Dear Abidzar… (vol. 2)

Dear Abidzar…

Hari ini, Allah memberikan lagi sebuah kebahagiaan untuk Ibu, melihat Abi meniup lilin ulang tahun yang kedua. Jangan tanya rasanya, senang, terharu, semua bercampur aduk. Ibu nggak pernah menyangka Abidzar-ku cepat sekali besarnya.

Tahun lalu, Ibu memberikan hadiah ulang tahun, Dear Abidzar Vol. 1. Juga hadiah waktu untuk Abi. 24 jam setiap hari yang Ibu janjikan, Ibu tepati kan Nak? Ibu bahagia, bisa melihat detik demi detik pertumbuhan Abi. Melihat Abi semakin pinter bicara, pinter berkelakuan, dan pinter makan. Ahhh, bener-bener priceless!


Abi sayang, sudahkah Ibu menjadi Ibu yang baik untuk Abi? Tentu saja belum, Nak! Ibu sangat jauh, jauh sekali dari kata sempurna selama ini menjaga dan mendidik Abi. Masih sering mengomel, masih kurang sabar, masih sering khilaf mencontohkan hal yang kurang tepat.


Kalau lagi muncul amarah Ibu kepada Abi, Ibu akan langsung mengingat orang tua yang dianugerahkan anak-anak istimewa, anak-anak yang harus tumbuh dengan keterbatasan. Betapa orang tua anak-anak istimewa itu adalah orang tua yang sangat sabar. Mereka saja mampu bersabar menghadapi anak-anaknya, mengapa Ibu nggak? Padahal Ibu harus banyak bersyukur karena dianugerahkan anak sehat dan pintar, dengan pertumbuhan tidak kurang suatu apapun. Masih pantaskah Ibu marah-marah sambil bilang “Abi nakal” atau “Abi nggak bisa dibilangin” atau “Abi nggak mau denger”. Ahhh, Ibu malu Nak..


Ibu harus belajar lebih banyak lagi.


Ketika kamu sedang tidak bisa diam, sedang begitu ekspresif, pegang ini itu, lari kesana-kemari,  harusnya Ibu bersyukur bahwa kamu anak yang aktif, kamu sedang menambah ilmu kamu, kamu sedang eksplorasi semua yang ada dikelilingmu. Ibu akan khawatir bukan kalau kamu diam saja, tanpa ekspresi, dan tidak minat terhadap apapun?


Ketika kamu sedang manja tidak mau ditinggal, sehingga Ibu tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga, harusnya Ibu bersyukur bahwa kamu sudah mengerti bahwa keberadaan Ibu sangatlah penting untuk kamu. Kamu ingin Ibu selalu ada disisimu. Ibu akan khawatir bukan saat kamu tidak menganggap Ibu ada?


Ketika kamu menangis hingga menjerit saat keinginanmu tidak dituruti, harusnya Ibu bersyukur bahwa kamu sudah mulai memiliki sebuah keinginan, sekaligus sebagai sarana Ibu belajar untuk mencoba mengerti kamu, berusaha melembutkan hatimu, dan mengajarkanmu untuk memahami bahwa semua yang kamu inginkan tidak selalu dapat kamu dapatkan.


Abidzar sayang, Ibu belajar sangat banyak dari Abi.


Abi adalah sekolah sabar untuk Ibu. Ibu seorang yang sangat emosional, berusaha sebisa mungkin meredam emosi dan menjadi orang yang jauh lebih sabar untuk menghadapi Abi. Ibu tidak boleh berhenti untuk mengingatkan hal-hal baik kepada Abi.


Abi mengajarkan Ibu untuk mudah memaafkan. Saat Ibu memarahi Abi lalu Abi akan berlari memeluk dan mencium Ibu. Tidak terlihat dendam di mata Abi, senyum Abi pun mengembang. Ahhh, kamu saja begitu mudah memaafkan Nak.


Abi membuat Ibu mencoba berhenti bersikap egois. Sekarang ini, semua prioritas Ibu adalah Abi. Ketika mau nongkrong sama teman-teman Ibu pun Ibu rela nggak ikut kalau jamnya adalah jam tidur kamu. Mau bersenang-senang ataupun nyalon, nggak bakalan tenang kalau kamu nggak ikut. Mau ada kerjaan


pun nggak Ibu ambil kalau kamu nggak bisa Ibu bawa. Ini adalah pilihan hidup. Dan Ibu memilih untuk menjadikan kamu skala prioritas Ibu.

Nak, percaya deh Ibu selalu berusaha berbenah untuk memperbaiki diri, Nak. Kalau Ibu mau Abi menjadi anak yang soleh dan baik, Ibu lah yang harus terlebih dulu mencontohkan menjadi soleh dan baik.
Terima kasih ya Nak, untuk setiap kejutan perkembangan yang kamu tunjukan setiap harinya. Terkadang, perkembangan sederhana membuat Ibu terharu, seperti saat kamu meminta menyanyi bersama dan kamu mampu menyebut lagu “Kasih Ibu” sambil menyenandungkan lagunya, lalu kamu bisa menyanyikan lagu secara utuh dengan bimbingan Ibu.
Terima kasih ya Nak, kamu tidak sulit diminta makan, bahkan kerap meminta makan sendiri. Tiap makanan yang disajikan mau makan berat, sayur, buah, cemilan, tak pernah kamu pilih-pilih, semua dengan muka gembira kamu lahap. Ibu tidak pernah dibuat stress karena kamu susah makan. Kamu juga selalu pintar makan sendiri.

Terima kasih ya Nak, kamu selalu menjadi partner menyenangkan untuk diajak bekerja bahkan travelling. Bahkan, kamu tidak pernah rewel kalau diajak bepergiaan, sehingga kadang Ibu jadi lupa waktu membawa kamu terlalu lama.

Terima kasih ya Nak, karena kamu menjadi anak yang berempati tinggi dan begitu penyayang. Kamu bisa ikut sedih ketika melihat orang lain kesusahan, kamu bisa ikut menangis ketika Ibu mengalami cedera. Ahhh pintarnya kamu! Kamu juga peyayang bukan cuma kepada sesama manusia, tapi juga hewan. Kamu begitu perhatian mengingatkan bahwa ikan peliharaanmu belum makan.

Terima kasih ya Nak, kamu telah menjadi sahabat terbaik, teman sehati, sejiwa, partner 24 jam, teman mengobrol, teman curhat,hiburan, penyemangat, dan segala-galanya buat Ibu.
Ibu nggak bisa ngebayangin hidup Ibu tanpa kehadiran kamu disisi Ibu.
Saat kamu besar nanti, Ibu hanya minta Abi jadi anak soleh dan berbakti.
Jangan berhenti berdoa dan meminta hal-hal baik kepada Allah ya Nak. Teruslah berterima kasih pada Allah atas semua hal yang telah Abi terima setiap detiknya.

Doakan Ibu dan Baba, semoga Allah selalu memberikan rezeki untuk kami berdua. Rezeki yang tak melulu soal materi, tapi rezeki untuk sehat dan panjang umur. Agar kami dapat terus menemani ratusan, ribuan, bahkan jutaan momen yang akan Abi lewati.

HAPPY BIRTHDAY ABIDZAR PRANAJA DANINDRA 💗


Seperti lagu yang selalu Abi nyanyikan :

Kasih Ibu kepada Abi, tak terhingga sepanjang mahasa… Hanya memberi, tak harap kembali.. Bagai sang surya menyinari dunia….

Seperti itulah Kasih Ibu Icha untuk Abi❤

Our Breastfeeding Journey : Menyapih

Idul Fitri baru aja berlalu, Ibu Icha, Baba Ary, dan Abidzar mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir batin semuanyaaa…💗

Kali ini, kami mau membagi cerita seputar menyapih. 

InsyaAllah, Agustus mendatang, Abidzar akan menginjak usia 2 tahun. Di usia tersebut, dia harus menghentikan sebuah kebiasaan yang pastinya akan sangat sulit, yaitu menyusu langsung pada Ibunya. 

Proses menyapih ini, sebenernya sudah mulai aku coba lakukan beberapa bulan terakhir ini. Soalnya, setelah konsul sama dokter Tiwi di RSIA Bunda, dia concern banget kalau menyapih itu butuh proses, nggak bisa instan. Memulainya dengan mulai mengurangi intensitas menyusui dari yang tadinya dia dikit-dikit nyusu (semenjak menuju 2 taun dia tiap nangis dan mau tidur kudu nyusu), nyusunya hanya boleh malem aja. Awal-awal sih pasti ngamuk banget dia. Tapi, memang nggak boleh terus-terusan diturutin karena kalo kita terus turutin dia akan berpikir besok kalo mau nyusu ya nangis heboh aja pasti dikasih Ibu. 

Udah beberapa bulan ini Abi nggak minta nyusu di pagi, siang, sore. Aku kasih dia kesibukan misalnya membaca buku, bermain lego, bermain mobil-mobilan, main bola di luar rumah, pokoknya kegiatan yang bisa mengalihkan dia. Ini lumayan berhasil loh. 

Bahkan, beberapa kali malem pun dia bisa tidur tanpa minta nenen. Tapi, kalo tengah malem atau pagi kebangun pasti nangis minta nyusu.

Sebelum tidur, aku juga selalu bilang sama dia kalau dia sudah semakin besar, sama menyebut teman-temannya yang udh berhenti nyusu. Ternyata itu cukup membantu membuat dia nggak nyusu. Tapi, kalau udah tidur, kayanya di bawah alam bawah sadar dia ngamuk minta susu. 

Semingguan yang lalu, aku memutuskan untuk menyapih karena kami berdua akan menyusul Baba ke Sidoarjo. Aku khawatir kalau menyapih disana akan semakin repot karena kami hanya bertiga, belum lagi kalau suamiku dinas dan aku hanya berdua Abidzar di rumah. Akhirnya, keputusan itu bulat, harus disapih. 

Sayangnya, negosiasi dengan Abi nggak kunjung berhasil. Tengah malem atau pagi saat kebangun dia kekeuh banget mau nenen. Akhirnya, aku mencoba menggunakan cara yang agak berbeda. Maafkan ya Nak, weaning with love-nya tidak berhasil 😦 

Salah satu cara yang diusulkan dokter Tiwi adalah tidur terpisah. Tapi, susah banget. Abi nggak mau tidur tanpa aku. Hiks! Mungkin karena 24jam dia terbiasa sama aku, nggak pernah aku ninggalin dia. 

Akhirnya, cara yang aku pakai adalah coba pakai lipstik dipayudara, ketika Abi ngeliat, dia jadi agak shock dan kaya mau nangis karena ngeliat payudara Ibunya merah-merah. Kasian sih sebenernya, tapi gimana lagi. Terus, aku coba ngetes nih nawarin nenen ke dia, dia langsung bilang, “ndak ndak, Ibu atit…” duhh, kasian kamu Nak….. 

Ini bukan soal tega atau nggak tega sih, ini lebih ke dia udah semakin besar dan saatnya lebih mandiri. Suatu hari dia bakal mengerti, ketika dia besar lalu mungkin menemukan tulisan ini, bahwa dulu Ibunya menyapihnya bukan karena berhenti menyayangi dia. Dia akan tetap merasakan keintiman yang sama dengan saat menyusu, tapi dengan cara yang berbeda.

Saat proses menyapih ini, aku juga mulai mengenalkan dia dengan susu UHT. Aku agak concern nih milih susu UHT-nya. Aku nggak mau susu UHT yang kandungan gulanya tinggi karena berpotensi bikin dia sugar rush. Setelah liat-liat ingredients macem-macem susu UHT di supermarket, pilihan jatuh ke Susu Ultra Mimi yang rasa plain (silakan cek ke supermarket ya, no iklan inii.. hehhee) karena kandungan gulanya nol.

Ternyata mengenalkan dia susu UHT yang plain adalah keputusan tepat. Soalnya, dia jadi nggak begitu suka susu yang ada rasanya. Paling hanya disruput beberapa kali, udah deh.

Semingguan ini disapih, awalnya Abi tidurnya gelisah kebangun sekitar 2 kali, tengah malem sama jelang subuh nangis tapi nggak bisa nyusu, kadang dia mau dikasi air putih, kadang menolak lalu tidur lagi. Tapi, Alhamdulillah beberapa hari ini tidurnya nyaman, bablas sampe pagi tanpa kebangun😁

Cuma memang di dia nempel banget kalau nenen Ibunya sakit. Jadi, pas aku jelasin nenennya udah sembuh pun, dia tetep bilang “atit..atit…”

Anyway, gimana pun caranya, apapun yang udah Buibu lakukan untuk menyapih, semuanya adalah demi kebaikan si kecil. Semoga kita semua sehat selalu yaahhh 😘

Menyusui itu adalah salah satu momen yang sangat indah buat Ibu. 

Saat dimana aku bisa memeluknya, merasakan kulit lembutnya, merasakan tatapan matanya, dan hal-hal membahagiakan lainnya. Tapi, berhenti menyusui, tidak boleh membuat kami kehilangan momen bahagia. Momen bahagia itu bisa dibangun dengan cara lain, main bersama, bersenda gurau, dan hal-hal membahagiakan lainnya….


XOXO,

Icha

Serunya Mengajak Anak Bermain 😀

Udah baca ceritaku tentang no gadget dan no televisi buat Abi? Buat yang belum boleh klik disini

Nah, karena aku bener-bener menyetop semua tontonan buat Abi, otomatis aku harus cari kegiatan pengganti yang seru, menyenangkan, dan pastinya juga bermanfaat buat dia. Aku berusaha memperbanyak kegiatan yang bikin dia banyak bergerak. Selain, aku pengen dia bergerak aktif untuk menstimulasi perkembangannya, aku juga berharap setelah banyak bergerak dia cape dan akhirnya mendapat tidur yang berkualitas 😊

Aku lagi suka mencoba beberapa playground baik indoor maupun outdoor yang aman buat anak-anak seusia Abi. Buat aku, tempat bermain yang aman itu udah syarat mutlak banget deh. Kan nggak mau, niatnya mau bikin anak happy malah kitanya jadi sedih karena anak kenapa-kenapa. Bener kan, Buibuuu?

Eh iya, ini aku share sedikit beberapa playground yang pernah Abi coba.

  • Chipmunks, Kota Kasablanka

(+) side :

  1. Tempatnya luas
  2. Aman karena lantai dilapisi karpet tebal
  3. Banyak bagian berupa balon-balon gitu. Bahkan, ada peluncuran dari balon. Jadi, aman banget kalau mau meluncur.
  4. Punya zona khusus juga buat anak-anak yang masih kecil buat main.
  5. Ada trampoline-nya juga buat anak-anak seusia Abi. Seruu deh..
  6. Tiketnya nggak gitu mahal, worth it lah buat tempat bermain yang bisa sepuasnya.
  7. Kalau lapar dan haus, ada kafe-nya juga loh, yang menunya pas lah buat anak-anak kaya fish n chips atau french fries.
  8. Kolam bolanya dibersihin karena pas dateng pernah pas kolam bolanya lagi nggak bisa dipakai.

(-) side :

  1. Orang tua yang nggak pakai kaos kaki suka nggak ditegor, padahal kan penggunaan kaos kaki itu penting buat kebersihan.
  2. Kurang diawasi ketat, seharusnya kan nggak boleh makan di dalam wahana, soalnya udah ada tempat makannya. Waktu itu, aku pernah nemuin lepehan makanan anak 😦

  • Miniapolis, Plaza Indonesia

(+)side :

  1. Tempatnya bener-bener bersih.
  2. Kolam bolanya itu keliatan bersih banget. Aku pernah baca juga katanya setiap hari kolam bola itu selalu dibersihin dengan vacuum khusus.
  3. Fasilitas dan peralatan bermainnya berkualitas banget. Kaya sepedanya bagus banget, ada mainan masak-masakannya emang dari ELC, terus wahana manjat-manjat dan luncurannya keliatan dari kayu yang bagus.

(-) side :

  1. Tiketnya agak pricey. Kalau mau main cho cho train, carouselle, atau wahana lain, harus membayar lagi.
  2. Tempat ini nggak begitu luas, jadi komen emak-emak pasti, “segini doang tempatnya?”. Soalnya, harga tiketnya memang nggak murah hehe… Cuma buat aku sih sejauh Abi happy, tempatnya bersih, dan aman, yasudahlaaah…

  • Playground, Kemang

(+) side :

  1. Ada area cukup luas yang bisa buat anak-anak lari-larian.
  2. Tiketnya pun affordable sekali.
  3. Lantainya pun terbuat dari karpet tebel gitu, jadi kalau jatuh, nggak begitu sakit.
  4. Tempatnya bagus dan bersih.
  5. Fasilitas bermainnya juga aman buat anak-anak.
  6. Ada kafe-nya, menunya cocok buat anak-anak. Waktu itu, Abi nyobain Mac n Cheese harga dan rasanya okelah.

(-) side :

  1. Sayangnya, di area permainan airnya, kolamnya kurang bersih ya. Padahal kan, yang main-main di sana anak-anak bayi.

  • PlayparQ, Kemang

(+) side :

  1. Punya dua area bermain, indoor dan outdoor.
  2. Cuma harga tiketnya affordable kok, jadi lumayan lah buat main-main.
  3. Area bermain airnya seru. Cuma mesti hati-hati karena sekitarnya licin. Jadi, kalau anak-anak lari-larian harus diawasin betul.
  4. Kamar mandinya kurang nyaman, padahal kan anak-anak akan mandi disana setelah bermain air.
  5. Ada kafenya juga, cuma nggak makan disana jadi nggak tau menunya kaya apa 😀

(-) side :

  1. Area outdoor-nya kurang bersih, itu bisa diliat dari kaos kaki yang Abi pakai super kotor.
  2. Wahana buat meluncur dan manjat-manjatnya cukup tinggi. Sepertinya, agak riska kalau buat anak-anak batita. Pengawasannya kudu ekstra ketat Buibuu.

Nah, disamping ke playground gitu, aku suka bawa Abi ke tempat bermain di mall kaya Carniville di Grand Indonesia, Fun World, Timezone, dan lain-lain. Terus, Abi juga suka main Cho Cho Train dan Zoomov.

Semua itu tentu saja perlu pendampingan dari orang tua karena belum aman buat anak usia Abi dilepas sendirian. Hal yang penting untung digarisbawahin, sekalipun anak-anak dibawa playdate dan para Ibu asik mengobrol, ngawasin anak itu tetep nggak boleh lengah. Disamping anak bisa jatoh atau luka, banyak banget orang yang manfaatin peluang ketika Ibu lengah untuk melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan 😢

Ehh, tapi Abi nggak harus main di tempat bermain aja kok. Kadang, aku ajak dia bermain di rumah, ngeluarin semua mainannya, biar dia memilih mainan yang dia mau.

Kotak mainan dijadiin mobil-mobilan dan setir-setiran nggak ketinggalan
Main mobil-mobilan di sekitar rumah juga seru

Tapi tetep loh, di manapun bermainnya unsur keamanan tetep perlu diperhatiin. Kaya misalnya main di rumah juga bukan tanpa risiko. Anak naik-naik kalau nggak hati-hati bisa jatuh. Atau main di depan rumah, kalau pas banyak kendaraan berseliweran tentu juga kurang aman untuk dia. Intinya kalau buat aku adalah bagaimana aku melakukan pengawasan maksimal saat Abi bermain, tanpa membuat dia terkekang untuk bermain. Kebanyakan “jangan”, ” nggak”, “no”, pasti bikin dia kesel kan.

Kira-kira kalau dirangkum indikator tempat bermain yang aman versi aku itu sih kaya beberapa poin berikut :

  • Fasilitas aman

Dalam artian, semua fasilitas yang disediakan memperhatikan sisi keamanan anak. Pengelola wajib melakukan cek tiap hari terhadap fasilitas, jangan sampai ada yang tajam, rusak, licin atau hal-hal lain yang membahayakan anak-anak. Misalnya, ada besi mainan yang keluar sehingga berpotensi membuat anak luka.

  • Pengamanan yang baik

Demi ketenangan Ibu, aku sih bakalan milih tempat dengan pengawasan staff yang baik. Kadang, kalau kaya aku gini yang no baby sitter, bener-bener harus jaga anak nggak boleh lengah. Buat antisipasi aja sih, aku prefer tempat yang staff-nya concern banget ngawasin anak bermain. Terus, tempatnya juga dilengkapi dengan CCTV, biasanya di mall ada sih. Cuma, kalau yang outdoor nih agak jarang.

  • Ada tempat khusus batita

Ini penting juga buat aku karena Abi masih under 2 taun, di mana dia belum bisa digabung sama anak-anak yang udah besar. Misalnya, kaya main trampoline, kalau digabung sama anak-anak yang udah agak besaran, Abi pasti kepental-pental, he he he..

  • Tidak saat ramai

Kalau aku paling males bawa Abi main weekend karena pasti rame banget. Ini tuh menyangkut soal ketidaknyamanan anak. Pasti arena bermain akan dikuasai anak-anak yang usianya lebih besar dan kadang mereka nggak peka kalau disekitarnya ada adik yang usianya lebih kecil, kalau nggak hati-hati malah bisa mencelakakan. Anak-anak usia Abi juga nggak akan puas bermain karena mainan dikuasai anak yang lebih besar. Udah gitu, rame orang juga nggak bagus juga karena virus mudah banget pindah pada anak-anak. Ohhh Noooo…!

  • Bersih

Kebersihan tempat bermain juga sangat penting buat aku. Ini demi kesehatan anak tercinta. Aku nggak mau juga pulang dari sana, anak malah jadi sakit. Aku tuh paling parno kalau tempat main nggak rajin dibersihin sama pengelolanya karena virus itu bisa berpindah dengan cepet loh. Misalnya, kolam bola nggak pernah dibersihin, anak yang kena batuk pilek masuk kesana, begitu setelahnya anak yang sehat masuk kesana juga, langsung deh anak yang sehat kena virus batuk pilek juga. Kasihan kan?

Nah, semua poin itu sangat penting menjadi bahan pertimbangan buat aku ngajak Abi ke tempat bermain.

Tapi, kadang ada kondisi Abi terlanjur sakit setelah dari tempat bermain. Biasanya, sih kenanya batuk pilek. Abis itu dilanjut demam😢 Itu kayanya karena kecapean juga, daya tahan tubuh jadi menurun, ehh jadi gampang masuk virus deh. Khawatir sih udah pasti ya, namanya juga anak sakit, tapi Alhamdulillah aku lumayan tenang karena selalu siap Tempra dirumah.

Fyi, dari zaman aku kecil seumur Abi, aku juga dikasih Tempra kalau demam. Hihi, jadi ini tuh warisan turun temurun ceritanya.

Dari dulu dsa-nya Abi ngasi rekomendasi Tempra juga buat pertolongan pertama kalau Abi demam. Biasanya sih pakenya memang Tempra Drop, tapi karena Abi udah mau 2 tahun, harusnya udah bisa ganti Tempra Syrup.

Abi sih biasanya 2-3 kali minum Tempra demamnya udah reda. Tapi, Tempra ini bisa dipakai setiap 4 jam kok Buibuuu kalo belum reda demamnya, maksimal 5 kali pakai dalam sehari yaah.. Nah, tapi kalau demamnya udah lebih dari 2 hari, sebaiknya langsung konsultasi ke dsa deh buat dapat penanganan lebih lanjut. Info lengkapnya bisa di klik Tempa Syrup

Aku sih, nggak pernah lupa masukin Tempra ke tas Abi. Soalnya, kadang kondisi-kondisi nggak terduga suka terjadi. Misalnya, perginya seger dan sehat, ehh pas pergi mendadak panas. Taunya dia lagi mau tumbuh gigi. Nah, Tempra membantu meredakan panas anak Buibu dengan aman. Makanya, selalu siap Tempra di tas yaahhh…

Buibuuu, jangan  parno-parno lagi yaa.. Karena gimana pun dunia anak-anak itu ya dunia bermain. Jadi, biarkan dia bermain sebebas-bebasnya apalagi di  usia yang sedang senang-senangnya eksplor. Nah, sambil kita sebagai orang tua mengusahakan keamanannya baik dari aman tempat bermainnya sampai aman kesehatannya.

Karena semua yang kita usahain nggak ada artinya kalau anak sakit kan, Buibu?

Semoga bermanfaat.. Ditunggu sharing-nya dan jangan lupa tinggalin komen yaaah 😘

XOXO,

Icha

DISCLAIMER : Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

[Event] Happy Meet Up KEB x Happy Fresh : Smart Financial Happy Ramadhan

Bulan Ramadhan hampir tiba.. Wahhh, so happy

Gimana nggak happy, bulan Ramadhan itu dinanti banget karena bakal jadi ajang silaturahmi. Di bulan Ramadhan, agenda buka puasa bersama bisa jadi ajang temu kangen temen-temen dan sahabat yang jarang ketemu atau bahkan udah lama banget nggak ketemu. Lebarannya pun jadi ajang temu kangen saudara-saudara yang jarang kita temuin.

Nah, karena banyak agenda buka puasa yang menanti plus pas Lebaran banyak banget yang mesti di persiapin kaya makanan, kue, angpao buat ponakan, belanja-belanja baju buat anak, mukena, jilbab, dan baju buat ortu dan mertua, dan sederet pengeluaran lainnya, otomatis pengeluaran di bulan Ramadhan jadi jauh melonjak di banding bulan-bulan lainnya, bener nggak sih Buibuu?

Suka pusing ngatur-ngaturnya, padahal kan jelang Lebaran gaji 2x lipat karena nerima THR ya, tapi kok malah berasa uang cepet menipis. Perlu solusi banget ini mah! Nggak lucu kan kalau abis Lebaran kita malah gigit jari karena keuangan seret 😅

Untungnya nih, aku diundang sama Emak-emak Blogger dan Happy Fresh buat ikutan Happy Meet Up dengan topik yang menarik banget, yaitu mengelola keuangan pas Bulan Ramadhan. Cihuuuy, pas banget ini! Pembicaranya Financial Planner, yaitu Mbak Prita Ghozie. 

Source photo : instagram Emak2Blogger

Mbak Prita bilang, ketika kita ada pemasukan, kita harus langsung membaginya buat biaya bulanan, dana darurat, dan investasi. Itu lah gunanya punya tabungan di beberapa bank. Jadi, begitu terima uang, bisa langsung kita bagi deh. Nah, aku baru ada 2 kartu nih, jadi memang cuma misahin uang bulanan sama tabungan aja. Aku belum alokasiin dana darurat nih, jadi kadang kalau ada yang darurat pakainya yang dana tabungan😅😅

Nah, kalau bulan Ramadhan, alokasinya agak beda sedikit nih. Jadi, begitu ada pemasukan, pembagiannya kaya gini :

5%  Zakat, Infaq, Sedekah

10% Dana Darurat

40% Biaya Hidup

20% Biaya Cicilan

5% Tabungan dan Investasi

20% Ramadhan Lifestyle

Kalau mau tabungan dan investasinya lebih banyak, ya mau nggak mau kita harus menekan di Ramadhan lifestyle-nya. Iya juga sih ya, kadang tuh kita membeli barang yang mungkin sebenernya belum kita perlu. Misalnya, kita terbiasa membeli baju untuk Lebaran, padahal sebenarnya baju kita masih banyak yang bagus-bagus dan bisa dipakai untuk Lebaran. *langsung cek isi lemari*

Mbak Prita ngasih beberapa tips juga nih gimana mengelola keuangan keluarga di Bulan Ramadhan.

  • Bikin Anggaran Ramadhan

Kadang suka ngerasa ribet sendiri kalau disuruh bikin anggaran sama suami. Padahal, bener sih anggaran tuh penting banget buat ngejagain kita supaya nggak ada pengeluaran yang melenceng jauh banget dari apa yang sudah kita anggarkan. Kalau kita udah bikin anggaran, kita juga jadi lebih hati-hati keluarin uang buat hal-hal lain yang diluar anggaran karena keuangannya sudah di plot sesuai kebutuhannya.

  • Siapkan Dana Darurat

Ini penting banget ya ternyata. Soalnya, kadang ada aja pengeluaran nggak terduga yang harus kita keluarin. Nah, pengeluaran nggak terduga ini jangan sampe ngeganggu anggaran buat biaya hidup sehari-hari dan juga tabungan. 

  • Rencanakan Keinginan

Nah, ini nihhh.. Kadang memang kita suka nggak bisa tegas nentuin mana yang kebutuhan sama keinginan. Kalau kebutuhan pastinya harus langsung dipenuhin dong ya. Kaya kalau makan itu kan kebutuhan, jadi tentu aja harus kita penuhin. Kalau keinginan? Itu yang harus ditinjau baik-baik. Seberapa urgent keinginan kita itu sampai harus kita penuhi. Kalau buat aku sih contohnya gini, makan itu kan memang kebutuhan, tapi kalau mau makan di resto mewah itu jadinya keinginan. Kalau kita punya budget yang lebih, setelah semua hal yang urgent dipenuhi sih, buat aku nggak masalah, iya nggak sih Buibuuu? 🙂

  • Cerdas Berbelanja

Namanya emak-emak ya kan, semua dibeli, padahal kadang belum tentu kepakai. Nunjuk diri sendiri, Ha ha ha..  Ini tuh karena emang aku suka nggak nyiapin catetan apa aja yang mau dibeli kalau mau belaja bulanan. Ini nih yang bikin budget belanja jadi bengkak. Besok-besok kalau belanja mau pake catatan ah, biar nggak beli yang aneh-aneh 😀😀 Samaaaa, nyari promo yang murah-murah dong pastinya. Pasti banyak kok tempat berbelanja yang nawarin promo dan diskon menarik, apalagi masuk bulan Ramadhan, bakal banyak promo Ramadhan hi hi hi..

  • Do It Online

Sepakat banget ini! Belanja via online itu keuntungannya adalah sangat memudahkan kita karena nggak perlu pergi keluar, cuma tinggal duduk manis sambil pakai HP atau laptop, masukin pesanan, bayar, dan barang pun dianter sampai rumah. Keuntungan lainnya, karena kita nggak keluar dan liat-liat barangnya secara langsung, jadinya kita nggak tergiur beli barang-barang lain deh. Pengeluaran pun bisa direm. Kalau kita pergi membeli sendiri, terus ngajak anak, mampirnya nggak cuma beli barang yang kita perlu aja, tapi beli barang lain misalnya kaya mainan atau anak minta main permainan di mall. Alhasil, pengeluaran makin bengkak deh. 

Soal poin yang terakhir ini, aku super setuju nih. Permasalahan utama aku itu, Abi lagi aktif-aktifnya. Jadi, kalau diajak ke supermarket dia bisa lari-larian dan berantakin barang. Soalnya, aku kan nggak pakai pengasuh, otomatis Abi kudu ikut kemana pun aku pergi. Yang ada aku jadi nggak konsen mau belanja. Makanya, buat aku belanja online itu pilihan yang tepat karena aku bisa belanja saat Abi lagi tidur.

Nah, Happy Fresh memang jadi salah satu pilihan aku buat belanja kebutuhan sehari-hari, terutama kebutuhannya Abi. Kalau nggak sempet pergi, aku bakal belanja buah-buah, daging giling, ikan salmon, susu, sereal, dan kebutuhan lainnya pakai aplikasi Happy Fresh. Gampang dan praktis bangetttt… Kita tinggal pilih tempat belanja yang deket sama rumah, pilih barangnya, bayar pake cash atau credit card, beres deh. Pesenan bakal tiba di depan rumah segera. Pilihan tempat belanjanya juga banyak, ada Transmart, Carrefour, Lotte Mart, Ranch Market, Hypermart, Red & White, Loka, Grand Lucky, Superindo, dan Farmers Market. Cihuy banget kan!

Kalau belanja yang seger-seger kaya buah atau daging di Happy Fresh aku juga nggak khawatir, soalnya personal shopper-nya udah terlatih milih barang-barang yang berkualitas. Udah gitu nggak sok tau, kalau ada barang yang nggak sesuai aplikasi, dia pasti bakal hubungin kita dan menanyakan apakah pesanannya mau diganti yang lain. 

Buat yang belanjanya repetitif kaya aku, bisa pake option YOUR LIST. Jadi, list belanja kita udah terdaftar di aplikasi, kita tinggal klik aja belanjaan yang mau kita beli lagi tanpa harus search ulang. Duhhh, mempermudah Buibu banget kan…

Nah,di bulan Ramadhan juga akan ada beberapa promo menarik lho untuk barang-barang top selling. Terus, ada juga beberapa barang yang kalau kita beli, kita bisa ikutan nyumbang dan akan disalurkan untuk orang yang membutuhkan. Wahh, belanja sekaligus beramal 🙂

Tunggu apa lagi Buibuuu, cusss meluncur download aplikasi Happy Fresh segeraaa!

Hamdallah, nemu deh solusi buat keuangan di bulan Ramadhan. Ini aku udah mau mulai bikin anggaran Ramadhan nih. Yey!

Eh iya, selain dapet solusi keuangan, bonusnya ketemu Emak-emak blogger yang kece-kece serba hejo-oren.. 

Say cheese!

Plus ketemu senior di kampus yang udah lama nggak ketemu, Hallo Teh Wina 😊

Well, semoga bermanfaat dan bisa langsung dipraktekin ya Buibuuu… Happy fasting, mohon maaf lahir batin 🙏


XOXO,

Icha

Gadget & TV for Kids, Good or Bad?

Buibuuu… 

Belakangan lagi nggak begitu aktif nge-blog karena Abi lagi aktif-aktifnya banget. Alesan lain sih sebenernya karena lagi nggak bisa terlalu attach sama gadget. Jadi bulan Maret lalu, aku balik ke Jakarta, ada suatu hal yang ganggu pikiran aku. Aku sering liat IG anak-anak temenku atau IG anak artis kok mereka yang usianya nggak jauh sama Abi udah mulai keluar beberapa kosakata. Kalau Abi, cerewet sih, tapi dengan bahasa bayi yang sama sekali nggak jelas.

Aku berusaha berpikiran positif bahwa setiap anak itu perkembangannya beda-beda. Abi cepet tumbuh gigi, cepet jalannya, tapi mungkin ngomongnya yang agak lama. Tapi, ternyata makin bikin aku kepikiran dan akhirnya mutusin buat konsul ke Dokter Tiwi di RSIA Bunda. Soalnya, yang aku tau Dokter Tiwi ini concern banget soal tumbuh kembang anak. 

Begitu ketemu Abi, Dokter Tiwi bilang nggak ada yang aneh sama Abi, dia normal dan mengerti apa yang kita obrolin. Tapi, saat konsul itu umurnya 19bulan dan masih dalam kewajaran dia belum bisa ngomong. Nah, nanti jelang 2 tahun, dia harus sudah mulai banyak kosakata yang keluar dari mulutnya.

Nah, satu hal yang paling dilarang keras Dokter Tiwi adalah nonton TV ataupun nonton video di media apapun. No excuse, waktu yang dibatasin ataupun tontonan yang khusus buat batita, pokoknya tidak menonton sama sekali. Beliau bilang, menonton akan membuat interaksi anak dengan lingkungan sekitar berkurang. Anak di golden age-nya sedang mudah sekali menyerap semua hal di sekitarnya. Anak harus banyak distimulasi dan diberikan permainan, diajak membaca buku dan bercerita, serta kegiatan outdoor.

Entah kenapa aku sangat setuju dan menilai apa yang dibilang Dokter Tiwi sangat masuk akal.


 Aku memilih memberhentikan semua akses tayangan yang sebelumnya sempat aku berikan ke Abi. Tapi, bisa diliat dari 3 foto diatas, Abi udah mulai “fanatic” buat nonton. Apalagi, tontonan ini akhirnya menjadi semacam “candu” dan mampu membuat agak tenang.

Awalnya, aku berpikir akan susah karena Abi udah sangat tertarik sama tontonan. Pernah lho, suatu malam dia mengigau turun dari kasur, menyerahkan remote TV dan meminta aku menyalakan. Serem yaaa! 

Cuma aku udah bertekad banget untuk berhentiin semuanya. Ternyata, memutus suatu kebiasaan anak yang masih sangat kecil tidak terlalu sulit kok. Kita tinggal mengalihkan perhatiannya aja ketika dia mulai minta diputerin tontonan. Nah, klkalau mau memulai ini, dibutuhkan dukungan semua pihak ya Buibu, termasuk seisi rumah harus rela mematikan televisi kalau ada Abi.

Percaya nggak percaya, cara ini ternyata efektif buat Abi. Dua minggu no TV no gadget, banyak kosakata yang muncul. Misalnya udh bisa bilang “bebem” (artinya bebek), “gajah”, “num” (artinya minum), “aju” (artinya baju), dll. Bahkan, kalau dibawa ke keramaian dia bisa secara mengejutkan nunjuk sesuatu dan nyebut namanya. Kaya waktu ke Inacraft, ada patung gajah dia langsung teriak “gajaahhh…” 

Sekarang jelang 22 bulan umurnya, Abi udah makin jago ngomongnya kaya bilang “yaaa… Atohhh…” (Artinya “yaa jatoh”. Lucunya, ocehan dia sudah makin bisa dimengerti dan kadang udah bisa niru apa yang kita ucapin.

Well, itu semua sih kembali ke pilihan masing-masing. Mungkin ada yang tetap ngasih tontonan buat anak-anaknya tapi anak-anaknya tetep oke-oke aja perkembangan bicaranya, ya Alhamdulillah. Cuma buat aku, ternyata cara ini yang memang efektif banget buat men-trigger Abi cepet ngomong.

Aku mulai mengurangi penggunaan gadget untuk aku sendiri, lalu menemani Abi bermain, mulai dari bermain mobil-mobilan, kereta-keretaan, membaca buku cerita, dan mengajak mengobrol layaknya teman. 

Main mobil di luar rumah, sambil menyapa fans-fans, ha ha ha

Ditambah lagi, aku sering bawa Abi untuk bermain di playland, arena permainan outdoor, tempat wisata, dan bertemu dengan teman-teman seumurnya. Setiap habis pergi, pulang ke rumah Abi jadi tambah ceriwis. Sepulang bermain, aku akan tanya-tanya dia untuk mengingat kembali dia dari mana, melihat apa saja, pergi dengan siapa, dan kegiatan apa yang dilakukan di sana.Bahkan, kadang dia bisa menyebut beberapa nama teman bermainnya. Super gemas! 

Oiya, buat Buibu yang mau coba konsul sama dokter Tiwi, bisa bikin appointment ke contact centre-nya RSIA Bunda yahh 🙂

Semuanya dapet kiss dari Abi nih hihi…muaaaahhhh

XOXO,

Icha

Bye Bye Jerawat… Aku Punya Sahabat Baru, Derma Angel Namanya:)

Hai Buibuuu….

Apa sih salah satu musuh beratnya perempuan? Yes, jerawat! Muncul jerawat apalagi di tempat yang keliatan, itu super gengges loh, aslik! Kaya beberapa waktu lalu, aku mau ada acara nikahan sahabatku, pas banget lagi mau menstruasi. Alhasil, muncul deh jerawat. Jerawat aku tuh kecil-kecil tapi lumayan banyak dan sakit pula. Mau pake obat jerawat gitu, males bener shaaay… Keliatan putih-putih salep gitu.. Secara kan, pengennya tampil paripurna di nikahan sahabat ya. Jadi, nyari-nyari cara deh gimana sih nutupin si jerawat-jerawat kecil ini. Soalnya, kadang jerawat kan ga bagus juga kalau langsung ditimpa sama foundation, bedak, dan teman-temannya. Malah kadang, belum tentu ketutup juga jerawatnya.

Ehhhh, tetiba mendapat pencerahan deh untuk ngakalin si jerawat ini. Yuhuuu, aku bertemu si Derma Angel yang bisa banget meng-cover si jerawat. Apa sih Derma Angel? Ayo ayo siapa yang penasaran? 

Jadi, Derma Angel ini adalah patch khusus jerawat yang dapat digunakan selama 12 jam, berfungsi untuk menyembuhkan jerawat. Patch ini mengandung hydrocolloid yang membantu menyerap lebih banyak cairan (nanah) pada jerawat kita. Selain itu, patch ini juga sedikit memblokir sinar UVB untuk mencegah pigmentasi.

Uniknya, Derma Angel ini patch yang “heal and hide” alias “menyembuhkan dan menyembunyikan”. Jadi, nggak cuma menyembuhkan jerawat, tapi Derma Angel ini bisa meng-cover/menutupi jerawat-jerawat gengges di muka kita. Saking, transparan patch-nya, Derma Angel menyatu sama warna kulit kita. Abis pake Derma Angel, kita bisa pakai make up seperti biasa deh karena mudah menyatu sama make up juga. Asiiiik, bikin tetep pede dong pastinya. Asli ketutup loh jerawatnya. Abis pakai patch Derma Angel terus make up, ehh beneran nggak keliatan 😀

Tebak aku pakai di bagian mana? Cucok banget nggak keliatan

Terus, patch ini tuh waterproof alias tahan air. Nah, yang aku suka nih patch-nya itu merekat banget, nggak gampang copot. Jadi, aman deh dari kuman, bakteri, dan teman-temannya. Cihuyyy!

Oiya, Derma Angel ini tersedia dalam 2 jenis, yaitu patch untuk siang hari (Day Use) dan malam hari (Night Use). Bedanya, dari ketebalan patch-nya. Kalau Day Use itu lebih tipis makanya lebih nyatu ke kulit. Nah, kalau mau penyerapan cairan jerawat lebih cepat, bisa pakai yang Night Use di malam harinya. 

Cara pakainya gampang bener Buibuuu… Cuma tinggal tempel patch pada daerah yang bermasalah, tekan pelan 3-5 detik. Udah deh. Jangan lupa, sebelum menempelkan patch-nya cuci tangan dulu dan bersihkan juga jerawatnya. Nah, kalau patch udah berubah warna menjadi putih susu atau sudah tertempel sekitar 12 jam, cabut deh patch-nya. Tapi, jangan sekali-sekali menempelkab patch pada luka terbuka ya Buibu…

Gini nih contoh yang udah diaplikasiin. Ini pakai yang Day Use yaah..

Harganya? Affordable buibuuu… Dasar emak-emak ya! He he he.. Udah gitu gampang kok kalau mau beli, tersedia di e-commerce kaya Lazada dan Bibli atau modern pharmacy kaya Watson, Century, dan Guardian. Ada 3 jenis packagingnya nih.

  • Day 12 pcs : Rp. 36.000,-
  • Night 12 pcs : Rp. 36.000,-
  • Kombinasi ( Day 12 pcs & Night 6 pcs ) : Rp. 51.000,-

Fyi, patch ini nggak cuma buat kaum hawa aja, adikku yang cowok lagi jerawatan, langsung aku tempelin Derma Angel, eh kempes loh! Hi hi hi…

    Tuh, oke banget kan.. Mulai sekarang Derma Angel nggak boleh jauh-jauh dari beauty case aku deh. Gimana dengan kalian? Tertarik mencoba? 🙂

    For more info about Derma Angel, please follow their social media 🙂 

    FacebookDerma Angel Indonesia

     Instagram Derma Angel ID

    XOXO,


    Icha

    This article is included in blog competition hosted by BP Network and Derma Angel. The article was written based on the experience and personal opinion.

    Gimana Sih Biar Berhasil Menyusui?

    Hai buibuuu…

    Postingan aku beberapa minggu lalu, curhatan aku yang geram banget sama seorang seniman yang konon pake ASI buat objek seninya. Keseeeeeel….! Kenapa aku segitu keselnya? Ya karena aku harus ngelewatin perjuangan berat sebelum akhirnya bisa nyusuin Abi sampe sekarang. Makanya, sensi banget pas tau ASI dibuang-buang. Huhu

    Nah, kali ini aku mau cerita sedikit tentang perjalanan menyusui yang harus aku lalui. Begitu melahirkan, ASI aku nggak langsung keluar. Tapi, rumah sakit itu support untuk nggak langsung main kasih sufor. Sufor nggak jelek kok, kandungannya pasti sudah sangat dipikirkan matang-matang karena untuk kebutuhan bayi, tapi selagi Tuhan memberikan kesempatan untuk mampu memberikan ASI, aku pikir harus dilakukan semaksimal mungkin. Lagipula, nggak semua bayi bisa cocok dengan sufor, kadang ada bayi yang alergi minum sufor. 

    Dulu aku nggak muluk-muluk Buibu, paling nggak 6 bulan ASI eksklusif udah seneng bener. Karena di awal menyusui, aku agak kesulitan buat nyusuin Abi, pake nipple shield lah, Abi bingung puting lah, sampe Abi kesedak dan harus di suction. Cerita lengkapnya ada disini

    Perjalanan menyusuiku nggak cuma sampai disitu, aku yang saat itu working mom harus struggle banget untuk tetap menyusui dengan kondisi pekerjaan yang menumpuk dan stress yang cukup tinggi. 

    Apa kunci keberhasilan menyusui versi aku?
    1. Ibu menyusui harus BAHAGIA!

    Sejak menjadi ibu menyusui, aku mencoba selalu menyenangkan diri sendiri. Seperti, makan makanan enak nggak mikirin takut gendut, pumping sambil liat foto Abi, jalan-jalan ke mall kalau mulai suntuk, pergi liburan, sampai pumping sambil ngeliatin online shop lanjut memesannya :p 

    2. Support orang sekeliling

    Ini yang aku syukuri, dikasih suami, keluarga, sahabat-sahabat yang nggak berenti untuk support aku. Sesungguhnya, salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan menyusui karena kurangnya support dari keluarga. Bentuk support-nya sederhana tapi berarti banget buat aku. Misalnya, suami memenuhi keinginanku makan enak yang lagi aku pengen, keluarga selalu ngajak aku buat refreshing, dan sahabat-sahabat selalu ngajak aku ngerumpi hal-hal seru. Itu menjadi energi positif buat aku.

    3. Rajing pumping dan direct breastfeeding

    Pumping adalah hal yang nggak boleh terlewatkan. Ketika si bayi nggak nyusu langsung, ibu wajib banget buat pumping. Terlebih, buat working mom yang kudu punya stok ASI. Eh iya, management ASI saat aku bekerja dulu aku tulis disini

    Jangan lupa juga buibu, menyuasui bayi secara langsung itu juga perlu banget. Prinsip ASI itu supply-demand. Jadi, ketika ASI disedot bayi, dia akan kembali berproduksi. Nah, kalo bayinya rajin menyedot ASI, otomatis akan terus berproduksi. Kestabilan keluarnya ASI pun akan terjaga.

    4. Mengonsumsi makanan sehat

    Dulu, aku anti makan sayur. Tapi, setelah hamil dan melahirkan aku berhenti jadi orang egois. Aku mau anakku sehat, aku juga sehat. Aku mau asupan untuk aku dan asupan untuk anakku  melalui ASI terjaga dengan baik. Aku pun mulai mengonsumsi sayur dan rajin makan buah-buahan. Hasilnya, Alhamdulillah ASI aku lancar.

    5. Booster ASI

    Ada ibu-ibu yang beruntung hanya dengan bahagia, support dari orang terdekat, rajin pumping, rajin nyusuin langsung, dan makan makanan sehat ASI langsung lancar car car… Tapi, ada juga yang harus berusaha mati-matian supaya ASI-nya keluar. Kalau buibu, termasuk yang harus berusaha keras, tandanya usahanya nih yang harus dimaksimalin. Sekarang kan zaman udah modern banget, buibu gampang banget buat akses berbagai informasi. Kita harus aktif banget nih buat cari tau apa aja yang bisa ningkatin produksi ASI. Salah satunya usaha yang dilakukam adalah dengan mengonsumsi booster ASI. Booster ASI ini harus yang aman buat ibu dan bayi. Nah, yang paling aman itu tentu aja yang terbuat dari bahan-bahan herbal dan alami yang nggak ada efek sampingnya. Temenku cerita, bahwa habatusaudah dan fenugreek sangat bagus untuk meningkatkan produksi ASI. Pas banget nih. ASI Booster Tea ternyata mengandung keduanya ditambah dengan bahan herbal alami lainnya. Nah, kalau ada satu booster ASI yang menggabungkan keduanya, kenapa harus mengonsumsinya terpisah, iya kan? Jangan khawatir buibu, ASI Booster Tea ini bener-bener aman karena dibuat dari 100% bahan herbal yang alami.Oiya, meskipun namanya ASI Booster Tea, minuman ini sama sekali nggak mengandung teh loh.

    Buat info kontak detailnya, Buibu bisa liat dibawah ini yahhh…

    Alhamdulillah, aku mampu juga melewati itu semua. Sekarang Abi berumur hampir 20 bulan. Aku berencana menyapihnya di umur tepat 24 bulan. Semoga aku dapat menyapihnya dengan cinta 🙂 

    Buibu, para pejuang ASI, semangat terus yaaaah! 

    XOXO,


    Buicha & Abidzar