aku, tidak mungkin selamanya ada di dekat dia untuk menolong kesulitan-kesulitannya karena akan ada waktunya dia harus menyelesaikan masalahnya dengan dirinya sendiri.

Kaya aku nih, tinggal jauh gini dari nyokap pada akhirnya banyak hal yang harus kupikirkan dan selesaikan sendiri. Misalnya, saat Abi sakit. Jujur aja, aku tuh Ibu yang panikannya minta ampun. Abi sakit sedikit aja aku bisa sedih, parno, dan super panik. Kaya beberapa hari lalu, Abi mendadak panas. Maklum deh, drama anak udah sekolah ya kan, ketularan temennya. Kasian banget ngeliat dia kehilangan keceriaannya.

image

Kalau dulu setiap Abi demam, biasanya aku langsung bawa dia ke dokter *maklum Emak2 panikan* Meskipun, Dokter anak Abi pun ujung-ujungnya selalu menyarakan untuk dikasih Tempra untuk penanganan awal kalau demam.

image
Otw dokter, lagi lemes-lemesnya nih 😥

Padahal, nyokap juga selalu bilang sih, dulu waktu aku kecil, setiap aku demam, nyokap nggak begitu khawatir lagi karena ada Tempra yang selalu siap di kotak obat. Biasanya, langsung manjur! Harusnya sih nggak perlu sepanik itu, tapi namanya juga new mom ya kannn..

Makanya, Tempra udah pasti selalu stand by di kotak obat ataupun di dalam tas. Soalnya, yang namanya anak demam itu suka nggak terduga-duga deh. Jadi, kalaupun dia demam pas kita lagi pergi, Tempra udah siap menemani.

Dulu pas masih bayi, Abi dikasi Tempra Drop, tapi sekarang karena dia udah 2 tahun lebih, aku kasih dia Tempra Syrup deh. Tempra itu dibuat dengan rasa anggur yang disukai anak-anak, jadi anak-anak nggak susah deh minum obatnya. Udah gitu, selain meredakan demam, Tempra juga bisa meredakan nyeri.

image

image

Tempra syrup ini kemasannya terbuat dari plastik jd kalau kesenggol dan jatuh, dia nggak pecah. Jadi gampang deh, kalau mau dibawa bepergian sekalipun. Terus, nggak perlu ribet dikocok dulu karena formulanya 100% larut loh.

image

Tempra juga aman banget di lambung, jadi Buibu nggak usah khawatir karena aman banget kasih ke anak-anak. Selain itu, ada gelas takarnya juga dan penjelasan takaran untuk sesuai usianya juga jelas di kemasan obatnya. Kalau Abi sekarang ini dikasi 5 ml setiap minum. Kalau lagi demam biasanya aku kasih dia setiap 4 jam. Cuma, nggak boleh lebih dari 5 kali dalam sehari ya, Buibuu.. Begitu dikasi Tempra, dia bobonya pules deh. Ibu jadi tenang.

Nah, jangan lupa dikompres juga, tapi bukan dengan air dingin, melainkan air hangat ya. Untuk menurunkan suhu tubuh yang sedang tinggi, harus diturunkan dengan air yang suhunya sama. Kalau aku biasanya aku rendam Abi di bak air hangat supaya seluruh tubuhnya terkena guyuran air hangat.

image
Walaupun lemes, tetap mandi air hangat

Oiya, kalau lagi demam juga jangan pakai pakaian yang terlalu tebal dan serba tertutup. Kan biasanya pas anak sakit, pakai baju tangan panjang celana panjang, dikasih kaos kaki, kadang dipakaikan jaket dan selimut juga. Sebaiknya, jangan ya Buibu. Biasanya aku pakaikan dia baju yang tipis dan nyaman, biar panas tubuhnya keluar. Aku juga tetap memasang AC supaya ruangan sejuk, tapi jangan terlalu dingin juga. Biarkan dia merasa nyaman dengan suhu kamarnya.

image

Tapi yang perlu menjadi catatan Buibu nih, kalau demamnya udah lebih dari 2 hari (48 jam), tandanya si kecil harus dibawa ke dokter tuh, untuk penanganan medis lebih lanjut. 

Semoga pengalamanku ini berguna yaaa Buibu :):)

Seru ya jadi Ibu, harus terus belajar dan nggak boleh berhenti mencari tahu berbagai informasi seputar dunia anak. Yaaa faktanya, jadi Ibu itu nggak gampang. Hmmm, benar ternyata punya anak sih memang gampang, tapi membesarkannya, merawatnya, mendidiknya, bukan hal yang mudah. Sebab, tanggung jawabnya itu langsung ke Tuhan. Tanggung jawabnya gede bener, loohhhh!

Aku kalau ngomongin peran Ibu gini, suka mendadak mellow nih 🙂 Aku jadi semakin tau, oooo begini toh nyokap, rasa senengnya, marahnya, bebannya, duhhh jadi tau yang nyokap rasain.

Selamat Hari Ibu untuk kamu, aku, kita, dan seluruh Ibu-ibu yang ada di dunia ini. Kita layak memberikan penghargaan pada diri kita sendiri bahwa kita adalah Ibu yang hebat❤

XOXO,

image

❤Buicha❤

Continue reading

Advertisements

Bermain dan Belajar Bersama @masakecil.id

Aku sering flashback ke masa anak-anakku yang sangat menyenangkan. Tidak perlu mengenal gadget, tidak asyik sendiri menonton TV. Masa kecilku dihabiskan dengan bermain, bermain berbagai mainan yang dibelikan orang tua, bermain bersama teman di luar rumah, berlarian di alam bebas, bercengkrama dengan anak lain, tak jarang berkelahi berebut mainan. Ingin rasanya, anakku Abi merasakan yang sama. 
Nyatanya, dunia tak lagi sama. Anak-anak pasti udah nggak tau lagi serunya main bekel, main karet, main dompu, main masak-masakan yang nyabutin daun dan bunga-bungaan, main kapal dari kaleng yg bisa jalan beneran di air, main kasti, dan permainan-permainan khas masa kecil yang seru lainnya.

Dunia ini telah berubah menjadi terlalu maju. Anak-anak kecil tak lagi bercengkrama dengan anak seusianya, tapi mereka lebih asyik menghabiskan waktu dengan gadget-nya, bahkan bisa super panik kalo gadget-nya ketinggalan atau batrenya habis. Mereka nggak panik kalo mobil-mobilan yang dibeliin orang tua ilang? Atau barbie-nya tangannya copot? Atau masak-masakannya pancinya ilang entah kemana? Atau kereta-keretannya relnya rusak?

Aku nggak mau itu terjadi sama Abi. Aku pengen dia menikmati hari-harinya dengan bermain yang seru dan menyenangkan. Yang jadi peer buat kita sebagai orang tua, yaitu harus mulai menyesuaikan diri dengan kemajuan ini. Kita siapkan diri kita dengan permainan-permainan yang mungkin jauh lebih modern tapi tetap mendidik. 

Well, aku pun ikutan acara playdate sama @masakecil.id yang kali ini temanya buah dan sayur 😊 Aku pengen Abi berinteraksi dengan anak lain sambil bermain, belajar, sekaligus menstimulasi motoriknya. Kali ini, bertempat di Perdikan Resto, Antasari, Jaksel. Enaknya, selain ada tempat terbukanya buat anak-anak main, ada beberapa binatang yang dilepas bebas. Ada kelinci, rusa, ayam, burung, dan burung merak. Anak-anak bebas bermain dan bereksplorasi. Sayangnya, Abi agak takut untuk berdekatan dengan rusanya hihi.

Acara dimulai dengan berkenalan dengan berbagai jenis buah dan sayur. Anak-anak diajak menempelkan beraneka buah dan sayur di board. Lalu, Tante Lala dan Tante Eno dari @masakecil.id juga ngasih liat anak-anak buah-buahan dan sayur-sayuran yang asli lho. Anak-anak boleh memegang. 

Selanjutnya, anak-anak diajak untuk outdoor activity, yaitu berbelanja beraneka ragam buah dan sayur di pasar mini. Untungnya, cuaca lagi bersahabat mendung-mendung gimana gitu, jadi anak-anak nggak kepanasan deh. Mereka dibekali sebuah keranjang dan dipersilahkan memilih beraneka ragam buah dan sayur. Karena Abi mulai mengenal nama-nama sayur dan buah, dia keliatan cukup bersemangat disuruh belanja sampai keranjangnya penuh, hehehe… 

Lalu, anak-anak belajar mencuci buah dan sayur. Nah, ini yang paling anak-anak suka sekalian ciprat-cipratin sampe basah, hehe… Buah dan sayur disikat pake sikat gigi dan air sabun ,setelah itu di lap pakai handuk, dan dimasukan keranjang kembali kalau sudah kering.

Selanjutnya anak-anak diajak memisahkan mana sayur dan mana buah. Kalau seumur Abi sih mungkin belum terlalu paham yang mana sayur dan yang mana buah. Walaupun, dia udah mulai afal beberapa nama sayur dan buah beserta bentuknya. Tapi, dikasi petunjuk kok berupa gambar dan tulisan.

Di sesi berikutnya, anak-anak diajak untuk belajar memotong buah-buahan sendiri. Hasilnya, udah pasti acak-acakan. Tapi, itu nggak penting sih, yang penting proses belajarnya😍 Belajar memotong buah kaya gini bisa banget dipraktekin sendiri di rumah. Ini hal sederhana lho, tapi edukatif banget ya. Abis dipotong, buahnya boleh langsung dimakan. Asyiiikkk!

Nah, sesi terakhir buat anak-anak adalah membuat art craft. Ceritanya, bikin jus jeruk. Anak-anak diajak ngecap paper berbentuk gelas menggunakan potongan jeruk dan cat berwarna oranye, seolah-olah ini adalah jeruknya. Lalu, mengecap menggunakan spon dan cat berwarna putih, seolah-olah ini adalah es batunya. 

Tadaaaa…ini hasilnya….😎 Boleh dibawa pulang buat kenang-kenangan deh.

Nah, nggak cuma sesi buat anak-anak aja nih. Ada parenting class juga buat para orang tua dengan pembicara Tante Rosa, seorang Psikolog. Temanya, menjadi Mama Montessorian. Lebih ke ngobrol santai sih dan kita bebas nanya seputar perkembangan dan dunia anak-anak.

Sesungguhnya, sudah menjadi tugas kita sebagai orang tua untuk memberikan stimulasi-stimulasi untuk perkembangan semua aspek kehidupan anak. Terlebih, di usia golden age (0-6 tahun), di mana si anak sedang mengalami pertumbuhan yang pesat-pesatnya.

Mau ikutan keseruan playdate bareng masa kecil? Follow aja instagram @masakecil.id untuk dapet beragam infonya😊 

Semoga bermanfaat ya, Buibuuu ❤
XOXO,

Buicha & Abidzar

[Event] Temu Bunda 2017, Proud to be Mombassador SGM Eksplor ❤

Buat Mamak-mamak rumah tangga kaya aku gini, “me time” setelah tenggelam dengan kesibukan rumah tangga kaya masak, nyuci, nyapu,dll adalah sebuah kegiatan bernilai tinggi. Makanya begitu kesempatan buat “me time” itu akhirnya dateng, berbekal support suami tentunya, akhirnya Ibu Icha nggak mau melewatkannya 😍 
Ibu Icha segera membawa Abi terbang dari Sidoarjo menuju Jakarta untuk menitipkan Abi pada neneknya hihihi. Ini pertama kalinya banget, ninggalin Abi keluar kota dan tidur kepisah dari Abi. Tapi, Ibu kan mau mencari ilmu dan “me time” jadi harus semangat! Walaupun perginya harus kabur karena kalau Abi ngeh Ibu pergi meweknya bisa nggak kelar-kelar😂😂

Selama 3 hari 2 malam 92 Bunda-bunda hebat dari Sabang sampai Merauke berkumpul dalam acara Temu Bunda 2017, sekaligus mengukuhkan kami menjadi Mombassador SGM Eksplor. Pasti masih pada penasaran deh, apa sih Mombassador itu? 

Banyak yang ngira, bahwa menjadi Mombassador tandanya kita harus promoin susu SGM Eksplor. Nggak sama sekali Buibuuuuk! Nggak ada tuh suruhan bahwa kalau kita ikut, kita harus promoin susunya. Bahkan, kalau boleh jujur, aku sendiri belum memberikan susu SGM Eksplor buat Abi loh. Abi kan baru disapih nih. Aku masih melihat-lihat dan mempertimbangkan, susu apa sebaiknya yang diberikan untuk Abi. Nah, dengan ikutnya aku menjadi Mombassador SGM menambah keyakinanku untuk memilih SGM sebagai tambahan nutrisi buat Abi.  Gimana nggak yakin, selain dapet beragam ilmu soal nutrisi, kita juga diajak ngeliat langsung pabrik pembuatannya yang menjujung tinggi hiegienitas. Apalagi, Buibuk kaya aku gini yang milih ini itu buat anak hati-hati banget, butuh banget ngeliat langsung nggak sekedar denger dari orang. Begitu melihat sendiri, produknya memang berkualitas dan layak untuk direkomendasikan.

Nah, balik lagi, Mombassador itu adalah sebuah komunitas yang dibuat SGM Eksplor untuk membantu SGM mewujudkan cita-cita memberikan nutrisi terbaik untuk bangsa. Setuju banget sama yang Mas Akri dari Sari Husada bilang, bahwa untuk mewujudkan tujuan menyebarkan nutrisi terbaik untuk bangsa nggak bisa cuma dilakukan Sari Husada sendiri, tapi membutuhkan bunda-bunda untuk menyebarkan ke orang-orang di sekitar.

Apa saja sih kegiatannya? Boleh ya, aku sharing sedikit :

Day 1 (24 Agustus 2017) : Tiba di Jogja, Foto Profile, dan Welcoming Dinner 

 Pagi hari, kami berkumpul di meeting point yang dekat dengan kediaman kami masing-masing, kebetulan aku berkumpul di Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat. Sebuah mobil pun siap membawa kami ke bandara. 

Bersama Bunda Nitha, Bunda Neni, Bunda Dina, dan Bunda Efa yang siap berangkat dari Jakarta Pusat. Dok : Bunda Dina Milasari
Jogja, kami datang…..

Kami agak delay sekitar 30menit dari jadwal keberangkatan pukul 12.45, tapi nggak mengurangi semangat kami untuk segera tiba di Jogja karena ternyata perut juga udah keroncongan hihihi…

Koper gede sendiri nih😎
Tiba di Jogja 😍

Namanya juga emak-emak ya kan, tiap jengkal kudu foto. Jadi, setelah ambil bagasi dan ngeliat spot foto keren, langsung deh kita pepotoan hihihi, jadi lupa sama si perut keroncongan. Padahal, sebuah bus sudah menunggu kami untuk diantarkan ke hotel.

Setibanya di Greenhost Hotel, itu loh hotel tempat syutingnya AADC 2, kami langsung menyantap hidangan, lalu mengisi kuesioner dan foto profile.

Keren kan view-nya…

Setelah foto profil, kami diberi waktu untuk beristirahat di kamar masing-masing. Aku memilih untuk video call Abi yang berujung bikin dia sedih 😥 Lalu, mandi karena udah super lengket ini badan. Temen sekamar aku, Bunda Melisa dari Bandung belum datang karena bunda-bunda dari Bandung kena delay 2 jam. Huhu..

Malam harinya adalah welcoming dinner. Kami makan malam, lalu ada sesi penjelasan tentang Mombassador yang juga diisi dengan kuis-kuis yang kocak dan menghibur. Nggak lupa ditutup dengan foto bersama yang heboh dan ramai. Secara, 92 orang gitu lohhhh….

Hihi serunya foto dempet-dempetan. Dok : Mas Suhakri (Sari Husada)

Day 2 : Belanja Oleh-oleh di Bakpia Pathuk 25, Visit Pabrik Sari Husada, Makan Siang di Rama Sinta Resto, Outbond di Kompleks Candi Prambanan, dan Gala Dinner & Pengukuhan Mombassador di Sekar Kedathon Resto

Kami sudah harus sarapan pukul 6 pagi dan berangkat pukul 7 pagi menuju ke pabrik Sari Husada.  Eitss, tapi pepotoan pas sarapan nggak boleh dilewatkan dong. 

Sarapan duluuuu…

Kami sempat mampir di Toko Bakpia Pathuk 25 untuk berbelanja oleh-oleh. Bahkan, saat kami tiba disana, tokonya belum buka loh. Ha ha ha… Ternyata, pegawainya dalam perjalanan karena membawa bakpia yang betul-betul baru dan masih hangat. 

Buibuk kalo belanja semangat banget yaaak! 😂 Dok : Bunda Dina Milasari

Nah, ini yang paling ditunggu-tunggu karena dari kemarin-kemarin cuma denger ceritanya aja. Kami tiba juga di Pabrik Sari Husada yang dibangun di tanah seluas kurang lebih 15 hektar. Konon, ini merupakan pabrik Sari Husada yang terbesar dari pabrik Sari Husada di seluruh dunia dan merupakan pabrik yang terbesar di Asia Pasifik. Warbiyasakkk!

Dok : Bunda Dina Milasari
Foto rame-rame di depan Pabrik. Dok : Bundah Diah Arini

Kita disuguhkan pabrik yang begitu asri dengan rerumputan dan pepohonan, pabrik yang bersih nggak keliatan sampah sedikit pun, dan pabrik yang luas. Jangan coba-coba jalan kaki Buibuk, bisa encok lohhh. Ha ha ha… Makanya, disekitar pabrik banyak terlihat sepeda, mungkin itu yang digunakan karyawan untuk berkeliling pabrik. Pabriknya juga dilengkapi fasilitas untuk karyawan kaya tempat fitness dan kantin. Penting tuhhh, kalau karyawan sehat kan kinerjanya juga pasti akan baik. 

Pabrik ini juga memberlakukan aturan yang cukup ketat untuk pengunjung. 

  • Pengunjung wajib menggunakan sepatu tertutup. 
  • Pengunjung tidak dalam keadaan flu, diare, tipus, dan penyakit lain yang menular. Ini menyangkut unsur hieginitas pabrik.
  • Pengunjung tidak boleh berjalan sambil memegang handphone. Ini menyangkut keamanan diri di pabrik, karena kan disana berbagai truk, seperti truk pengangkut susu, truk barang, dll, kerap lewat di lingkungan pabrik.
  • Tidak boleh mengambil foto di area tertentu.

Sayangnya, karena keterbatasan waktu, tidak semua area pabrik bisa kami datangi. Yaiyalah yaa, mau sampe jam berapa kalau semuanya dikelilingin😁 Jadi, kami hanya melihat beberapa tahap terakhir, seperti proses packaging susu bubuk di dalam kantong foil, packaging kantong foil ke dalam kardus susu, packaging kardus-kardus susu ke dalam kardus besar. Lalu, diakhiri dengan melihat ke gudang penyimpanannya. 

Kita nggak perlu khawatir sih, karena produk susu Sari Husada tidak menggunakan bahan pengawet untuk produknya, melainkan menggunakan nitrogen supaya produk susu lebih awet. Susu yang akan expired dalam kurun waktu 3 bulan juga akan ditarik dari peredaran. 

Selesai kunjungan pabrik, pas banget waktunya makan siang, pas banget cacing-cacing di perut udah bernyanyi indah. Kami diajak menikmati santapan makan siang di Rama Sinta Restaurant. Kami makan siang sambil menikmati pemandangan Candi Prambanan. Pepotoan pun jadi agenda yang nggak boleh terlewatkan. Nice place!

Memanjakan mata dengan pemandangan yang indah, memanjakan lidah dengan makanan yg sedap di Rama Sinta Resto. Dok : Bunda Amanda Ratih
Dok : Bunda Dina Milasari

Dok : Bunda Puanjoo

Setelah perut terisi dan istirahat solat, kami diajak menuju kawasan kompleks Candi Prambanan untuk Outbond. Jangan bayangin outbond yang flying fox gitu gitu ya buat emak-emak mah udah pada pasang bendera putih duluan sebelum mulai hahaha… Outbond-nya itu, lebih ke aneka games yang menguji kekompakan dan product knowledge kita tentang nutrisi dan SGM. Seruu banget loh. Meskipun nggak menang, yang penting kebersamaan, kehebohan, keseruan, dan semangatnya. Happy banget lah!

Dok : Bunda Sinta Hartono
Dok : Bunda Sinta Hartono
Dok : Bunda Amanda Ratih
Dok : Bunda Sinta Hartono

Outbond diakhiri dengan menuliskan harapan di sebuah prisma. Harapanku sih, agar silaturahmi kami para Mombassador tidak terhenti hanya di acara ini, tapi terus berlanjut di kemudian hari, agar kami bisa terus  berbagi informasi, ilmu, dan pengalaman agar terus dapat menginspirasi ❤

Dok : Bunda Sinta Hartono
Dok : Bunda Sinta Hartono

Setelah outbond, rencana untuk berbelanja oleh-oleh dibatalkan karena waktunya sangat mepet. Kami harus kembali ke hotel untuk bersiap-siap Gala Dinner dan Malam Pengukuhan di Sekar Kedathon Resto. 

Pada Gala Dinner ini, selain disuguhkan makanan yang super nikmat, kami juga ditemani suguhan lagu-lagu enak oleh Band asal Jogja. Acara dipandu dua MC yang super kocak Mas Novian dan Mbak Tako, serta diisi dengan kuis yang sangat menghibur, talkshow yang menginspirasi, pengukuhan kami sebagai Mombassador, dan diakhiri dengan Tarian Maumere yang membuat kami semua tertawa dan gembira bersama.

Dok : Bunda Dina Milasari
Talkshow yang Menginspirasi dengan Pembicara Bunda Fiki (Wajah Bunda Indonesia), Bunda Candy (Mombassador dan Founder Omah Parenting), dan Bunda Naomi Jamaro (Connection Manager Sari Husada)
Speech dari Bunda Naomi Jamaro, selaki Connection Manager Sari Husada

Kami satu per satu diberikan sebuah batik cantik  Oleh Connection Manager Sari Husada Mbak Naomi Jamaro, sebagai tanda kami telah resmi menjadi Mombassador Batch 5 dan juga resmi menjadi keluarga besar SGM Eksplor.

Selfie bersama Bunda Dina dan Bunda Idas
Malam Pengukuhan Mombassador Batch 5. Dok : Facebook Aku Anak SGM
Tarian Maumere sebagai Penutup Acara. Dok : Facebook Aku Anak SGM
Semua bahagia dan tertawa bersama❤ Dok : Bunda Diah Arini

Malam itu kami juga diberikan buah tangan berupa bakpia yang enakk banget 😋😋

Day 3 : Workshop, Pengumuman Pemenang, dan Kembali ke Daerah Asal Masing-masingSetelah sarapan, kami bersiap untuk memulai workshop. Kami harus membuat sebuah program sederhana yang tujuannya adalah kepedulian kami sebagai Mombassador terhadap nutrisi dan perkembangan anak. 

Berangkat dari kekhawatiran kami sebagai orang tua, kami sepakat untuk mengangkat kegiatan bermain sebagai sebuah program untuk meninggalkan atau mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget. Tau sendiri kan Buibuk, sekarang gadget itu adalah sesuatu yang berguna, sekaligus membahayakan bagi orang tua. Makanya, kami membuat program dimana orang tua wajib mengajak anak bermain, bisa dengan bermain permainan tradisional, membuat aneka mainan sendiri, bahkan membuat mainan dari barang bekas ( termasuk kardus susu). Harapannya sih, anak-anak teralihkan perhatiannya dari gadget dengan asyik bermain bersama orang tuanya. 

Dok : Bunda Chusnul Khotimah
Dok : Bunda Chusnul Khotimah
Hasil Diskusi Kelompok 1. Dok : Bunda Eva Sri Rahayu

Walaupun kami nggak menang, bukan masalah. Yang paling penting, kami sudah menyuarakan ide dan pendapat kami😍

Tiba lah pengumuman pemenang, mulai dari pemenang live report, pemenang lomba VLOG, pemenang lomba Workshop, dan Pemenang Bunda Persahabatan. 

Aku nggak nyangka banget lho, ternyata jadi salah satu pemenang lomba VLOG. Soalnya, aku sama sekali nggak bisa ngedit-ngedit video. Tapi, video yang aku bikin seadanya itu, aku persembahin tulus banget dari hati *tsailahhh buat Bunda Melisa Dahlan dari Bandung, teman sekamarku. Tema VLOG-nya adalah tentang room mate. Aku menceritakan bahwa, pertemuanku dengan Bunda Melisa membuat aku rindu kampusku karena ternyata Bunda Melisa adalah seniorku di Fikom Unpad. Kami pun jadi reunian soal kampus, soal Jatinangor, dan soal Bandung. Sekalipun kami bukan orang asli Bandung (fyi, kami sama-sama asal Sumatera), tapi kami sangat cinta Bandung. Kalau mau liat videonya boleh banget klik disini

Menang lomba VLOG nggak nyangka banget! Dok : Bunda Dina Milasari

Ini beberapa fotoku dengan Bunda Melisa :

Sedihnya mau pisah 😢
Nggak mau melewatkan indahnya Prambanan. Dok : Bunda Melisa Dahlan

Ada pertemuan pasti ada juga perpisahan. Senang, sedih, haru, bahagia, dan berbagai rasa campur aduk. Kami pun harus kembali ke daerah kami masing-masing untuk kembali ke pelukan keluarga tercinta. 

Foto bareng Mas Elka, guide selama di Jogja yang selalu menghibur sepanjang perjalanan di bus. Dok : Bunda Chusnul Khotimah
Sampai jumpa Jogjaaaa… Dok : Bunda Amanda Ratih

Me time-nya sangat seru dan menyenangkan. Sekarang, sudah siap tenggelam dalam kesibukan rumah tangga kembali deh 😊

Terima kasih SGM Eksplor, Sari Husada, Semua Pihak yang telah membantu Acara Temu Bunda 2017 untuk acara yang begitu berkesan dan menyenangkan😍😍 Untuk para Mombassador, semoga silaturahminya terus terjaga dan terus dapat saling menginspirasi ya….

Tertarik menjadi Mombassador berikutnya? Pantengin terus website Aku Anak SGM social media Twitter – Instagram – Fanpage supaya Bunda-bunda juga nggak ketinggalan berbagai infonya ❤


XOXO,

Icha 

Dear Abidzar… (vol. 2)

Dear Abidzar…

Hari ini, Allah memberikan lagi sebuah kebahagiaan untuk Ibu, melihat Abi meniup lilin ulang tahun yang kedua. Jangan tanya rasanya, senang, terharu, semua bercampur aduk. Ibu nggak pernah menyangka Abidzar-ku cepat sekali besarnya.

Tahun lalu, Ibu memberikan hadiah ulang tahun, Dear Abidzar Vol. 1. Juga hadiah waktu untuk Abi. 24 jam setiap hari yang Ibu janjikan, Ibu tepati kan Nak? Ibu bahagia, bisa melihat detik demi detik pertumbuhan Abi. Melihat Abi semakin pinter bicara, pinter berkelakuan, dan pinter makan. Ahhh, bener-bener priceless!


Abi sayang, sudahkah Ibu menjadi Ibu yang baik untuk Abi? Tentu saja belum, Nak! Ibu sangat jauh, jauh sekali dari kata sempurna selama ini menjaga dan mendidik Abi. Masih sering mengomel, masih kurang sabar, masih sering khilaf mencontohkan hal yang kurang tepat.


Kalau lagi muncul amarah Ibu kepada Abi, Ibu akan langsung mengingat orang tua yang dianugerahkan anak-anak istimewa, anak-anak yang harus tumbuh dengan keterbatasan. Betapa orang tua anak-anak istimewa itu adalah orang tua yang sangat sabar. Mereka saja mampu bersabar menghadapi anak-anaknya, mengapa Ibu nggak? Padahal Ibu harus banyak bersyukur karena dianugerahkan anak sehat dan pintar, dengan pertumbuhan tidak kurang suatu apapun. Masih pantaskah Ibu marah-marah sambil bilang “Abi nakal” atau “Abi nggak bisa dibilangin” atau “Abi nggak mau denger”. Ahhh, Ibu malu Nak..


Ibu harus belajar lebih banyak lagi.


Ketika kamu sedang tidak bisa diam, sedang begitu ekspresif, pegang ini itu, lari kesana-kemari,  harusnya Ibu bersyukur bahwa kamu anak yang aktif, kamu sedang menambah ilmu kamu, kamu sedang eksplorasi semua yang ada dikelilingmu. Ibu akan khawatir bukan kalau kamu diam saja, tanpa ekspresi, dan tidak minat terhadap apapun?


Ketika kamu sedang manja tidak mau ditinggal, sehingga Ibu tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga, harusnya Ibu bersyukur bahwa kamu sudah mengerti bahwa keberadaan Ibu sangatlah penting untuk kamu. Kamu ingin Ibu selalu ada disisimu. Ibu akan khawatir bukan saat kamu tidak menganggap Ibu ada?


Ketika kamu menangis hingga menjerit saat keinginanmu tidak dituruti, harusnya Ibu bersyukur bahwa kamu sudah mulai memiliki sebuah keinginan, sekaligus sebagai sarana Ibu belajar untuk mencoba mengerti kamu, berusaha melembutkan hatimu, dan mengajarkanmu untuk memahami bahwa semua yang kamu inginkan tidak selalu dapat kamu dapatkan.


Abidzar sayang, Ibu belajar sangat banyak dari Abi.


Abi adalah sekolah sabar untuk Ibu. Ibu seorang yang sangat emosional, berusaha sebisa mungkin meredam emosi dan menjadi orang yang jauh lebih sabar untuk menghadapi Abi. Ibu tidak boleh berhenti untuk mengingatkan hal-hal baik kepada Abi.


Abi mengajarkan Ibu untuk mudah memaafkan. Saat Ibu memarahi Abi lalu Abi akan berlari memeluk dan mencium Ibu. Tidak terlihat dendam di mata Abi, senyum Abi pun mengembang. Ahhh, kamu saja begitu mudah memaafkan Nak.


Abi membuat Ibu mencoba berhenti bersikap egois. Sekarang ini, semua prioritas Ibu adalah Abi. Ketika mau nongkrong sama teman-teman Ibu pun Ibu rela nggak ikut kalau jamnya adalah jam tidur kamu. Mau bersenang-senang ataupun nyalon, nggak bakalan tenang kalau kamu nggak ikut. Mau ada kerjaan


pun nggak Ibu ambil kalau kamu nggak bisa Ibu bawa. Ini adalah pilihan hidup. Dan Ibu memilih untuk menjadikan kamu skala prioritas Ibu.

Nak, percaya deh Ibu selalu berusaha berbenah untuk memperbaiki diri, Nak. Kalau Ibu mau Abi menjadi anak yang soleh dan baik, Ibu lah yang harus terlebih dulu mencontohkan menjadi soleh dan baik.
Terima kasih ya Nak, untuk setiap kejutan perkembangan yang kamu tunjukan setiap harinya. Terkadang, perkembangan sederhana membuat Ibu terharu, seperti saat kamu meminta menyanyi bersama dan kamu mampu menyebut lagu “Kasih Ibu” sambil menyenandungkan lagunya, lalu kamu bisa menyanyikan lagu secara utuh dengan bimbingan Ibu.
Terima kasih ya Nak, kamu tidak sulit diminta makan, bahkan kerap meminta makan sendiri. Tiap makanan yang disajikan mau makan berat, sayur, buah, cemilan, tak pernah kamu pilih-pilih, semua dengan muka gembira kamu lahap. Ibu tidak pernah dibuat stress karena kamu susah makan. Kamu juga selalu pintar makan sendiri.

Terima kasih ya Nak, kamu selalu menjadi partner menyenangkan untuk diajak bekerja bahkan travelling. Bahkan, kamu tidak pernah rewel kalau diajak bepergiaan, sehingga kadang Ibu jadi lupa waktu membawa kamu terlalu lama.

Terima kasih ya Nak, karena kamu menjadi anak yang berempati tinggi dan begitu penyayang. Kamu bisa ikut sedih ketika melihat orang lain kesusahan, kamu bisa ikut menangis ketika Ibu mengalami cedera. Ahhh pintarnya kamu! Kamu juga peyayang bukan cuma kepada sesama manusia, tapi juga hewan. Kamu begitu perhatian mengingatkan bahwa ikan peliharaanmu belum makan.

Terima kasih ya Nak, kamu telah menjadi sahabat terbaik, teman sehati, sejiwa, partner 24 jam, teman mengobrol, teman curhat,hiburan, penyemangat, dan segala-galanya buat Ibu.
Ibu nggak bisa ngebayangin hidup Ibu tanpa kehadiran kamu disisi Ibu.
Saat kamu besar nanti, Ibu hanya minta Abi jadi anak soleh dan berbakti.
Jangan berhenti berdoa dan meminta hal-hal baik kepada Allah ya Nak. Teruslah berterima kasih pada Allah atas semua hal yang telah Abi terima setiap detiknya.

Doakan Ibu dan Baba, semoga Allah selalu memberikan rezeki untuk kami berdua. Rezeki yang tak melulu soal materi, tapi rezeki untuk sehat dan panjang umur. Agar kami dapat terus menemani ratusan, ribuan, bahkan jutaan momen yang akan Abi lewati.

HAPPY BIRTHDAY ABIDZAR PRANAJA DANINDRA 💗


Seperti lagu yang selalu Abi nyanyikan :

Kasih Ibu kepada Abi, tak terhingga sepanjang mahasa… Hanya memberi, tak harap kembali.. Bagai sang surya menyinari dunia….

Seperti itulah Kasih Ibu Icha untuk Abi❤

Our Breastfeeding Journey : Menyapih

Idul Fitri baru aja berlalu, Ibu Icha, Baba Ary, dan Abidzar mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir batin semuanyaaa…💗

Kali ini, kami mau membagi cerita seputar menyapih. 

InsyaAllah, Agustus mendatang, Abidzar akan menginjak usia 2 tahun. Di usia tersebut, dia harus menghentikan sebuah kebiasaan yang pastinya akan sangat sulit, yaitu menyusu langsung pada Ibunya. 

Proses menyapih ini, sebenernya sudah mulai aku coba lakukan beberapa bulan terakhir ini. Soalnya, setelah konsul sama dokter Tiwi di RSIA Bunda, dia concern banget kalau menyapih itu butuh proses, nggak bisa instan. Memulainya dengan mulai mengurangi intensitas menyusui dari yang tadinya dia dikit-dikit nyusu (semenjak menuju 2 taun dia tiap nangis dan mau tidur kudu nyusu), nyusunya hanya boleh malem aja. Awal-awal sih pasti ngamuk banget dia. Tapi, memang nggak boleh terus-terusan diturutin karena kalo kita terus turutin dia akan berpikir besok kalo mau nyusu ya nangis heboh aja pasti dikasih Ibu. 

Udah beberapa bulan ini Abi nggak minta nyusu di pagi, siang, sore. Aku kasih dia kesibukan misalnya membaca buku, bermain lego, bermain mobil-mobilan, main bola di luar rumah, pokoknya kegiatan yang bisa mengalihkan dia. Ini lumayan berhasil loh. 

Bahkan, beberapa kali malem pun dia bisa tidur tanpa minta nenen. Tapi, kalo tengah malem atau pagi kebangun pasti nangis minta nyusu.

Sebelum tidur, aku juga selalu bilang sama dia kalau dia sudah semakin besar, sama menyebut teman-temannya yang udh berhenti nyusu. Ternyata itu cukup membantu membuat dia nggak nyusu. Tapi, kalau udah tidur, kayanya di bawah alam bawah sadar dia ngamuk minta susu. 

Semingguan yang lalu, aku memutuskan untuk menyapih karena kami berdua akan menyusul Baba ke Sidoarjo. Aku khawatir kalau menyapih disana akan semakin repot karena kami hanya bertiga, belum lagi kalau suamiku dinas dan aku hanya berdua Abidzar di rumah. Akhirnya, keputusan itu bulat, harus disapih. 

Sayangnya, negosiasi dengan Abi nggak kunjung berhasil. Tengah malem atau pagi saat kebangun dia kekeuh banget mau nenen. Akhirnya, aku mencoba menggunakan cara yang agak berbeda. Maafkan ya Nak, weaning with love-nya tidak berhasil 😦 

Salah satu cara yang diusulkan dokter Tiwi adalah tidur terpisah. Tapi, susah banget. Abi nggak mau tidur tanpa aku. Hiks! Mungkin karena 24jam dia terbiasa sama aku, nggak pernah aku ninggalin dia. 

Akhirnya, cara yang aku pakai adalah coba pakai lipstik dipayudara, ketika Abi ngeliat, dia jadi agak shock dan kaya mau nangis karena ngeliat payudara Ibunya merah-merah. Kasian sih sebenernya, tapi gimana lagi. Terus, aku coba ngetes nih nawarin nenen ke dia, dia langsung bilang, “ndak ndak, Ibu atit…” duhh, kasian kamu Nak….. 

Ini bukan soal tega atau nggak tega sih, ini lebih ke dia udah semakin besar dan saatnya lebih mandiri. Suatu hari dia bakal mengerti, ketika dia besar lalu mungkin menemukan tulisan ini, bahwa dulu Ibunya menyapihnya bukan karena berhenti menyayangi dia. Dia akan tetap merasakan keintiman yang sama dengan saat menyusu, tapi dengan cara yang berbeda.

Saat proses menyapih ini, aku juga mulai mengenalkan dia dengan susu UHT. Aku agak concern nih milih susu UHT-nya. Aku nggak mau susu UHT yang kandungan gulanya tinggi karena berpotensi bikin dia sugar rush. Setelah liat-liat ingredients macem-macem susu UHT di supermarket, pilihan jatuh ke Susu Ultra Mimi yang rasa plain (silakan cek ke supermarket ya, no iklan inii.. hehhee) karena kandungan gulanya nol.

Ternyata mengenalkan dia susu UHT yang plain adalah keputusan tepat. Soalnya, dia jadi nggak begitu suka susu yang ada rasanya. Paling hanya disruput beberapa kali, udah deh.

Semingguan ini disapih, awalnya Abi tidurnya gelisah kebangun sekitar 2 kali, tengah malem sama jelang subuh nangis tapi nggak bisa nyusu, kadang dia mau dikasi air putih, kadang menolak lalu tidur lagi. Tapi, Alhamdulillah beberapa hari ini tidurnya nyaman, bablas sampe pagi tanpa kebangun😁

Cuma memang di dia nempel banget kalau nenen Ibunya sakit. Jadi, pas aku jelasin nenennya udah sembuh pun, dia tetep bilang “atit..atit…”

Anyway, gimana pun caranya, apapun yang udah Buibu lakukan untuk menyapih, semuanya adalah demi kebaikan si kecil. Semoga kita semua sehat selalu yaahhh 😘

Menyusui itu adalah salah satu momen yang sangat indah buat Ibu. 

Saat dimana aku bisa memeluknya, merasakan kulit lembutnya, merasakan tatapan matanya, dan hal-hal membahagiakan lainnya. Tapi, berhenti menyusui, tidak boleh membuat kami kehilangan momen bahagia. Momen bahagia itu bisa dibangun dengan cara lain, main bersama, bersenda gurau, dan hal-hal membahagiakan lainnya….


XOXO,

Icha

Serunya Mengajak Anak Bermain 😀

Udah baca ceritaku tentang no gadget dan no televisi buat Abi? Buat yang belum boleh klik disini

Nah, karena aku bener-bener menyetop semua tontonan buat Abi, otomatis aku harus cari kegiatan pengganti yang seru, menyenangkan, dan pastinya juga bermanfaat buat dia. Aku berusaha memperbanyak kegiatan yang bikin dia banyak bergerak. Selain, aku pengen dia bergerak aktif untuk menstimulasi perkembangannya, aku juga berharap setelah banyak bergerak dia cape dan akhirnya mendapat tidur yang berkualitas 😊

Aku lagi suka mencoba beberapa playground baik indoor maupun outdoor yang aman buat anak-anak seusia Abi. Buat aku, tempat bermain yang aman itu udah syarat mutlak banget deh. Kan nggak mau, niatnya mau bikin anak happy malah kitanya jadi sedih karena anak kenapa-kenapa. Bener kan, Buibuuu?

Eh iya, ini aku share sedikit beberapa playground yang pernah Abi coba.

  • Chipmunks, Kota Kasablanka

(+) side :

  1. Tempatnya luas
  2. Aman karena lantai dilapisi karpet tebal
  3. Banyak bagian berupa balon-balon gitu. Bahkan, ada peluncuran dari balon. Jadi, aman banget kalau mau meluncur.
  4. Punya zona khusus juga buat anak-anak yang masih kecil buat main.
  5. Ada trampoline-nya juga buat anak-anak seusia Abi. Seruu deh..
  6. Tiketnya nggak gitu mahal, worth it lah buat tempat bermain yang bisa sepuasnya.
  7. Kalau lapar dan haus, ada kafe-nya juga loh, yang menunya pas lah buat anak-anak kaya fish n chips atau french fries.
  8. Kolam bolanya dibersihin karena pas dateng pernah pas kolam bolanya lagi nggak bisa dipakai.

(-) side :

  1. Orang tua yang nggak pakai kaos kaki suka nggak ditegor, padahal kan penggunaan kaos kaki itu penting buat kebersihan.
  2. Kurang diawasi ketat, seharusnya kan nggak boleh makan di dalam wahana, soalnya udah ada tempat makannya. Waktu itu, aku pernah nemuin lepehan makanan anak 😦

  • Miniapolis, Plaza Indonesia

(+)side :

  1. Tempatnya bener-bener bersih.
  2. Kolam bolanya itu keliatan bersih banget. Aku pernah baca juga katanya setiap hari kolam bola itu selalu dibersihin dengan vacuum khusus.
  3. Fasilitas dan peralatan bermainnya berkualitas banget. Kaya sepedanya bagus banget, ada mainan masak-masakannya emang dari ELC, terus wahana manjat-manjat dan luncurannya keliatan dari kayu yang bagus.

(-) side :

  1. Tiketnya agak pricey. Kalau mau main cho cho train, carouselle, atau wahana lain, harus membayar lagi.
  2. Tempat ini nggak begitu luas, jadi komen emak-emak pasti, “segini doang tempatnya?”. Soalnya, harga tiketnya memang nggak murah hehe… Cuma buat aku sih sejauh Abi happy, tempatnya bersih, dan aman, yasudahlaaah…

  • Playground, Kemang

(+) side :

  1. Ada area cukup luas yang bisa buat anak-anak lari-larian.
  2. Tiketnya pun affordable sekali.
  3. Lantainya pun terbuat dari karpet tebel gitu, jadi kalau jatuh, nggak begitu sakit.
  4. Tempatnya bagus dan bersih.
  5. Fasilitas bermainnya juga aman buat anak-anak.
  6. Ada kafe-nya, menunya cocok buat anak-anak. Waktu itu, Abi nyobain Mac n Cheese harga dan rasanya okelah.

(-) side :

  1. Sayangnya, di area permainan airnya, kolamnya kurang bersih ya. Padahal kan, yang main-main di sana anak-anak bayi.

  • PlayparQ, Kemang

(+) side :

  1. Punya dua area bermain, indoor dan outdoor.
  2. Cuma harga tiketnya affordable kok, jadi lumayan lah buat main-main.
  3. Area bermain airnya seru. Cuma mesti hati-hati karena sekitarnya licin. Jadi, kalau anak-anak lari-larian harus diawasin betul.
  4. Kamar mandinya kurang nyaman, padahal kan anak-anak akan mandi disana setelah bermain air.
  5. Ada kafenya juga, cuma nggak makan disana jadi nggak tau menunya kaya apa 😀

(-) side :

  1. Area outdoor-nya kurang bersih, itu bisa diliat dari kaos kaki yang Abi pakai super kotor.
  2. Wahana buat meluncur dan manjat-manjatnya cukup tinggi. Sepertinya, agak riska kalau buat anak-anak batita. Pengawasannya kudu ekstra ketat Buibuu.

Nah, disamping ke playground gitu, aku suka bawa Abi ke tempat bermain di mall kaya Carniville di Grand Indonesia, Fun World, Timezone, dan lain-lain. Terus, Abi juga suka main Cho Cho Train dan Zoomov.

Semua itu tentu saja perlu pendampingan dari orang tua karena belum aman buat anak usia Abi dilepas sendirian. Hal yang penting untung digarisbawahin, sekalipun anak-anak dibawa playdate dan para Ibu asik mengobrol, ngawasin anak itu tetep nggak boleh lengah. Disamping anak bisa jatoh atau luka, banyak banget orang yang manfaatin peluang ketika Ibu lengah untuk melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan 😢

Ehh, tapi Abi nggak harus main di tempat bermain aja kok. Kadang, aku ajak dia bermain di rumah, ngeluarin semua mainannya, biar dia memilih mainan yang dia mau.

Kotak mainan dijadiin mobil-mobilan dan setir-setiran nggak ketinggalan
Main mobil-mobilan di sekitar rumah juga seru

Tapi tetep loh, di manapun bermainnya unsur keamanan tetep perlu diperhatiin. Kaya misalnya main di rumah juga bukan tanpa risiko. Anak naik-naik kalau nggak hati-hati bisa jatuh. Atau main di depan rumah, kalau pas banyak kendaraan berseliweran tentu juga kurang aman untuk dia. Intinya kalau buat aku adalah bagaimana aku melakukan pengawasan maksimal saat Abi bermain, tanpa membuat dia terkekang untuk bermain. Kebanyakan “jangan”, ” nggak”, “no”, pasti bikin dia kesel kan.

Kira-kira kalau dirangkum indikator tempat bermain yang aman versi aku itu sih kaya beberapa poin berikut :

  • Fasilitas aman

Dalam artian, semua fasilitas yang disediakan memperhatikan sisi keamanan anak. Pengelola wajib melakukan cek tiap hari terhadap fasilitas, jangan sampai ada yang tajam, rusak, licin atau hal-hal lain yang membahayakan anak-anak. Misalnya, ada besi mainan yang keluar sehingga berpotensi membuat anak luka.

  • Pengamanan yang baik

Demi ketenangan Ibu, aku sih bakalan milih tempat dengan pengawasan staff yang baik. Kadang, kalau kaya aku gini yang no baby sitter, bener-bener harus jaga anak nggak boleh lengah. Buat antisipasi aja sih, aku prefer tempat yang staff-nya concern banget ngawasin anak bermain. Terus, tempatnya juga dilengkapi dengan CCTV, biasanya di mall ada sih. Cuma, kalau yang outdoor nih agak jarang.

  • Ada tempat khusus batita

Ini penting juga buat aku karena Abi masih under 2 taun, di mana dia belum bisa digabung sama anak-anak yang udah besar. Misalnya, kaya main trampoline, kalau digabung sama anak-anak yang udah agak besaran, Abi pasti kepental-pental, he he he..

  • Tidak saat ramai

Kalau aku paling males bawa Abi main weekend karena pasti rame banget. Ini tuh menyangkut soal ketidaknyamanan anak. Pasti arena bermain akan dikuasai anak-anak yang usianya lebih besar dan kadang mereka nggak peka kalau disekitarnya ada adik yang usianya lebih kecil, kalau nggak hati-hati malah bisa mencelakakan. Anak-anak usia Abi juga nggak akan puas bermain karena mainan dikuasai anak yang lebih besar. Udah gitu, rame orang juga nggak bagus juga karena virus mudah banget pindah pada anak-anak. Ohhh Noooo…!

  • Bersih

Kebersihan tempat bermain juga sangat penting buat aku. Ini demi kesehatan anak tercinta. Aku nggak mau juga pulang dari sana, anak malah jadi sakit. Aku tuh paling parno kalau tempat main nggak rajin dibersihin sama pengelolanya karena virus itu bisa berpindah dengan cepet loh. Misalnya, kolam bola nggak pernah dibersihin, anak yang kena batuk pilek masuk kesana, begitu setelahnya anak yang sehat masuk kesana juga, langsung deh anak yang sehat kena virus batuk pilek juga. Kasihan kan?

Nah, semua poin itu sangat penting menjadi bahan pertimbangan buat aku ngajak Abi ke tempat bermain.

Tapi, kadang ada kondisi Abi terlanjur sakit setelah dari tempat bermain. Biasanya, sih kenanya batuk pilek. Abis itu dilanjut demam😢 Itu kayanya karena kecapean juga, daya tahan tubuh jadi menurun, ehh jadi gampang masuk virus deh. Khawatir sih udah pasti ya, namanya juga anak sakit, tapi Alhamdulillah aku lumayan tenang karena selalu siap Tempra dirumah.

Fyi, dari zaman aku kecil seumur Abi, aku juga dikasih Tempra kalau demam. Hihi, jadi ini tuh warisan turun temurun ceritanya.

Dari dulu dsa-nya Abi ngasi rekomendasi Tempra juga buat pertolongan pertama kalau Abi demam. Biasanya sih pakenya memang Tempra Drop, tapi karena Abi udah mau 2 tahun, harusnya udah bisa ganti Tempra Syrup.

Abi sih biasanya 2-3 kali minum Tempra demamnya udah reda. Tapi, Tempra ini bisa dipakai setiap 4 jam kok Buibuuu kalo belum reda demamnya, maksimal 5 kali pakai dalam sehari yaah.. Nah, tapi kalau demamnya udah lebih dari 2 hari, sebaiknya langsung konsultasi ke dsa deh buat dapat penanganan lebih lanjut. Info lengkapnya bisa di klik Tempa Syrup

Aku sih, nggak pernah lupa masukin Tempra ke tas Abi. Soalnya, kadang kondisi-kondisi nggak terduga suka terjadi. Misalnya, perginya seger dan sehat, ehh pas pergi mendadak panas. Taunya dia lagi mau tumbuh gigi. Nah, Tempra membantu meredakan panas anak Buibu dengan aman. Makanya, selalu siap Tempra di tas yaahhh…

Buibuuu, jangan  parno-parno lagi yaa.. Karena gimana pun dunia anak-anak itu ya dunia bermain. Jadi, biarkan dia bermain sebebas-bebasnya apalagi di  usia yang sedang senang-senangnya eksplor. Nah, sambil kita sebagai orang tua mengusahakan keamanannya baik dari aman tempat bermainnya sampai aman kesehatannya.

Karena semua yang kita usahain nggak ada artinya kalau anak sakit kan, Buibu?

Semoga bermanfaat.. Ditunggu sharing-nya dan jangan lupa tinggalin komen yaaah 😘

XOXO,

Icha

DISCLAIMER : Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

[Event] Happy Meet Up KEB x Happy Fresh : Smart Financial Happy Ramadhan

Bulan Ramadhan hampir tiba.. Wahhh, so happy

Gimana nggak happy, bulan Ramadhan itu dinanti banget karena bakal jadi ajang silaturahmi. Di bulan Ramadhan, agenda buka puasa bersama bisa jadi ajang temu kangen temen-temen dan sahabat yang jarang ketemu atau bahkan udah lama banget nggak ketemu. Lebarannya pun jadi ajang temu kangen saudara-saudara yang jarang kita temuin.

Nah, karena banyak agenda buka puasa yang menanti plus pas Lebaran banyak banget yang mesti di persiapin kaya makanan, kue, angpao buat ponakan, belanja-belanja baju buat anak, mukena, jilbab, dan baju buat ortu dan mertua, dan sederet pengeluaran lainnya, otomatis pengeluaran di bulan Ramadhan jadi jauh melonjak di banding bulan-bulan lainnya, bener nggak sih Buibuu?

Suka pusing ngatur-ngaturnya, padahal kan jelang Lebaran gaji 2x lipat karena nerima THR ya, tapi kok malah berasa uang cepet menipis. Perlu solusi banget ini mah! Nggak lucu kan kalau abis Lebaran kita malah gigit jari karena keuangan seret 😅

Untungnya nih, aku diundang sama Emak-emak Blogger dan Happy Fresh buat ikutan Happy Meet Up dengan topik yang menarik banget, yaitu mengelola keuangan pas Bulan Ramadhan. Cihuuuy, pas banget ini! Pembicaranya Financial Planner, yaitu Mbak Prita Ghozie. 

Source photo : instagram Emak2Blogger

Mbak Prita bilang, ketika kita ada pemasukan, kita harus langsung membaginya buat biaya bulanan, dana darurat, dan investasi. Itu lah gunanya punya tabungan di beberapa bank. Jadi, begitu terima uang, bisa langsung kita bagi deh. Nah, aku baru ada 2 kartu nih, jadi memang cuma misahin uang bulanan sama tabungan aja. Aku belum alokasiin dana darurat nih, jadi kadang kalau ada yang darurat pakainya yang dana tabungan😅😅

Nah, kalau bulan Ramadhan, alokasinya agak beda sedikit nih. Jadi, begitu ada pemasukan, pembagiannya kaya gini :

5%  Zakat, Infaq, Sedekah

10% Dana Darurat

40% Biaya Hidup

20% Biaya Cicilan

5% Tabungan dan Investasi

20% Ramadhan Lifestyle

Kalau mau tabungan dan investasinya lebih banyak, ya mau nggak mau kita harus menekan di Ramadhan lifestyle-nya. Iya juga sih ya, kadang tuh kita membeli barang yang mungkin sebenernya belum kita perlu. Misalnya, kita terbiasa membeli baju untuk Lebaran, padahal sebenarnya baju kita masih banyak yang bagus-bagus dan bisa dipakai untuk Lebaran. *langsung cek isi lemari*

Mbak Prita ngasih beberapa tips juga nih gimana mengelola keuangan keluarga di Bulan Ramadhan.

  • Bikin Anggaran Ramadhan

Kadang suka ngerasa ribet sendiri kalau disuruh bikin anggaran sama suami. Padahal, bener sih anggaran tuh penting banget buat ngejagain kita supaya nggak ada pengeluaran yang melenceng jauh banget dari apa yang sudah kita anggarkan. Kalau kita udah bikin anggaran, kita juga jadi lebih hati-hati keluarin uang buat hal-hal lain yang diluar anggaran karena keuangannya sudah di plot sesuai kebutuhannya.

  • Siapkan Dana Darurat

Ini penting banget ya ternyata. Soalnya, kadang ada aja pengeluaran nggak terduga yang harus kita keluarin. Nah, pengeluaran nggak terduga ini jangan sampe ngeganggu anggaran buat biaya hidup sehari-hari dan juga tabungan. 

  • Rencanakan Keinginan

Nah, ini nihhh.. Kadang memang kita suka nggak bisa tegas nentuin mana yang kebutuhan sama keinginan. Kalau kebutuhan pastinya harus langsung dipenuhin dong ya. Kaya kalau makan itu kan kebutuhan, jadi tentu aja harus kita penuhin. Kalau keinginan? Itu yang harus ditinjau baik-baik. Seberapa urgent keinginan kita itu sampai harus kita penuhi. Kalau buat aku sih contohnya gini, makan itu kan memang kebutuhan, tapi kalau mau makan di resto mewah itu jadinya keinginan. Kalau kita punya budget yang lebih, setelah semua hal yang urgent dipenuhi sih, buat aku nggak masalah, iya nggak sih Buibuuu? 🙂

  • Cerdas Berbelanja

Namanya emak-emak ya kan, semua dibeli, padahal kadang belum tentu kepakai. Nunjuk diri sendiri, Ha ha ha..  Ini tuh karena emang aku suka nggak nyiapin catetan apa aja yang mau dibeli kalau mau belaja bulanan. Ini nih yang bikin budget belanja jadi bengkak. Besok-besok kalau belanja mau pake catatan ah, biar nggak beli yang aneh-aneh 😀😀 Samaaaa, nyari promo yang murah-murah dong pastinya. Pasti banyak kok tempat berbelanja yang nawarin promo dan diskon menarik, apalagi masuk bulan Ramadhan, bakal banyak promo Ramadhan hi hi hi..

  • Do It Online

Sepakat banget ini! Belanja via online itu keuntungannya adalah sangat memudahkan kita karena nggak perlu pergi keluar, cuma tinggal duduk manis sambil pakai HP atau laptop, masukin pesanan, bayar, dan barang pun dianter sampai rumah. Keuntungan lainnya, karena kita nggak keluar dan liat-liat barangnya secara langsung, jadinya kita nggak tergiur beli barang-barang lain deh. Pengeluaran pun bisa direm. Kalau kita pergi membeli sendiri, terus ngajak anak, mampirnya nggak cuma beli barang yang kita perlu aja, tapi beli barang lain misalnya kaya mainan atau anak minta main permainan di mall. Alhasil, pengeluaran makin bengkak deh. 

Soal poin yang terakhir ini, aku super setuju nih. Permasalahan utama aku itu, Abi lagi aktif-aktifnya. Jadi, kalau diajak ke supermarket dia bisa lari-larian dan berantakin barang. Soalnya, aku kan nggak pakai pengasuh, otomatis Abi kudu ikut kemana pun aku pergi. Yang ada aku jadi nggak konsen mau belanja. Makanya, buat aku belanja online itu pilihan yang tepat karena aku bisa belanja saat Abi lagi tidur.

Nah, Happy Fresh memang jadi salah satu pilihan aku buat belanja kebutuhan sehari-hari, terutama kebutuhannya Abi. Kalau nggak sempet pergi, aku bakal belanja buah-buah, daging giling, ikan salmon, susu, sereal, dan kebutuhan lainnya pakai aplikasi Happy Fresh. Gampang dan praktis bangetttt… Kita tinggal pilih tempat belanja yang deket sama rumah, pilih barangnya, bayar pake cash atau credit card, beres deh. Pesenan bakal tiba di depan rumah segera. Pilihan tempat belanjanya juga banyak, ada Transmart, Carrefour, Lotte Mart, Ranch Market, Hypermart, Red & White, Loka, Grand Lucky, Superindo, dan Farmers Market. Cihuy banget kan!

Kalau belanja yang seger-seger kaya buah atau daging di Happy Fresh aku juga nggak khawatir, soalnya personal shopper-nya udah terlatih milih barang-barang yang berkualitas. Udah gitu nggak sok tau, kalau ada barang yang nggak sesuai aplikasi, dia pasti bakal hubungin kita dan menanyakan apakah pesanannya mau diganti yang lain. 

Buat yang belanjanya repetitif kaya aku, bisa pake option YOUR LIST. Jadi, list belanja kita udah terdaftar di aplikasi, kita tinggal klik aja belanjaan yang mau kita beli lagi tanpa harus search ulang. Duhhh, mempermudah Buibu banget kan…

Nah,di bulan Ramadhan juga akan ada beberapa promo menarik lho untuk barang-barang top selling. Terus, ada juga beberapa barang yang kalau kita beli, kita bisa ikutan nyumbang dan akan disalurkan untuk orang yang membutuhkan. Wahh, belanja sekaligus beramal 🙂

Tunggu apa lagi Buibuuu, cusss meluncur download aplikasi Happy Fresh segeraaa!

Hamdallah, nemu deh solusi buat keuangan di bulan Ramadhan. Ini aku udah mau mulai bikin anggaran Ramadhan nih. Yey!

Eh iya, selain dapet solusi keuangan, bonusnya ketemu Emak-emak blogger yang kece-kece serba hejo-oren.. 

Say cheese!

Plus ketemu senior di kampus yang udah lama nggak ketemu, Hallo Teh Wina 😊

Well, semoga bermanfaat dan bisa langsung dipraktekin ya Buibuuu… Happy fasting, mohon maaf lahir batin 🙏


XOXO,

Icha